Tidak ada yang lebih seru dan mendebarkan dibanding situasi politik akhir-akhir ini. Membuat lambung saya sedikit kram karena kebablasan saat ngakak.

Saya sampai tak bisa lagi mengomentari apa pun. Segalanya terlalu epik dan sulit dipercaya.

Biasanya, saya selalu malas menonton video berita di YouTube (mendingan nonton video populer Indonesia). Tapi apa daya, trending teratas di platform sharing video saat saya menuliskan ini masih didominasi Skandal Hoax Pengeroyokan Ratna Sarumpaet di urutan pertama.

Sisanya masih soal gempa Palu (dan ini juga agak menggelikan karena yang trending malah Bapak Sigit Purnomo alias Pasha Ungu yang tidur di tenda).

Karena sudah kehabisan tenaga untuk ngakak sak pol-pol’e, dan obrolan di warung kopi semakin membuat saya tidak bisa menahan kencing karena ada saja pembahasan yang nyerempet-nyerempet Ratna, saya memutuskan untuk berhenti sejenak.

Tapi ya ampun, berita gila-gilaan ini memang seolah tak ada habisnya. Salah seorang rekan tiba-tiba memamerkan komentar-komentar di akun YouTube yang jadi trending pertama.

Saya kembali tertarik menjelajah dan menemukan satu fakta yang sedikit mengharukan: tidak ada lagi cebong-kampret. Semuanya bersatu padu untuk mencaci dan menghakimi satu sosok yang dianggap sebagai public enemy.

Trims berat Bu Ratna sudah menyatukan Indonesia.

Komentar-komentarnya lumayan lucu juga. Berikut beberapa isi komentar yang paling mendominasi, populer, dan akhirnya sukses membuat lambung saya kembali kram dan tidak kuat lagi menahan kemih.

1. The Best Prank 2018

Atta Halilintar, Rando, Young Lex, dan siapa pun itu mending tidak usah lagi bikin konten prank di YouTube. Sorry nih bro, kamu tidak ada apa-apanya dibanding prank Bu Ratna.

Siapa lagi yang lebih hebat dalam menciptakan prank penuh kekacauan yang bisa membuat para petinggi partai dan negara berkumpul dan menggelar konferensi pers superserius, padahal mereka sudah dibodohi.

The best epic prank of the decade.

2. Lainnya Sibuk Ngurusin Gempa Palu, Ini Malah Drama

Ini adalah komentar dari manusia-manusia bijaksana. Menurut mereka, ada yang jauh lebih penting ketimbang drama Bu Ratna.

Saya respek dengan komentar itu. Drama Bu Ratna disikapi dengan bodo amat. Tidak berguna dan seharusnya ditanggapi biasa-biasa saja.

Eh, tapi saya jadi heran. Kenapa mereka jadi ikut-ikutan komen, ya?

3. Duta Operasi Plastik Nasional

Trims berat Dokter Tompi atas penjelasannya yang juga jadi trending di YouTube. Mungkin berkat video Anda, netizen yang budiman menemukan satu julukan baru untuk Bu Ratna selain aktivis: Duta Operasi Plastik Nasional!

Gelar baru tersebut diberikan secara semena-mena dan seenak udel. Tapi, itu memang terjadi karena prestasi Bu Ratna dianggap begitu luar biasa.

Karena jasa beliau, kita-kita jadi tahu seluk-beluk operasi plastik. Peran Bu Ratna dalam memicu diskusi soal operasi plastik layak dicatat dalam sejarah perkembangan ilmu bedah.

4. Matinya Hashtag #2019GantiPresiden

Seperti yang saya katakan tadi, kaum cebong-kampret tidak akan kentara dalam kolom komentar. Seluruhnya bersatu padu maido.

Bahkan, hashtag yang populer akhir-akhir ini, #2019GantiPresiden, tidak tampak di kolom komentar. Alangkah rukunnya negeri ini.

Saya kira netizen hanya satu visi-misi saat mengomentari video Tips Malam Jumat. Ternyata, Bu Ratna lebih epik.

5. Komenin Komen yang Lucu-Lucu

Komentar yang menanggapi komentar ini membuat saya tidak bisa berhenti scrolling kolom komentar. Sejauh ini ada 50 ribu komentar, dan berpotensi terus bertambah.

Saya bertaruh kalau kamu tidak akan bisa scrolling sampai komentar terakhir, tanpa berteriak ‘gateli coook!’

Selamat berbahagia, netizen!