Sebelum menyebut laga Arema FC versus Persebaya pada Sabtu (6/10) sebagai duel terbaik dua tim Jatim, ada baiknya masing-masing suporter melakukan koreksi. Sebab, peringkat Persebaya dan Arema saat ini tidak masuk sepuluh besar terbaik sementara GO-JEK Liga 1.

Yang masuk sepuluh besar justru dua tim lain. Yaitu, Madura United yang berada di peringkat kelima dan Persela Lamongan di peringkat kesepuluh.

Jadi, harus secara sportif diakui, tim Jatim yang sejauh ini mampu bersaing di papan atas adalah tim yang didukung K’Conk Mania dan LA Mania. Untuk Bonek Mania dan Aremania, mungkin baru bisa di musim depan.

Meski demikian, laga Arema versus Persebaya dipastikan tetap menarik. Walaupun tidak gontok-gontokan untuk berebut peringkat satu, dua tim itu sama-sama bertahan atas nama gengsi duel klasik.

Laga tersebut juga sudah ditunggu-tunggu, setelah sempat tertunda. Bagi suporter Arema FC, Aremania, dan juga bagi suporter Persebaya, Bonek Mania. Untuk menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya.

Jadi, harus secara sportif diakui, tim Jatim yang sejauh ini mampu bersaing di papan atas adalah tim yang didukung K’Conk Mania dan LA Mania. Untuk Bonek Mania dan Aremania, mungkin baru bisa di musim depan.

Pada pertemuan pertama, Persebaya berhasil menang dengan skor 1-0 atas Arema FC di kandang Stadion Gelora Bung Tomo. Pada pertemuan kedua nanti, akankah Arema FC berhasil membalas kekalahan di putaran pertama tersebut?

Terakhir, kedua tim bersua di Stadion Kanjuruhan pada 2013. Kala itu Arema menaklukkan Persebaya dengan skor 2-1.

Stadion Kanjuruhan memang cukup angker bagi Bajul Ijo, julukan Persebaya. Di sana skuad Persebaya tidak hanya menghadapi sebelas lawan di lapangan, tetapi juga harus berjuang menghadapi tekanan dari pemain ke-12 alias suporter Aremania.

Itu tidak muluk-muluk bagi Bajul Ijo. Mampu menahan imbang Arema FC di kandang sang macan saja sudah bagus. Jika secara resmi seri mendapatkan satu poin, di mata Bonek Mania itu adalah sebuah kemenangan. Artinya dianggap tiga poin.

Mungkin saja jika itu berhasil didapat, para pemain Persebaya akan menerima surprise. Ketika pulang bakal disambut bak pahlawan.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman optimis dalam menatap laga melawan Arema FC di kandang. Dia menegaskan, timnya sudah dalam kondisi siap tempur.

Selain persoalan teknis, pelatih yang mengantarkan Persib juara Liga Indonesia 2014 itu telah mempersiapkan mental pemainnya. Rivalitas Persebaya dengan Arema begitu panjang, sehingga pertemuan kedua tim selalu panas. ”Pasti ada pressure. Pemain harus siap,” tegasnya.

Djanur melanjutkan, timnya akan tetap fight meski bermain di Malang. Bahkan, dia bertekad mencuri poin di sana. “Targetnya tetap dapat poin. Syukur-syukur bisa dapat tiga point,” ujarnya.

Meski bermain di kandang lawan, Djanur tidak mau memilih untuk bermain bertahan. “Yang penting siapkan mental. Kalau kita takut, malah akan berantakan,” imbuhnya.