Bintang dangdut koplo Sodiq Monata baru-baru ini bersedih. Dia baru saja ditinggal istri tercintanya, almarhum Indah Yuliani. Yang meninggal pada Rabu (26/9) pagi.

Kesedihan itu sangat terlihat dalam status akun Instagram miliknya yang diupload beberapa hari setelah istrinya meninggal. “Selamat jalan sayangku. Selamat tidur panjang bidadari surgaku. Semoga kau damai di sisinya,” tulis Sodiq.

Pria yang terkenal ramah ini bercerita bahwa dia telah hidup berumah tangga dengan almarhum selama 35 tahun. Dan selama itu sudah dikaruniai empat orang anak. Selain itu sudah dapat seorang cucu juga.

Namun, selama 14 tahun terakhir ini istrinya mengalami sakit stroke. Sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Hari-harinya hanya dihabiskan di ranjang tidur saja.

Meski demikian dalam sebuah wawancara dengan koran harian, Sodiq mengaku sabar menghadapi istrinya. Dia tetap merawatnya. Dan termasuk juga menggantikan popok sang istri yang sudah tidak bisa bergerak tersebut.

Jika malam sepulang manggung, Sodiq harus bangun pagi sekali keesokan harinya. Dia sendiri yang memandikan istrinya tanpa menyewa pembantu. Dan juga menemani sang istri untuk berjemur di pagi harinya. “Yo iki jimatku. Ikhlas aku ngrawat bojoku,” ujar Cak Sodiq demikian biasa disapa.

“Bojoku tak gowo muter-muter Pandaan sampai Tretes. Di tempat sepi, tak ajak omong dewe, Yul, ayo waraso, aku wis sugih sak iki, duwekku wis akeh, aku biyen sing dihina wong kampung, jarene gak iso numpak sepeda motor, sak iki aku wis iso tuku mobil Yul, ayo waraso sayang, kita bersenang-senang. Tak delok bojoku iso nangis, air matanya berlinang,” kenangnya yang juga ikut menangis saat itu.

 

Menikah selama puluhan tahun tentu banyak kenangan pahit maupun manis yang dialami Sodiq. Salah satu yang dibanggakan oleh Sodiq dari sang istri ialah almarhum disebut istri yang setia dan betah diajak untuk hidup susah.

Sampai pernah suatu hari, almarhum tidak mampu memasak apapun sebab tidak memiliki uang. Hendak utang ke warung terdekat namun malu karena sudah banyak tanggungan.

Saat itu yang dilakukan oleh almarhum ialah dengan memberikan sarapan dari pemberian tetangga kepada anaknya. Sementara dia beserta dengan Sodiq memilih untuk “puasa” pada pagi itu.

Namun, takdir rupanya berputar bagi keluarga Sodiq. Dari yang sebelumnya pengangguran, Sodiq mulai berkerja secara serabutan maupun kuli bangunan. Hingga juga sempat menjual nasi serta mie goreng keliling.

Sembari berdagang itu Sodiq, mencari tambahan dengan mengamen siang harinya di terminal Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Dari situ lah dia kemudian berkenalan dengan dunia orkes melayu.

Hanya saja saat itu Sodiq tidak langsung menjadi pemain. Melainkan memulai karir dari sangat bawah. Mulai cek sound, asisten hingga akhirnya mampu tenar seperti sekarang sebagai Raja Dangdut Koplo Pantura.

Ketika sudah berjaya seperti sekarang, Sodiq bukannya tanpa dihinggapi kesedihan. Saat dia mampu membeli mobil untuk yang pertama kalinya dia langsung mengajak istrinya untuk jalan-jalan.

“Bojoku tak gowo muter-muter Pandaan sampai Tretes. Di tempat sepi, tak ajak omong dewe, Yul, ayo waraso, aku wis sugih sak iki, duwekku wis akeh, aku biyen sing dihina wong kampung, jarene gak iso numpak sepeda motor, sak iki aku wis iso tuku mobil Yul, ayo waraso sayang, kita bersenang-senang. Tak delok bojoku iso nangis, air matanya berlinang,” kenangnya yang juga ikut menangis saat itu.

Kini almarhum, sang Azimat yang sebagaimana diakui Sodiq telah pergi. Meski demikian Sodiq tetap mengaku mencintai istrinya tersebut. “Meski kita hidup di alam yang berbeda. Karena aku sadar; terkadang cinta tak harus bersama. Semoga Tuhan memperkenankan kita menyatu kembali, kelak di surga. Aku yakin dibalik semua ini Allah punya rencana yang baik,” curhat Sodiq.