Kadang senioritas membuatmu seolah bisa menundukkan dunia. Termasuk dalam mendekati lawan jenis, khususnya adek-adek tingkat. Ini mungkin bisa dikategorikan hegemoni karena biasanya adek tingkat tidak punya pilihan selain menerima PDKT kamu sebagai senior.

Ada kekuasaan dan pengaruh di sini. Juga, seolah-olah kalau adek kelas menerima gombalanmu, dirinya bisa mendapat banyak keuntungan.

Tapi opo bener?

Berikut kami beri rincian jenis-jenis kakak kelas yang biasanya doyan mendekati si adek.

1. Kakak Hima/BEM atau Aktivis Organisasi

Persentase pendekatan dari kakak-kakak semacam ini bisa dibilang lumayan tinggi. Tingkat keberhasilan juga tidak main-main: sebagian besar berhasil.

Maka dari itu, ada mitos yang menyatakan kalau ingin cepat punya pacar, jadilah anggota ormawa. Tapi, kita sebagai sosok yang selalu dipecundangi cinta selalu memandang negatif pada bajingan tengik yang memanfaatkan jabatannya dalam organisasi demi menggebet adik kelas.

Lah kita yang bukan siapa-siapa ini bisa apa, cok?

Karena persaingan sudah tidak fair, pergerakan dari kubu anak ”kuliah pulang kuliah pulang” semakin mengendur. Mereka yang panen gebetan saat PKKMB bakal selamanya kebingungan dan enggak akan merasa puas.

Sampai jadi bandot tua juga mungkin tetap mengejar maba. Tidak peduli jarak tahun angkatannya.

2. Kakak Tingkat Nothingman yang Mencoba Nyari Peruntungan

Tidak ada yang tahu kapan cinta bisa bermuara. Mungkin saja hal bejo bisa terjadi pada sosok nothing di kampus, yang kebetulan memulai chat via DM pada adik tingkat populer.

Mode pendekatannya memakai sifat kasihan yang melekat pada diri manusia: aku bukan siapa-siapa, Dik, mek mahasiswa kupu-kupu sing ra pinter-pinter banget.

Di mata cewek, pengakuan seperti itu menunjukkan sifat humble. Padahal, memang aslinya ya begitu.

Selanjutnya, akan ada dua kemungkinan. Pertama, DM tidak dibales karena cewek terlalu populer. Kedua, zonk saat pertemuan karena hanya berkenalan via picture Instagram.

3. Cewek Populer Mendekati Adik Tingkat Gemes

Jadi, biasanya mereka bergerombol. Tiga sampai lima orang lah. Doyan teriak-teriak heboh pada adik-adik tingkat yang kebetulan masih kelihatan polos, lugu, tapi sexy.

Memang enggak sebrutal mahasiswa yang sudah tahun kedua dalam hal keliaran. Yang didekati masih pure dan saat ngajak kenalan rodok nggilani: sok jual mahal tapi aslinya pengin.

Ini bisa jadi nilai plus secara pribadi. Di mata kolektif akan menaikkan harkat dan martabat. Terutama kalau adik tingkat berhasil diajak nonton. Atau paling tidak like di foto Instagram lah.

4. Anak Masjid Mendekati Ukhti

Mereka kenal di depan toilet musala. Waktu mau ambil wudu, si cowok berpapasan dengan si cewek yang baru membasuh mukanya dengan air wudu juga. MasyaAllah. Cinta yang teduh dan diridhoi.

Lalu keduanya terlibat satu kajian bersama, masuk grup kajian yang sama, dan semuanya akan dibuka dengan assalamualaikum. Dan diakhiri dengan alhamdulillah. Sah!

Mendekati adik tingkat lewat jalan ini sesungguhnya adalah sunnah: taaruf dan bila tiba masanya, akan dikhitbah. MasyaAllah.

5. Mahasiswa Tahun Keenam Mendekati Maba

Fenomena ini membuat kita tersenyum dan tersedak ludah sendiri. Maksud saya, c’mon! Mahasiswa macam begini biasanya dijuluki pedofil, meskipun sebenarnya usia si cewek sudah matang.

Kebanyakan berakhir kandas dan tidak baik-baik saja. Mungkin karena usia pasangan terlalu muda, dan pasangan lainnya terlalu tua.

Cinta memang bisa terjadi pada siapa pun. Tapi, saya harap kamu percaya bahwa pengkhianatan dan skandal juga bisa dialami cerita cinta mana pun.