Persebaya Surabaya menampilkan permainan impresif pada pekan ke-28 Liga 1 2018. Mereka sukses unggul 4-0 (2-0) atas Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis malam (25/10).

Kemenangan besar Persebaya diawali oleh gol cepat bek Otavio Dutra saat laga belum genap berjalan dua menit lewat sundulan. Sementara itu, tiga gol lain merupakan hat-trick yang dicetak Osvaldo Haay (30’, 48’, dan 90+5’).

Itu merupakan kemenangan terbesar Persebaya sejak ditangani pelatih Djadjang Nurdjaman. Sebelumnya, pelatih yang akrab disapa Djanur itu dua kali menang dengan skor 4-1. Masing-masing atas Mitra Kukar (22/9) dan Persib Bandung (20/10).

Berbagai pujian dilontarkan kepada Djanur yang menjadi otak keberhasilan penampilan Persebaya. Apalagi, tim berjuluk Bajul Ijo itu bertanding dengan opsi yang sangat minim karena sejumlah pemain andalan cedera.

Gelandang Nelson Alom absen sejak lama karena cedera lutut. Duo playmaker, Robertino Pugliara dan Raphael Maitimo, juga harus absen hingga akhir musim karena cedera yang berbeda. Yakni, patah tulang dan masalah di tumit.

Terakhir, striker asal Brasil David da Silva mengalami cedera. Padahal, dia merupakan tumpuan lini depan dan masih menyandang status top scorer sementara di Liga 1 dengan 16 gol.

Praktis, Persebaya hanya mengandalkan satu pemain asing, Otavio Dutra, saat menjamu Madura United. Sisanya adalah pemain lokal yang minim pengalaman karena mayoritas adalah penggawa tim di Liga 2 musim lalu.

Kemenangan tersebut rupanya membukukan beberapa catatan baru bagi Persebaya. DNK telah merangkum beberapa catatan itu, dan berikut adalah ulasannya.

1. Pertama Kali Dua Kali Menang Beruntun

Raihan tiga poin terbaru Persebaya membawa Djanur mencatatkan rekor baru. Itu kali pertama Bajul Ijo sukses menang dalam dua laga secara beruntun musim ini.

Sebelum unggul atas Madura United, Rendi Irwan dkk membantai Persib Bandung dengan skor 4-1. Bahkan, Persebaya belum pernah menorehkan catatan tersebut saat ditangani Angel Alfredo Vera.

Djanur pun bisa mematahkan keraguan publik karena timnya kerap tampil angin-anginan. Dia berhasil memukan resep pas sekaligus the winning team karena komposisi pemain starting eleven di dua laga itu tidak berubah.

Istimewanya, dua kemenangan beruntun didapat ketika melawan tim papan atas. Persib dan Madura United juga memiliki materi pemain yang berkualitas dengan target menjadi kampiun Liga 1 musim ini.

Kebetulan, performa Persib memang kurang apik sebagai imbas dari sanksi berlapis Komdis PSSI. Madura United juga tengah terpuruk dengan gagal menang dalam tiga laga terakhir.

2. Clean Sheet Pertama Djanur Bersama Persebaya

Pertahanan Persebaya memang patut diacungi jempol. Mereka tampil sangat disiplin ketika menjaga pergerakan penggawa Madura United. Para pemain back four, Ruben Sanadi, Otavio Dutra, Fandry Imbiri, dan Abu Rizal Maulana, sangat kompak menjaga pertahanan.

Mereka pun memetik buah manis perjuangan dengan tidak kebobolan di laga tersebut. Bahkan, itu kali pertama Persebaya mencatatkan clean sheet di bawah arahan Djanur.

Dalam enam laga sebelumnya, jala gawang tim berwarna kebesaran hijau itu bisa digetarkan lawan. Enam tim tersebut adalah PS Tira, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Arema FC, Borneo FC, dan Persib.

Semua itu tidak terlepas dari peran Bejo Sugiantoro sebagai asisten pelatih Persebaya. Mantan pemain belakang timnas Indonesia tersebut tak henti-hentinya memberikan porsi latihan khusus kepada pemain belakang.

Djanur secara terbuka juga memuji penampilan ciamik kiper Miswar Saputra, serta mengapresiasi para pemain belakang yang sangat disiplin mengawal lawan.

3. Hat-trick Pertama Osvaldo Haay

Pemain muda Osvaldo Haay tampil sebagai bintang di laga bertajuk Derbi Suramadu itu. Gelontoran tiga golnya membuat kiper Madura United Satria Tama yang tak lain rekan setimnya di timnas Indonesia U-22 pada Asian Games 2017 menundukkan kepala.

Itu kali pertama Osvaldo mencetak hat-trick dalam sejarah karir profesionalnya. Menariknya, pemain 20 tahun tersebut menempati posisi baru saat mencatatkan rekor pribadinya itu.

Mantan penggawa Persipura Jayapura tersebut sejatinya adalah pemain sayap. Namun, krisis striker tajam bertipe target man memaksa Djanur bereksperimen. Osvaldo pun dipasang sebagai striker dalam skema false nine dan menjawab kepercayaan itu.

Raihan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi Osvaldo untuk membungkam para pengkritiknya. Sebelumnya, dia dianggap gagal menjadi andalan Persebaya karena kerap tampil buruk, hingga berdampak pada pencoretan dirinya dari skuad timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018.

4. Gol Tercepat Persebaya Musim Ini

Keberhasilan Otavio Dutra dalam mencetak gol lewat sundulan ke gawang Madura United pada menit ke-2 bisa dibilang adalah kunci sukses kemenangan tersebut. Semua itu juga berkat Irfan Jaya yang mengirim umpan dari sepakan bebas kepada Dutra.

Setelah itu, Persebaya dengan mudah membongkar pertahanan lawan. Sedangkan Madura United terlihat panik dan buntu. Hasilnya, tiga gol Osvaldo menambah rentetan catatan baru buat Persebaya.

Itu menjadi gol tercepat Persebaya musim ini. Sebelumnya, gol tercepat Bajul Ijo merupakan kreasi David da Silva saat menang 4-1 atas PS Tira (13/4).