Tak bisa dimungkiri, sebelum bombardir audiovisual dari bokep yang dijejalkan di otak kita saat puber —kebanyakan tersebar di warnet-warnet mesum— cerita dewasa yang berbasis teks pernah jadi primadona.

Mengandalkan kekuatan imajinasi dan daya khayal tinggi, cerita beginian berperan mendidik kedewasaan kita.

Kalau bokep memungkinkan kita untuk sekali tembak dan kena, cerita dewasa adalah anomali. Berlarut-larut dalam menyusun plot, menampilkan klimaks yang terus meningkat, dan selanjutnya… Crot!

Dan kamu akan terus menagih cerita-cerita lendir lainnya.

Di era 90-an, sempat booming cerita dewasa karangan Enny Arrow dan Freddy S. Mereka menjual stensilan dengan cover mencolok, pure sensual yang mirip gambar-gambar di belakang truk sange pantura.

Sejarah berulang di era 2000-an saat internet menjajah. Era bokep hampir berbarengan dengan cerita seks yang juga tersebar di situs-situs alternatif.

Zaman berganti. Bokep pun menampilkan kemajuan mutakhir (yang terakhir bahkan bisa memakai artificial intelligence, di mana kamu bisa menampilkan artis Hollywood idolamu dan bermain seks meskipun palsu dan hanya pakai tempelan wajah).

Tapi, bagaimana dengan cerita dewasa?

Membahas hal tabu macam begini tidak berarti mendewakan lendir dan esek-esek. Ini hanya jadi pengingat bahwa pada zamannya dulu, kita pernah dan mungkin sering berbuat hal-hal tertentu dengan bantuan cerita dewasa.

Karena itu, saya akan kembali mengajak kalian mengunjungi cerita dewasa, menemukan beberapa argumen kalau cerita dewasa memang lebih goks dibanding jutaan gigabyte koleksi Sasha Grey dan Mia Khalifa di hardisk-mu!

1. Cerita Dewasa Membimbing Imajinasi Tak Terbatas dan Melampauinya

Di cerita dewasa kita tidak disuguhi bintang-bintang, katakanlah Rin Sakuragi atau Maria Ozawa. Bintangnya adalah pikiran kotor kita sendiri, yang dipenuhi bayangan keruh soal lendir dan fantasi geli-geli basah.

Imajinasi liar kita bisa merepet ke mana-mana, menuju alam bawah sadar yang menyimpan segala nafsu yang belum dan tidak akan mungkin terlampiaskan.

Cerita soal menyemburit ibu kos atau tetangga genit mungkin tidak akan pernah terjadi di dunia nyata yang fana ini.

Tapi, cerita dewasa membantu kita meraih itu semua. Meskipun palsu dan butuh lotion pelembap untuk meraih sedikit aahh!

2. Cerita Dewasa Membimbing Kita Menemukan Istilah Baru

Bokep tidak membantu kita soal pengetahuan seksual. Semuanya audiovisual dan kosong melompong secara literasi.

Istilah seperti klitoris, klimaks, atau orgasme malah mungkin kita dapatkan dari cerita dewasa.

Atau istilah-istilah agak kotor seperti puki dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan di sini, berpotensi menambah pengetahuan kita soal khazanah preferensi seksual.

Buang semua buku teks biologimu yang membahas anatomi tubuh manusia karena cerita dewasa jauh lebih menyenangkan dan blak-blakan.

3. Masalah Drama yang Lebih Kompleks dan Berkelas

Drama di bokep hanya berkisar soal tukang ledeng yang bermain gagah-gagahan dengan nyonya tuan rumah. Atau yang lebih liar terjadi di alam bokep Jepang, seperti saat alien bermain gelap-gelapan dengan predator.

Di cerita dewasa, tidak ada ide mentok dalam cerita. Semuanya bisa terjadi. Bahkan yang mustahil seperti permainan dengan penyanyi dangdut idolamu.

Drama di dalamnya juga bisa kita hayati seperti cerita pendek. Ada plot dan klimaks yang pelan-pelan meresap dalam ingatan.

Kadang bokep membuat buntu karena nalarnya terlalu condong ke arah tancap gas. Cerita dewasa tidak separah itu jika kalian bisa menemukan source yang bagus.

Tentu saja di era kolot seperti sekarang, menemukannya harus pakai proxy.

4. Menghindari Ejakulasi Dini

Kebanyakan bermain dengan lotion dan tangan yang konstan pada gerakan mengurut atau menggesek (if you know what I mean), menurut sejumlah penelitian berpotensi memicu ejakulasi dini.

Apalagi dibantu dengan bokep, yang kadang membuat kita terengah-engah bahkan sebelum sampai di akhir.

Cerita dewasa berbeda. Kita akan digiring pada sejumlah adegan semipanas. Membuat kita bisa mengurut pelan-pelan, membuat basah sampai pada akhir cerita, dan berteriak dengan daya kejut tinggi.

Cerita dewasa berpotensi menghindarkan kita dari ejakulasi dini karena ada proses meresapi cerita secara perlahan-lahan. 

Tapi tetap tidak boleh sering-sering, dong.