DNK

"Primbon Ning Icha" Demi Peruntungan yang Hakiki

"Primbon Ning Icha" Demi Peruntungan yang Hakiki

Banyak orang bilang rejeki itu nggak akan ke mana. Walaupun begitu, manusia dilahirkan dengan masing-masing peruntungan yang berbeda.

Hal itu pula yang sering bikin kita para golongan bergaji sepuluh koma (setelah tanggal sepuluh, sisa gaji tinggal nol koma) nyari-nyari ramalan peruntungan buat jaga-jaga akan hal terburuk yang mungkin menimpa. Dari ketik reg jodoh, baca ramalan zodiak, shio sampai fengshui dilakoni. Yaaa namanya juga jaga-jaga.

Kalian tau gak sih Rek, selain zodiak, shio atau fenghui, di Tanah Jawa juga ada yang namanya primbon dan weton. Ya memang sih nasib manusia nggak saklek ditentukan oleh weton tapi ditentukan oleh Tuhan dan diri mereka sendiri. Namun, dalam adat Jawa, orang percaya kalo weton itu bisa jadi dasar gambaran dari peruntungan manusia itu sendiri supaya lebih berhati-hati dalam mengambil langkah di kehidupan ini, contohnya untuk menentukan hari baik kelahiran, buka tempat usaha, sampai tanggal pernikahan!

Kalau kalian ngira hasil perwetonan ini adalah terawangan indra keenam atau diincengno jin iprit dan kawan-kawannya, kelean salah besar! Ojo kakehan ndelok sinetron nogone Roy Kiyoshi mangkane!

Para leluhur kita itu membuat suatu sistem perhitungan berdasar weton atau kalender Jawa. Masing-masing punya numerasi yang kalau dijumlahkan bakal berbeda dan punya arti masing-masing.

Dalam kalender Jawa, ada yang namanya hari pasaran: Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.

Nah, dalam menghitung peruntungan individu, hari pasaran ini digabungkan dengan hari kelahiran Masehi kita. Misalnya, Senin Wage, Rabu Kliwon, Jumat Pahing, dst. Nah, masing-masing hari lahir ini yang dijadikan angka.

Yo opo rek? Masih belum paham? Sik, sik, kene tak kek i conto.

Misalnya ya, Anda adalah sesemas berumur rawan menikah berweton Selasa Wage yang baru saja ditinggal nikah mantan. Saking pengennya move on, Anda halu mengejar cinta Raisa yang berweton Rabu Kliwon.

Dilihat dari perhitungan pasarannya aja, wetonmu ini cuma ngantongin skor 7 lho, Maz. Cuma 7.

Tau ndak Mas? Skor 7 itu skor paling kecil dari pasaran weton lainnya? Eh, pake ngarep sama Raisa yang lahir Rabu Kliwon dengan skor 15. Yo wuaaadoh, Mazquuu!

Makanya dia lebih milih Hamish Daud ke mana-mana, lha wong Hamish yang wetonnya Sabtu Pon ini kalau dihitung skornya 16. Ibaratnya, sampean ini dua kali terlahir ke dunia dengan weton yang sama aja gak bisa ngalahin pasaran wetonnya Hamish buat dapetin Raisa, wkwk.

Loh apa? Ndak terima? Baiklah, ayo kita hitung kecocokan wetonmu sama Raisa.

Jadi di perhitungan kecocokan pasangan dari weton Jawa itu ada 4 jenis. Yang pertama dibagi 5. Yang kedua, dibagi 7. Ketiga, dibagi 10, dan yang terakhir dikurangi 9. Kita bahas aja yang pertama dulu.

Weton Mas dan Mbak Raisa kalau dibagi 5 akan sisa 2, which is kalo menurut perhitungan weton, artinya kekayaan. Wajaaaaar, Mbak Raisa wetonnya duwur, Maz! Tapi ojo mumbul sek!

Menurut perhitungan yang kedua, perhitungan wetonmu dan Mbak Raisa kalo dibagi 7 akan sisa 1, menurut perhitungan weton kedua artinya kematian anak. Huwaduuuh, mulai ketok kan nek wetonmu elek. Pasangan mana sih yang mau anaknya mati? Ckck.

Oke, oke, kita masuk aja ke perhitungan yang ketiga: kalau dibagi 10, hasi perhitungan wetonmu dan Mbak Raisa ini sisa 2 lagi, tapi menurut perhitungan ketiga artinya adalah sedikit rezeki. Kata orang dulu, banyak anak itu banyak rejeki, lah di perhitungan kedua lhooo anakmu mati, sakno Raisa, Mas.

Wes, culno ae Raisa daripada tersiksa denganmu yang menjadikan kehdupan sedikit rejeki. Kalo rekening seret, ntar Mbak Raisa mandi pakek air aquanya siapa yang ngeragati, Maz?

Wes, ayo beralih ke perhitungan terakhir yooo nek sek belum percaya. Perhitungan terakhir itu dikurangi 9, lhaaa pasaranmu ae cuma 7, Mas, yaopo mau dikurangi 9? Ngutang a?

Wes yo, wes, sudah, lebih baik Mbak Raisa dengan Hamish saja. Masnya ndak usah terlalu halu mengejar cintanya. Tangio, Mas, tangio! Turumu kemiringen, duh!

Betewe, kalian yang ikut baca artikel ini dan pengen konsultasi sama Ning Icha soal asmara, kesehatan, sampai karier pertogelan, bisa kirim surat ke e-mail primbon@dnk.id lho! Nanti permasalahan hidup yang paling sakno bakal ditrawang berdasar primbon dan dimuat dalam rubrik "Primbon Ning Icha"! Ayo, gaaas!