Mereka yang masih bertahan hidup sebagai remaja puber era 2005-an pasti sempat menyenandungkan lagu-lagu ciptaan Master Mister Ahmad Dhani. Termasuk yang berjudul “Pupus”: anthem untuk mereka saat dirundung galau asmara.

Kalau lagu itu sempat jadi penyelamat kesedihan remaja pada masanya, keadaan sekarang justru sedemikian berbalik. Ahmad Dhani juga berpotensi pupus. Termakan judul lagunya sendiri. 

Tapi, mari kita menelaah curriculum vitae beliau sebelum menyimpulkan bahwa karirnya akan pupus karena terlalu ngehek dalam pusaran politik praktis.

Cu Pat Kai sempat menyatakan satu kata mutiara penting tentang cinta: dari dulu deritanya tiada akhir! Begitu pula yang terkandung dalam lagu Pupus, yang coba kami hubungkan dengan riwayat Dhani Ahmad Prasetyo yang juga segera pupus.

Pupus punya pesona yang menyihir. Apalagi kalau melihat klip video lagunya. Rasanya cyukk banget. Ada cowok yang tulus memberikan cintanya, tapi si cewek memilih cowok yang lebih tajir.

“Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Meski kau takkan pernah tahu,” teriak si jomblo dalam kamar mandi atau ketika berjalan di tempat sepi.

Berbeda dengan rekan lainnya seperti gitaris Andra yang konsisten di jalur musik, Ahmad Dhani mencoba peruntungan di dunia politik. Tapi, justru itu membuatnya celaka.

Dengan lagu-lagu ciptaannya, Ahmad Dhani sebenarnya memiliki banyak fans. Baladewa tersebar di seluruh Nusantara. Lagu-lagunya yang romantis dan mellow sangat nyaman didengarkan hamba patah hati yang tertolak cintanya.

Lagu-lagu ciptaan Dhani juga mengajak fakir cinta untuk tetap bersabar dan mencintai si doi dengan tulus pasrah. Meskipun cinta itu palsu karena yang dipuja lebih memilih areknya yang lebih sip dan yahud. Cuk!

Karir Ahmad Dhani di belantika musik Nusantara juga sebenarnya cukup panjang. Bersama Dewa 19, dia menelurkan album pertama pada 1992. Hingga tahun 2009, Dhani setidaknya sudah 12 kali menelurkan album.

Sayang, Dewa hanya bisa bertahan selama dua dekade. Sebab, sejak 2011, band asal Surabaya itu tak lagi aktif.

Berbeda dengan rekan lainnya seperti gitaris Andra yang konsisten di jalur musik, Ahmad Dhani mencoba peruntungan di dunia politik. Tapi, justru itu membuatnya celaka.

Dimulai saat Dhani bergabung bersama Gerindra, tapi langsung kalah di pilkada Bekasi. Saat itu dia menjadi calon wakil bupati dan berpasangan dengan Sa’duddin.

Tahun ini, judul lagu “Pupus” sepertinya jadi kutukan. Dunia seakan makin suram terhadapnya. Banyak kasus pidana yang dihadapi Ahmad Dhani. Sikap oposisinya yang di luar batas normal membuat dia jadi tersangka makar pada 2016.

Belum selesai pada satu kasus makar, Oktober tahun ini Dhani menghadapi dua kasus baru. Yakni, dugaan pencemaran nama baik serta dugaan penipuan dan penggelapan.

Untuk kasus pencemaran nama baik, Dhani sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (18/10). Dia dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE. Pasalnya, dia menyebut kata ‘idiot’ pada sekelompok orang yang menolaknya melakukan orasi ganti presiden saat berada di Surabaya.

Suroboyo kok mbok provokatori, Dhan! Dancok!

“Kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, kemudian memeriksa ahli yang lain, memeriksa saksi yang lain. Sehingga kami telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” tegas Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.

Bukan hanya itu, Dhani harus bersiap menghadapi kasus lain yang juga ditangani Polda Jatim. Yakni, proyek pembangunan vila di Kota Batu yang tidak jelas juntrungannya.

Dhani dilaporkan Moh. Zaini Ilyas, pengusaha asal Kabupaten Malang. Dhani meminta bantuan modal Rp 400 juta kepada Zaini.

Dia berjanji akan membagikan keuntungan 5 persen serta mengembalikan uang selama satu bulan pada awal 2016.

Namun, hingga kini, baru Rp 200 juta yang dikembalikan Dhani. Sisanya beserta nilai keuntungan belum diberikan. “Karena diduga melakukan penipuan, korban merasa dirugikan Rp 200 juta,” jelas Barung.

Selasa (23/10), semestinya Dhani datang untuk memenuhi panggilan atas kasus dugaan pencemaran nama baik. Tapi, dia tidak hadir dengan alasan yang tak jelas. Rabu (24/10), dia juga seharusnya diperiksa atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Terkait kasus pencemaran nama baik, polda menjadwalkan untuk kembali memanggil Dhani pada Jumat (26/10). Setelah itu, Dhani kembali diperiksa terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan minggu berikutnya.

Hingga sangat mungkin dia akan ditahan di ruang penjara Polda Jatim.

Tanda-tanda Dhani bakal ditahan semakin terlihat dari pencekalannya saat ini. Polisi sudah berkirim surat ke imigrasi agar Dhani tak bisa pergi ke luar negeri. Hal itu sudah diamini pihak imigrasi.

Tapi sudahlah, saya sudah capek menjelaskan panjang lebar dan mengutip source berita sana-sini. Silakan simpulkan sendiri. Tentu sambil nyanyi lagu Pupus dengan gaya growling hardcore sampai urat suara putus, saking pegelnya.