Malam minggu kemarin bisa jadi malam terlaknat bagi jomblo. Kepedihan menghabiskan akhir pekan dalam kesendirian semakin perih dengan siaran live Royal Wedding. Hembok, piye rasane atimu mblo?

Jika biasanya doa minta hujan dipanjatkan agar tak perlu melihat para couple berseliweran di depan mata, kali ini doa lebih dahsyat apa yang bisa dihaturkan. Bahkan mau sembunyi di rice cooker pun tak bisa. Tempat itu sudah dikuasai member grup kasidah.

Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle memang super so sweet. Teman-teman perempuan saya bersahut-sahutan bilang awww…sambil kedua tangannya memegang pipi (nya sendiri ya, namanya juga jomblo) ala-ala personel K-Pop saat melihat rangkaian acara di Windsor Castle.

Tak banyak kata, tapi tatapan the bride and the groom mampu membuat yang melihat blushing. Markle digandeng menuju altar oleh calon mertuanya, Pangeran Charles. Di sana, Harry sudah menanti sambil terpaku melihat pesona bintang serial Suits itu. ”You look amazing, I’m so lucky,” kata Harry bikin para jomblo makin mrimbikmrimbik.

Banyak momen emosional di pernikahan pasangan yang diberi kerajaan gelar Duke and Duchess of Sussex itu.

Ratusan juta pasang mata dari segala penjuru dunia menyaksikan acara itu melalui beragam media dan platform.

Royal Wedding memang selalu menarik untuk disimak. Seperti menjawab impian banyak gadis yang ingin diperistri pangeran dan diajak pindah ke istana.

Selain itu, rangkaian acaranya memperlihatkan sesuatu yang tak sering orang lihat. Misalnya, kehidupan di balik pagar Buckingham atau Kengsinton Palace. Bagaimana tampilan para pangeran dan puteri. Apa saja yang dilakukan kalau anak ratu menikah. Ya meski itu mungkin hanya menggambarkan sepersekian persen, tetap saja menyedot perhatian.

Royal Wedding kali ini mungkin tidak seheboh pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton tujuh tahun lalu. Meski biaya yang dibutuhkan juga tetap spektakuler (gaun pengantin Markle yang rilisan Givenchy itu saja dibanderol Rp 3 miliar–Rp 5 miliar). Belum lagi riasan yang bikin netizen Indonesia ikut nyinyir karena dianggap terlalu polos.

Dandanan Markle memang mengambil genre make-up no make-up. Itu butuh keahlian luar biasa. Bagaimana menghadirkan tampilan flawless natural dengan sapuan foundation, concealer, highlighter, eye shadow, dan blush on.

Alih-alih disasak laksana putri keraton, Markle justru memilih messy bun sebagai hair do. Gaya acak-acakan tapi tetap terlihat super mbois. Angel gak iku lur? Angel lah..But they did it. Tim make-up mampu mengubah Markle menjadi mempelai yang huayuneeee talah.

Tapi, bagaimanapun, Harry bukan orang terdekat yang akan menjadi raja Inggris. Jika nanti Ratu Elizabeth II turun takhta, mahkota itu akan turun ke putranya, Pangeran Charles.

Namun, media Inggris justru ragu jika Charles akan mengambil kesempatan tersebut. Mengingat, usianya kini tak muda lagi, yakni 69 tahun. Charles merupakan calon raja yang paling lama mengantre jabatan karena ibunya yang kini berusia 92 tahun (long live Queen!!!) tecatat sebagai ratu Inggris terlama. Selain itu, sejarah cinta Charles dengan istrinya kini, Camila Parker, masih menyakitkan hati banyak rakyat Inggris.

Jadi, sangat mungkin takhta tersebut akan langsung diserahkan kepada Pangeran William. Kalau William pensiun, mahkota itu diberikan secara berurutan kepada tiga anaknya. Yakni, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis.

Itu artinya, Harry hanya berada di posisi keenam pewaris kerajaan Inggris. Sebuah hal yang rasanya tak mungkin didapatkan jika dilihat dari usia.

Meski begitu, pernikahan Harry dan Markle menjadi satu catatan tersendiri. Kehadiran Markle di keluarga kerajaan menunjukkan bahwa salah satu sistem monarki tertua di dunia itu terus mengalami pergeseran. Menjadi lebih terbuka dan lebih modern.

Middleton sebelumnya juga menjadi sejarah sebagai orang biasa yang dipersunting calon raja setelah 350 tahun kerajaan hanya menerima anggota keluarga baru dari orang-orang yang dekat dengan kerajaan. Setidaknya punya kastil.

Namun, Markle membawa pesan yang lebih kuat. Dia bukan hanya kalangan orang biasa, tapi juga orang Amerika, kulit berwarna, dan seorang janda.

Puluhan tahun lalu terasa sulit bagi seseorang seperti Markle untuk masuk ke sistem kerajaan. Raja Edward VIII hanya bertahan setahun sebagai pemimpin kerajaan pada 1936 karena dia nekat menikahi Wallis Simpson, janda dua kali cerai hidup.

Pergeseran tersebut membawa imbas yang bagus. Menunjukkan bahwa kerajaan semakin menghargai perbedaan ras. Sebuah hal yang penting mengingat multikultularisme kini menjadi isu penting di Inggris, menyusul kasus kriminal dan terorisme yang dituduhkan kepada imigran.

Jadi, buat yang baper malam minggu kemarin, setidaknya kita bisa berharap keberadaan Markle yang merupakan turunan Afrika-Amerika itu bisa memberi pengaruh baik. Meski sedikit.

***

Pada 22 tahun silam, Markle di usianya yang ke-15 tahun duduk di depan Buckingham Palace sambil berfoto. Itu seperti sebuah pertanda. Lalu, ada yang bilang jika ingin meniru nasib Markle, silakan melakukan hal serupa. Fyi, di Indonesia masih ada ratusan kerajaan yang eksis. Mumpung Lebaran belum datang (masa paling tidak mengenakkan bagi jomblo karena banyak yang tanya mana calonnya?), mending mulai sekarang pamit ke bapak ibu. Bilang mau jelajah kerajaan nusantara. Siapa tau bisa punya Royal Wedding sendiri. Kalau tak berhasil juga, ya makan saja Rondo Royal. Mungkin levelmu baru segitu mblo (jahat ih jahat)…