Malam itu, tim pemburu foto hantu Dghostbust Community bersama delapan anggotanya (empat cowok dan empat cewek) memasuki sebuah bangunan kolonial yang terbengkalai. Mereka segera melakukan aksinya, memotret sudut-sudut gelap ruangan yang diduga ada makhluk halusnya.

Sekitar pukul 03.00, kegiatan selesai. Mereka berkendara dengan motor menuju rumah masing-masing. Namun, di tengah jalan, ada yang aneh. Salah seorang anggota perempuan yang dibonceng melakukan gerakan yang tak biasa.

Meski memakai celana, posisi boncengannya menyamping layaknya memakai rok. Bahayanya lagi, dia tidak berpegangan. Apalagi dengan kaki digoyang-goyang. Meskipun motor bergerak lumayan kencang dan beberapa kali berbelok.

Melihat situasi tersebut, ketua komunitas langsung meminta semua orang menepi. Kemudian dia membuka obrolan dengan anggota perempuan itu. Benar dugaannya, dia dirasuki hantu perempuan dari rumah tersebut.

Dan ketika diminta keluar, dia malah senyum-senyum genit. “Antarkan pulang, hihihi!” katanya, sambil menunjuk arah rumah dengan manja.

Sebel juga. Tapi mau tidak mau, mereka kembali ke rumah itu. Dan dengan ritual seadanya mengembalikan si hantu.

Memang, sejak awal penelusuran, anggota perempuan tersebut tampak ketakutan. Karena si hantu perempuan selalu mengikutinya sambil senyum-senyum.

Mungkin ada sesuatu yang menarik pada dirinya, sehingga penghuni rumah di kawasan Undaan, Surabaya, itu ingin berteman dengannya.

Warga di sekitar rumah tersebut tidak begitu tahu sejarah bangunan itu. Hanya, dulu ada seorang pengusaha dari Jakarta yang beberapa kali datang ke situ. Namun, dia tidak kelihatan lagi selama bertahun-tahun. Sehingga bangunan itu mangkrak alias terbengkalai.

Tumbuhan-tumbuhan liar di sekitarnya semakin rimbun. Tanaman rambat sudah mencengkeram dinding-dindingnya. Padahal, jika mau dirawat, rumah tersebut pasti sangat indah. Dan tidak menyeramkan seperti yang selama ini terlihat. Apalagi menjelang malam.

Pernah suatu ketika, ada penjual tahu campur keliling yang rupanya baru memasuki kawasan itu dan mencoba peruntungan.

Gayung bersambut. Dia melihat seorang perempuan keluar dari rumah, lalu melambaikan tangan ke arahnya. Tentu saja itu sebuah pelaris baginya, karena ada pembeli pertama di malam yang sunyi itu.

Setelah dekat dengan perempuan yang agak menunduk tersebut, dengan sopan si penjual bertanya, “Pesan berapa porsi, Mbak?” Perempuan itu hanya mengangguk-angguk. “Ehm.. ehm…!” Suaranya terdengar agak kecil.

“Satu?” tanya si bakul, meyakinkan.

“Ehm.. ehm!”

Si bakul pun langsung melaksanakan tugasnya. Namun, ketika dia meracik dagangannya, ada perasaan tidak enak. Karena dia baru sadar bahwa rumah tempat perempuan itu keluar adalah bangunan kosong dan mangkrak. Apalagi, sekarang terdengar suara pembelinya seperti mencicit menahan tawa.

Dengan ragu, dia menoleh untuk melihat perempuan tersebut. Diiringi suara cicitan yang makin cepat. Dan ketika dia benar-benar menengoknya, tawa perempuan itu terlepas ke angkasa. Membuat si bakul lari pontang-panting sambil mendorong gerobaknya.

Kejadian itulah yang paling fenomenal di kawasan tersebut. Sosok perempuan itu, atau yang biasa disebut kuntilanak, memang terkenal usil. Meski di dalam rumah itu ada beberapa jenis lagi hantu yang kongkow-kongkow. Pocong, anak-anak kecil, manusia kelelawar, dsb.

Keusilannya bahkan membuat perempuan anggota komunitas pemburu foto hantu tadi kelabakan. Pasalnya, setelah kejadian kerasukan itu, dia kadang masih melihatnya ketika menatap cermin. Sehingga mau bersolek pun jadi enggan.

Saat bekerja di kantor juga tidak tenang. Mengetik laporan di komputer jadi acak-acakan. Apalagi, di depan meja kerja ada kaca yang memantulkan bayangannya, namun dengan wujud lain.

Di tengah kepanikan tersebut, dia membuka grup WA komunitas. Maksud hati ingin menceritakan kejadian itu. Namun, tanpa disadari, separo dirinya ternyata dikuasai si sosok usil. Sehingga obrolannya tidak nyambung. Yang membuat teman chatting-nya curiga, lalu bertanya siapa ini? Jawabannya adalah Rina.

Dari situ, semuanya terkuak. Rina telah mengikuti perempuan tersebut selama dua hari. Rupanya, setelah dirasuki, perempuan itu masih kepikiran Rina. Sehingga secara gaib si kuntilanak terpanggil dan merasa dipersilakan.

Hari itu juga, beberapa anggota komunitas mengadakan ritual untuk memutuskan hubungan frekuensi antar keduanya. Mereka juga memagari si perempuan secara gaib supaya aman.

Rina pun segera dikembalikan ke rumahnya. Yang saat ini ternyata sudah rata, menjadi lahan parkir sebuah perusahaan.