Skuad Persebaya Surabaya seharusnya Sabtu (29/9) sudah berada di kota dingin Malang untuk menghadapi laga derby melawan Arema FC, Minggu (30/9), di Stadion Kanjuruhan. Untuk laga tersebut, tiket pertandingan sudah habis terjual.

Namun, semua itu urung dilakukan. PSSI dan PT LIB menunda putaran liga. Belum tahu hingga kapan.

Liga tersebut ditunda akibat tewasnya suporter Persija Haringga Sirla di Stadion Bandung Lautan Api. Saat itu, dia nekat berangkat ke markas Maung Bandung untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan Persija.

Apes. Haringga ketahuan oleh oknum suporter Persib ketika melakukan penyusupan. Dia akhirnya menjadi bulan-bulanan massa hingga meregang nyawa.

Skuad Bajul Ijo sebenarnya sudah siap menghadapi laga melawan seteru classic-nya. Bahkan, Persebaya dianggap sudah panas dan siap mengamuk kembali. Hal itu seiring kemenangan 4-1 pada pekan 23 saat menjamu Mitra Kukar.

Namun, apa dikata. Bajul Ijo harus meredam kebuasannya. Meski dalam dua pertandingan terakhir tim berjuluk Green Force tersebut sudah menjebol jala lawan 7 kali. Lima gol di antaranya diciptakan striker David da Silva.

Meski laga tidak jadi digelar, bukan berarti tim Persebaya libur. Tim tetap berlatih seperti biasa, sekitar dua jam dalam satu hari latihan.

”Terpenting ada kepastian agar klub segera bisa melakukan penyesuaian rencana,” ujar Manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menyatakan bahwa sebenarnya tim siap berangkat. Dia sudah membekali materi taktikal serta mental kepada pemain. “Kalau rugi pasti lah ada,” ujarnya.

Meski mengaku rugi dengan ditundanya laga, Djanur -sapaan akrab Djadjang Nurdjaman- menjelaskan beberapa keuntungan. Sembari menunggu, mereka bisa menyembuhkan pemain yang cedera saat ini. Yakni, Otavio Dutra, Robertino Pugliara, Raphael Maitimo, dan Nelson Alom.

Untuk tetap memanaskan mesin tempur tim, Djanur mengadakan laga uji coba. Dia mengagendakan setiap tiga hari latihan harus mencoba melawan tim lain. Boleh dari tim internal atau Liga 3.

Pada Rabu (26/9) Persebaya melakukan uji coba melawan dua klub internal. Yaitu, Pusura dan Anak Bangsa. Sabtu (29/9) Persebaya melawan tim Liga 3 PS Kota Pahlawan.

Sementara itu, Manajer Persebaya Candra Wahyudi menyatakan, karena liga ditunda hingga batas waktu yang lama, dirinya berencana mengadakan training centre (TC). “Misalnya sudah ada kepastian waktu penundaan yang lama, tentu program akan menyesuaikan. Seperti pemusatan latihan atau bagaimana,” ujarnya.

Soal penghentian laga, Candra memilih patuh dan mengikuti keputusan. ”Terpenting ada kepastian agar klub segera bisa melakukan penyesuaian rencana,” imbuhnya.

Iya nih betul. Setuju juga dengan manajer Candra. Digantung itu tidak enak, apalagi jika yang digantung adalah status. Seperti diterima atau tidak cintanya. Sedih mblo, hiks.

Sebagai mantan wartawan, Candra bisa bertanya langsung kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Dan, semoga tidak dijawab, “APA URUSAN ANDA MENANYAKAN ITU? BUKAN HAK ANDA JUGA BERTANYA PADA SAYA. SAYA JUGA PUNYA HAK UNTUK TIDAK MENJAWAB.”