Terungkapnya sel-sel mewah di Lapas Sukamiskin sebenarnya gak bikin kaget, Gaes. Gak usah nggumun. Praktik seperti itu sudah sering terjadi. 

Gak usah adoh-adoh ke Sukamisqueen. Di Rutan Medaeng juga ada sel mewah. Bahkan terjadi praktik jual beli fasilitas untuk tahanan yang terang-terangan. Gak ada yang menindak. Bahkan sudah terjadi sangat lama.

Ini saya tahu sendiri karena punya teman yang “sekolah” di sana. Dia masuk Medaeng karena jadi distributor narkoba tingkat kecamatan. Nah, sebagai teman yang baik dan tidak punya pacar, saya rajin menjenguknya. 

Dari situlah saya tahu bahwa teman saya ini termasuk tahanan yang diistimewakan. Dalam satu sel, dia hanya berbagi dengan tiga orang. Normalnya, dia harus tidur ala-ala pindang diwadahi besek. Sak sel bisa tidur bareng 20–40 orang.

Dia bisa mendapat previlege itu karena berani bayar. Ya, di dunia ini apa sih ya yang gratis. Buang air aja harus bayar.

Nah, satu sel dengan hanya tiga orang itu ada harganya. Waktu itu sekitar Rp 5–7 juta per tiga bulan. Mahal ya? Mahal sekalee. Itu masih urusan tidur meniduri alias nggon turu, belum termasuk akses untuk HP.

Di Medaeng, para tahanan tetap bisa main Facebook, Twitter, Instagram. Bahkan mau karaoke pakai Smule atau Tik Tok juga bisa. Syaratnya, gampang. Bayar ongkos buat masukin HP ke sel. 

Berapa tarifnya? Beda-beda. Uniknya, perbedaan tarif tersebut didasarkan pada merek HP. Yo nek HP-mu sing lambang apel yo siap-siapo bowoh ae haha. 

Tapi nek hapemu lambange apel bosok alias HP sing pokoke mek isok telepon SMS, yo murah, Rek. Opo maneh HP seng biasane digawe kalkulator bakul lombok.

Nah, ponsel itu dititipkan melalui sipir sesuai harga dan kesepakatan. Namun, belum berhenti di situ. Napi yang sudah menyepakati harga pun kadang-kadang tetap berhati-hati saat menggunakannya di dalam rutan. 

Seketika napi lengah dan ada sipir yang menangkap katoknya basah, eh tangkap basah, si napi harus merogoh kocek untuk menyuapnya. Ya, minimal rokok sak pak lah, Rek. Harga rokok satu pak di rutan dan di jalanan jelas beda. 

Di Medaeng, semua harga akan dikalikan dua. Cuks cuks wes melbu penjara, kenek bogog sisan. Namun, karena orang Indonesia ahli akal, ada saja cara napi untuk memasukkan HP ke sel. 

Misalnya dia tidak punya uang untuk membayar sipir, sanak saudaranya akan digunakan sebagai kendaraan licik. 

Caranya bagaimana? 

Ketika napi itu kebetulan memiliki entah anak bayi atau ponakan bayi, handphone tersebut bisa diselipkan di dalam popok bayi. Amazing kan?

Nah, soal harga kebutuhan, keunikan juga datang dari sektor makanan. 

Tak kandani yo rek, panganan nang njero Medaeng iku ga enak. Segone atos koyok karak. Iwake yo tempe tahu. Yo jenenge wong nebus. Koyok film The Shawsank Redemption hehe. Sayange, Medaeng ga duwe tembok sing isok dijebol koyok film. 

Nah, bagaimana napi bisa cekelan duit nang njero tahanan? Urusan gampang iku. Bayangkan napi itu ketika dijenguk saudaranya, apalagi jika napinya memang kaya raya. Mereka biasanya menginginkan fasilitas lebih terutama urusan makanan. 

Ya onok rego onok rupo. Ya tentu saja sanak saudara mereka memberi sangu alias dititipi duek napi e ben isok gaya hore koyok nang mal. 

Jare sopo napi gaisok mangan MCD? Jelas isok tapi regone naik 100 persen.

Kon pingin pizza? Yo jelas isok. Kabeh isok rek. Opo sing ga isok asal onok duwek. 

Makane, akeh konco seng metu penjara bukane tambah tobat. Tapi tambah stres. Ngelu. Soale nang penjara iku sampek ngentekno omah siji. Metu penjara? Yo yopo carane oleh omah maneh.