DNK

Walau Tak Ada Cinta Sehidup Semati: Buka-bukaan soal Pacar Posesif

Walau Tak Ada Cinta Sehidup Semati: Buka-bukaan soal Pacar Posesif

Katanya cemburu itu tanda cinta. Punya pacar yang perhatian dan nunjukkin kalo mereka sayang sama kamu, cenderung diharapkan banyak orang.

Tapi kalo perhatian dan rasa cemburunya terus berkembang, semakin lama makin mbencekno, kamu harus laporan  setiap saat, interaksi sama temen lawan jenis dibatasin, bahkan sampek marah-marah waktu kamu jalan dan seneng-seneng sama sahabat lamamu, wah itu yang mulai berat!

Apalagi kalau doi mulai nge-block temen-temenmu dari social mediamu, jelas deh, itu udah bukan hubungan yang sehat lagi gengs! Pacar kamu terjangkit virus posesif. Fix!

Pacar posesif ini biasanya nggak pernah nyadar dan nggak mau mengakui kalau mereka posesif. Mereka—si mahluk insecure itu—bakalan berdalih kalo semua yang mereka lakuin adalah karena mereka terlalu sayang sama kalian.

Alasannya biasanya karena kalian adalah sosok mahluk paling sempurna yang pas untuk melengkapi mereka. Jadinya mereka takut gitu kehilangan kalian. Halah pret! Buat kalian yang ngalamin hal kaya gini, kalian harus mulai hati-hati.

Sedikit-sedikit cemburu, sedikit-sedikit curigaan, lalu dengan sak penak udele memperlakukan kalian bak tahanan yang wajib lapor. Fak! Lama-lama itu bisa sangat melelahkan. Ya walaupun kalian adalah orang yang mendedikasikan hidup sebagai seorang bucin a.k.a budak cinta.

Buat kalian yang punya pasangan posesif, sini beb tak kasih tahu. Rasa sayang sama posesif itu beda. Ya wajar aja sih kalau kalian sebagai seorang pasangan merasakan saling memiliki. Tapi ya ojo kenemenen buwos!

Ndak boleh sampe ngatur pasangan cuma boleh berinteraksi sama siapa aja dan ngapain aja. Pacarmu yang sebagai anak rantau, diatur harus nuruti kamu jalan terus tiap weekend padahal dia kangen ibu bapaknya di kampung halaman.

Telponan berjam jam nggak jelas, nungguin kamu pipis ke kamar mandi nggak boleh dimatiin telponnya. Anjir aku lak ndengerin suara kucuran air pipismu ke kloset, mz.

Bahkan yang paling parah, pasangan kalian nggak diizinin ke kamar mandi padahal udah kebelet banget! Ya Allah Ya Rab! Please stop guys! That’s fucking weird and annoying at all!

Nah, buat kalian yang udah mulai capek dengan segala drama keposesifan pasangan, nih ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan buat menghadapi si mahluk insecure nan toxic itu. Semua berdasarkan pengalaman percintaan saya sendiri.

Hm dunanges.

Berusaha Bikin Mereka Yakin dan Percaya Sama Kalian

Biasanya posesif itu timbul karena sikap takut kehilangan. Bisa karena mereka terlalu sayang sama kalian, ataupun bisa juga karena pengalaman pribadi  pasanganmu yang mengenaskan di masa lalu.

Misal: dibohongin terus dan diselingkuhin sama temen sendiri misalnya.

Cara yang paling awal adalah bikin mereka yakin dan percaya sama kalian. Bilang dan yakinin mereka kalau mereka adalah satu-satunya. Kalau kalian cuma sayang sama mereka dan nggak ada niat serong kanan kiri.

Sama sekali nggak ada niat buat nyakitin mereka sedikitpun dan gombal amoh lainnya. Karena pasangan kalian bukan cenayang yang bisa tau apa isi hati dan pikiran kalian, mengungkapkan rasa dengan kata-kata sekali-kali nggak ada salahnya kok.

Eits tapi jangan terlalu keseringan juga sih, bisa-bisa omongan kalian cuma dianggap bullshit taek kucing semata.

Kenalin Mereka Sama Temen-temenmu

Pasangan posesif biasannya selalu cemburuan dan curigaan tiap kita nggak ada di samping dia atau waktu kita hang out sama temen tongkrongan kita.

Cara yang paling aman biar pertemanan dan percintaan tetap jalan adalah mulai ngenalin doi sama semua temen-temen kita. Syukur-syukur sih mereka bisa akrab walaupun masih ada kemungkinan waktu kalian nongkrong doi bakal ngechat:

 “Sama temenmu siapa? Yang mana? Berapa anak? Sebutkan!”

Ya Allah bos koyok soal esai ae!

Terbuka dan Jangan Sengaja Bikin Mereka Cemburu

Cara selanjutnya adalah dengan selalu terbuka dan jujur sama mereka. Dengan sabar dan tanpa emosi juga mulai bilang kalo kalian nggak nyaman mereka perlakuin kaya tahanan. Kalau kalian juga butuh privasi dan ruang, ngomong apa adanya dan gak kebanyakan boong.

Kalo emang nggak ada apa-apa mah ya ngapain juga boong sih? Dan jangan coba-coba kalian resek sok-sok-an kayak Atta Halilintar be lyke. Bocah songong itu suka ngeprank nggak jelas ini itu sampek bikin mahluk posesif itu cemburu buta dengan alesan cuma ngetes mereka doang.

Asiaap!

Jangan Sampek Mereka Tahu Aplikasi Zenly apalagi AirDroid

Kalo kalian nggak sanggup buat ngelakuin hal-hal diatas, kalian cukup jaga dan awasi pergaulan doi supaya mereka tidak pernah kenal atau tahu aplikasi Zenly. Itu tuh, Zenly yang bisa liat posisi real time kalian dimana hanya dengan nomer HP dan instal aplikasinya.

Apalagi AirDrop, yang fungsi awalnya adalah untuk transfer data antar-perangkat, tapi ujungnya mereka gunain untuk mata-matain kalian karena bisa ngakses kamera smartphone kalian, baca-bacain riwayat panggilan dan chatting, bahkan membalas pesan. Kalah intelejen!

Hmm tapi yaaah, terlepas dari itu semua, salah satu kunci berjalan lancarnya suatu hubungan emang sebuah kepercayaan. Buat kalian pasangan posesif, ndak usahlah kau ikat kuat-kuat.

Kalau setia dibiarin kek apapun juga nggak bakal lah mereka selingkuhin kalian. Ibarat anjing kalo udah jinak, nggak bakal ninggalin majikannya.

Ya sudah gitu saja deh. Aku takut kalau lama-lama nulis ini, nanti pacarku dadakno mantau lewat AirDrop. Fuuk.

Mendung tak berarti hujan. Digandeng terus dan selalu disanjung-sanjung belum tentu duduk di pelaminan. Bhaaayyyy~