Tanggal 1 Oktober merupakan hari bersejarah bagi Vyanisty. Sebab, itu merupakan tanggal lahir idolanya, Via Vallen. Tanpa ada Via Vallen, maka tidak ada yang namanya Vyanisty.

Penyanyi bernama asli Maulidia Oktavia tersebut merayakan ulang tahunnya yang ke-27. Yang berarti hari ini, berbarengan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Dia adalah dara kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991.

Nama Via Vallen memang cukup fenomenal di dunia industri musik Indonesia. Belum ada yang mengalahkan Via Vallen dalam hal viewer di YouTube. Lagunya yang berjudul Sayang sudah ditonton lebih dari seratus juta kali.

Penyanyi-penyanyi pop lainnya macam Agnes Monica mah sampai lewat. Hingga ada yang mencurigai, jangan-jangan admin dari YouTube aslinya adalah penggemar musik dangdut. Khususnya dangdut koplo.

Via Vallen sudah menyanyi sejak remaja atau usia belasan tahun. Namun, awalnya dia tidak langsung suka ke genre musik dangdut. Melainkan genre musik rock.

Umumnya, gadis kelahiran tahun 90-an memang sangat mengidolakan band Evanescence yang populer sekitar tahun 2005. Karena penyanyinya adalah seorang perempuan, Amy Lee.

Kalau kamu Vyanisty, tentu paham betul perihal pemilihan nama Vallen di belakang Via. Sebab, Mbak Via juga mengidolakan gitaris Evanescence, Fallen. Sehingga dia ikut menisbatkan nama Fallen pada nama belakangnya. Hanya saja menggunakan huruf V (Victory), bukan F (Fanta).

Perihal pemilihan nama tersebut, Via Vallen memang sangat cerdas. Namanya tidak sama dengan biduan dangdut lainnya yang cenderung memilih nama agak ndeso. Nama yang cenderung kebarat-baratan itu membuat Via Vallen mudah diingat dan kemudian memiliki fans yang dinamakan Vyanisty.

Vyanisty sendiri ada sejak sekitar tahun 2010. Sejak saat itu, Via Vallen ketika manggung selalu menggemakan nama Vyanisty untuk diajak bernyanyi bersama dari atas panggung.

Kini ada dua penyanyi yang mulai terlihat untuk menjadi diva dangdut dari Jawa Timur. Yaitu, Tasya Rosmala atau terkenal dengan Tasya Ratu Gopo asal Pasuruan serta Jihan Audy asal Mojokerto.

Sebagai biduan, Via Vallen sudah malang melintang manggung bersama orkes Melayu yang cukup mainstream. Sebut saja Monata, New Pallapa, dan Sera. Tapi, dia lebih sering manggung bersama Sera.

Nama Via Vallen juga dipopulerkan MC (pembawa acara) OM Sera, Cak Arifin. “Vyanisty, inilah yang kita tunggu-tunggu; Viaaa Valleeen…” Kira-kira demikianlah Cak Arifin menyapa Vyanisty, sekaligus memberikan jalan kepada Via Vallen untuk manggung ketika itu.

Hingga di tahun 2017, Via Vallen menemukan keberuntungannya. Dia dianggap pas atau sesuai saat membawakan lagu yang berjudul Sayang. Dengan penampilan Via Vallen yang sudah lebih kalem, masyarakat sangat menyukai klip videonya dalam lagu Sayang yang bisa dilihat bebas lewat YouTube.

Lagu Sayang tidak hanya populer di Jawa Timur maupun Pulau Jawa. Lagu itu bahkan bisa dinyanyikan anak-anak yang berada di Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur. Padahal, lagunya berbahasa Jawa, bukan bahasa Indonesia.

Di tahun 2017, Via Vallen juga menyabet banyak prestasi yang cukup prestisius. Mulai SCTV Music Awards, Indonesian Dangdut Awards, SCTV Awards, hingga MNCTV Anugerah Dangdut Indonesia. Dan, pada 2018 ini, dia kembali menyabet penghargaan di SCTV Music Awards.

Namun, seperti halnya roda, perputaran pasti ada. Ada yang memprediksi bahwa popularitas Via Vallen akan meredup tiga tahun lagi.

Sebab, sepanjang sejarah, jarang ada penyanyi dangdut yang bisa bertahan lebih dari satu dekade atau sepuluh tahun. Regenerasi dari bawah selalu tumbuh. Seperti halnya Inul Daratista yang dulu populer dan kini mulai digantikan generasi selanjutnya.

Kini ada dua penyanyi yang mulai terlihat untuk menjadi diva dangdut dari Jawa Timur. Yaitu, Tasya Rosmala atau terkenal dengan Tasya Ratu Gopo asal Pasuruan serta Jihan Audy asal Mojokerto.

Keduanya saat ini baru duduk di bangku SMA. Tiga tahun lagi, setelah lulus SMA, keduanya mungkin baru bisa total dalam berkarir untuk meramaikan belantika musik dangdut nusantara.

Nama Tasya sudah sangat fenomenal, bahkan sejak dia kecil. Tasya diketahui manggung dengan penyanyi-penyanyi senior sejak masih SD. Sementara itu, Jihan Audy mulai manggung dengan beberapa orkes Melayu yang mainstream sejak SMP.

Suara Tasya dan Jihan juga sangat mudah ditemui. Terutama yang biasa menaiki transportasi bus antarprovinsi. Sopir maupun kondektur yang mulai bosan dengan suara Via Vallen serta Nella Kharisma, menyetel lagu Tasya Rosmala dan Jihan Audy yang terlihat lebih unyu dan memiliki senyuman manis khas anak ABG.