Rokok Sehat Tentrem memang menjadi fenomena yang menarik di kalangan ahli hisab seluruh Indonesia pada akhir-akhir ini. Tersebar di media sosial maupun di lingkungan pergaulan warung kopi bahwasanya rokok ini memang mujarab. Nikmat, penuh manfaat, berbau seperti ganja, dan harganya cukup mahal.

Seluruh kampanye dari pemerintah menyebut rokok berbahaya. Seluruh bungkus rokok di Indonesia menyatakan bahaya rokok jika dikonsumsi. Apalagi sekarang sudah ada gambar menyeramkan seperti tenggorokan berlubang yang dicantumkan untuk menunjukkan salah satu dampak negatif rokok.

Dari ‘Merokok Dapat Merugikan Kesehatan’, ‘Merokok Dapat Mengakibatkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, Gangguan Kehamilan, dan Janin’, hingga sekarang ‘Merokok Membunuhmu’ yang ditambah pula dengan gambar orang penyakitan.

Oleh karena itu rokok selalu mempunyai stigma yang jelek dari masyarakat. Rokok menjadi kambing hitam akan banyaknya penyakit yang beredar. Padahal pemerintah juga terkesan munafik karena cukai yang didapat dari rokok berkontribusi banyak untuk APBN.

Di tengah teror kekonyolan peringatan “Rokok Membunuhmu”, justru rokok Sehat Tentrem dengan lugas menyatakan “Rokok Ini Dapat Menyebabkan Kesehatan”.

Sebagai seorang kretekus yoiku penghayat kretek, mengetahui wacana semacam ini memang budaya tanding yang menarik. Ada perlawanan yang dilakukan sebuah industri rokok kretek terhadap stigma negatif yang terus diproklamasikan pemerintah dan diiyakan oleh masyarakat anti rokok.

Sehat Tentrem seperti mengiyakan penelitian Profesor Gretha Zahar yang menyebut Divine Kretek. Sebutan ini berarti bahwa kretek adalah suatu hal yang ‘divine’ yang berarti hebat, istimewa, atau bersifat ilahiah.

Ini sejalan dengan yang disampaikan Gretha Zahar bahwa sebenarnya rokok tidak semenyeramkan itu. Yang dilakukan ST ini setidaknya cukup merebut perhatian banyak kretekus.

Bagi pencinta kretek, membahas Sehat Tentrem memang sangat menarik. Dari banyak khasiat yang merebak di media sosial banyak membuat para kretekus beralih dari rokok sebelumnya untuk memilih rokok Sehat Tentrem. Bahkan banyak juga dari yang telah berhenti merokok, kembali merokok karena ST.

Beragam rupa jenis rokok ST dengan harga yang relatif mahal juga sering menimbulkan perbincangan. Rokok tanpa filter ini muncul di pasaran dengan harga mulai sama seperti rokok pada umumnya hingga sampai puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan.

Beberapa jenis rokok ST di pasaran adalah Raos Ngeten Purun, Raos Ngeten Mawon, Raos Paling Eco, Merah Putih, Alastu Caffetin, Alastu Blokosutho, hingga Syifaa yang harganya ratusan ribu per bungkus. Setiap jenis rokok itu mempunyai khasiat tertentu bagi setiap penggunanya. Jenis rokok Sehat Tentrem ini juga menyesuaikan selera, manfaat bagi kondisi tubuh, dan sing pasti yo dompet konsumennya.

Yang membuat ST lebih menarik diamati, selain dikonsumsi secara konvensional, rokok ini juga bisa dikonsumsi dengan cara diseduh dan diminum sebagaimana jamu. Hasil abu dari hasil pembakaran rokok pun bagi sebagian kalangan bisa digunakan untuk mengeringkan luka bakar. Bahkan ada yang ekstrim lagi, ialah memakai rokok ST untuk mandi.

Khasiat ST yang sangat mujarab ini telah banyak menyebar. Ratusan testimoni dari para kretekus membuat kretek yang satu ini bukanlah kretek sembarangan.

Ketika pertama kali mencium bau hasil pembakaran rokok ST dari salah seorang teman, aromanya mirip seperti ganja. Setelah mencari tahu tentang apa kandungan komposisi di dalamnya, saya baru tahu bahwa aroma itu adalah dihasilkan dari jinten hitam.

Rupanya, dalam satu batang kretek ini ada banyak rempah-rempah yang digunakan. Di antaranya adalah jinten, kapulaga, cengkeh khusus, bermacam jenis tembakau, dan sebagainya.

Untuk mencari rokok ini sebenarnya susah-susah gampang, karena rokok ini tidak dijual sembarangan di toko-toko rokok konvensional. Meski begitu kita bisa memesannya secara online di tempat-tempat yang biasa dibagikan di akun media sosial dari STHolics. Bisa juga melalui agen-agen yang telah ditetapkan.

Seperti yang saya sebut di atas, fenomena ST ini juga bukti hadirnya bentuk perlawanan terhadap wacana mainstream, bahwa produk olahan tembakau berupa Kretek adalah sumber dari segala sumber penyakit seperti didakwakan oleh konsep kesehatan modern ala Barat.

Keberadaan ST juga merupakan diskursus sub-alternatif, yang menantang superioritas dan hegemoni wacana kesehatan satu dimensi.

Rokok ST yang mempunyai double cover pada bungkusnya seperti ingin menyampaikan sebuah pesan yang tidak bisa diberikan hanya dengan satu cover.

Pada bungkus pertama ST mempunyai gambar yang menyeramkan seperti rokok pada umumnya. Peringatan bahaya merokok dengan gambar orang penyakitan yang konon disebabkan oleh rokok.

Sedangkan pada bungkus kedua ST menyampaikan bahwa rokok ini merupakan rokok yang menimbulkan kesehatan.
Karena sangat penasaran dengan rokok ini, saya pun melangsungkan perjalanan ke Jombang. Tempat di mana rokok nikmat ini tercipta.

(Bersambung)