Menonton Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra beradu akting dalam film romantis yang bisa bikin baper mungkin sudah biasa. Nah, bagaimana jika kali ini keduanya terlibat dalam sebuah film yang tidak lagi romantis dan serius, alias remeh-temeh tapi tetap berkesan.

Penikmat film layar lebar mungkin bisa mencoba referensi baru ini. Yaitu, film berjudul Aruna dan Lidahnya. Pemainnya bukan hanya Dian Sastro dan Nicholas Saputra, tapi juga ada Hannah Al Rashid serta Oka Antara di dalamnya sebagai pemeran utama.

Film ini disutradarai Edwin (Posesif, 2017) melalui Palari Films. Degan menyuguhkan kolaborasi akting para pemain dalam drama komedi, film Aruna dan Lidahnya bisa ditonton mulai 27 September di bioskop seluruh Indonesia.

Alur film ini menyuguhkan kisah drama yang dibalut kemasan santai. Berkisah tentang Aruna (Dian Sastrowardoyo) yang ditugaskan berkeliling ke empat kota di Indonesia sambil mencoba kuliner bersama kedua temannya, Bono (Nicholas Saputra) dan Nad (Hannah Al Rashid). Saat menjalankan tugas, Aruna bertemu mantan rekan kerja yang pernah ditaksir, Farish (Oka Antara). Keempatnya terlibat dalam perjalanan penuh percakapan yang mengungkapkan kisah kehidupan dan rahasia terpendam.

Dalam pekerjaan investigasi, Aruna menemukan ketidaksesuaian data antara pusat dan temuan di lapangan. Situasi semakin rumit karena Farish yang kini bekerja di pusat kian mendesak Aruna untuk tetap menjalankan prosedur. Aruna pun mengalami konflik internal karena di satu sisi memendam kekaguman tetapi di sisi lain menyadari bahwa Farish disalahgunakan untuk kepentingan yang tak diketahui keduanya.

“Saya mengenal karya Edwin sejak lama dan banyak belajar dari film ini karena proses kerja Edwin yang terbuka terhadap pendapat para pemain tentang karakternya. Edwin adalah pendengar yang baik. Kami banyak berdialog tentang bagaimana sebaiknya membentuk karakter Aruna,” ujar Dian Sastro.

Di film kelima ini, Edwin mengeksplorasi sisi lain dari petualangan sinemanya. Ini merupakan film Edwin yang paling banyak memuat dialog dan makanan. “Buat saya, manusia yang makan sambil ngobrol itu asik dilihat dan didengar. Obrolan saat makan seringkali memengaruhi rasa makanan yang dimakan. Demikian pula sebaliknya. Rasa makanan yang dimakan bisa memengaruhi kualitas obrolan kita di meja makan,” ujarnya.

Dengan mengambil lokasi syuting di Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, Singkawang, dan Jakarta, berbagai makanan khas daerah tersebut muncul secara menggiurkan dan terekam dalam film ini. Baik makanan yang sudah dikenal luas seperti rawon (Surabaya), nasi goreng, maupun makanan yang hanya dapat ditemui di satu tempat seperti campur lorjuk (Pamekasan), pengkang (Pontianak), dan choi pan (Singkawang).

Dikemas secara ringan, film ini menampilkan dinamika grup. Alur cerita bergerak dengan obrolan di antara keempat karakter di meja makan, tapi tetap memiliki kedalaman. Aruna yang sederhana, Farish yang kaku, Nad yang petualang, dan Bono yang rileks melebur dengan percakapan di atas meja makan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan pikiran.

Dari sisi penyutradaraan, Edwin mengolah perbedaan keempat pemeran menjadi kolaborasi yang cair. Dengan begitu, para pemeran dapat mengeluarkan akting terbaiknya. Para aktor dan aktris ditantang untuk menjajal gaya akting yang berbeda. Dian Sastrowardoyo banyak bermain ekspresi muka yang jenaka, Oka Antara berakting sebagai pegawai kantoran, Hannah Al Rashid yang tampil anggun, dan Nicholas Saputra yang jahil.

Dian Sastrowardoyo menyampaikan, bekerjasama dengan Edwin adalah hal yang sudah lama diidamkan. “Saya mengenal karya Edwin sejak lama dan banyak belajar dari film ini karena proses kerja Edwin yang terbuka terhadap pendapat para pemain tentang karakternya. Edwin adalah pendengar yang baik. Kami banyak berdialog tentang bagaimana sebaiknya membentuk karakter Aruna,” ujar pemeran Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta tersebut.

Perpaduan makanan yang lezat dan obrolan bermutu dalam film Aruna dan Lidahnya siap dinikmati di bioskop Indonesia pada 27 September. Pastinya, film ini bisa membuat laper dan baper para penikmatnya.

Tonton Aruna dan Lidahnya yang kaya rasa: kuliner, cinta, persahabatan, intrik konspirasi di bioskop Indonesia. Rileks dan menyenangkan. Sajian yang nikmat untuk disantap beramai-ramai.