Sebagai seorang pekerja media independen, saya dan kawan-kawan seperbudakan sudah terbiasa sama yang namanya deadline. Meskipun beberapa kali molor sampe disemprot editor, saya bekerja penuh semangat demi gaji di akhir bulan.

Yak. Gaji, gaji, dan gaji. Hari penggajian adalah satu hari dalam satu bulan yang paling dinantikan manusia yang berprofesi sebagai budak korporat seperti saya. Dan tak hanya saya, ada sekitar 131 juta buruh di Indonesia selalu menantikan datangnya hari.

Bahkan disaat saya menulis artikel ini, yang ada di otak saya saat ini bukanlah ide untuk menelurkan artikel-artikel baru saya esok hari. Tapi, gajian nanti dapet bonus berapa ya..

Jangan pandang remeh uang gaji. Berapapun jumlahnya, uang gaji bisa diibaratkan oase di tengah gurun pasir yang gersang. Kedatangannya bisa menyegarkan kembali dahaga yang kering.

Sayangnya, tak semua bisa mengendalikan hawa nafsunya dalam mengelola gaji. Keinginan diri sendiri, dipadukan godaan flash sale di olshop-olshop yang bertebaran notifikasinya di layar hape, kadang membutakan hati, pikiran, dan rekening.

Seperti halnya saya yang sempat membeli sikat WC yang bisa muter sendiri pakai energi baterai. Sebenarnya saya sendiri nggak begitu butuh, tapi tetap beli karena diskon. Para pengiming-iming diskon, kalian semua bangsat!

Tidak adanya kendali diri terhadap uang gaji menyebabkan uang gajian bulanan hanya sekadar mampir di rekening tabungan kita. Masuk tabungan hanya untuk menyapa, lalu kemudian menghilang. Maka dari itu, berikut saya rangkumkan tahapan-tahapan perjalanan uang yang ngendon dalam dompet kalian.

Mencari Uang

Sebelum menimbun pundi-pundi uang, entah untuk menabung ataupun investasi, kalian jelas perlu mencari uang. Entah dengan cara bekerja, usaha, ataupun ngutang—terserah kalian cok. Yang jelas, kalian harus punya pendapatan utama guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Lalu secara perlahan, mulai mencari cara untuk meningkatkan penghasilan secara berkala.

Menabung

Menurut KBBI, menabung berarti menyisihkan sejumlah uang dalam satu tempat tertentu sebagai cadangan saat ada keperluan mendadak. Menabung juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan barang yang diinginkan, tapi tidak bisa dibeli saat ini karena dana yang dimiliki kurang mencukupi.

Cara jadul dalam menabung adalah memasukkan uang ke dalam celengan. Bisa yang terbuat dari tanah liat atau celengan logam yang banyak dijual di toko-toko. Untuk membuka isi celengan, mau tidak mau kalian harus merusaknya sehingga celengan tidak bisa digunakan lagi.

Kalian perlu menabung agar dapat berinvestasi dengan bijak. Sebelum menabung, kalo punya hutang, baiknya segera kalian lunasi terlebih dahulu. Kemudian kalian juga perlu menjaga hati dan pikiran agar bisa irit dengan mengurangi pengeluaran.

Setelah melewati hal-hal di atas, barulah kalian bisa mulai menabung dengan metode yang sesuai dan yang paling cocok.

Investasi

Setelah kalian berhasil menabung secara berkala, langkah selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah menemukan produk investasi yang cocok dengan jiwa kalian.

Ada banyak macam investasi. Kalian bisa pelajari satu persatu atau bertanya kepada orang-orang yang sudah memiliki pengalaman di bidang tersebut. Bisa pula kalian mendatangi seminar-seminar yang diadakan oleh Indonesia Stock Exchange (IDX), seperti sekolah pasar saham dan sebagainya.

Kalian bisa berinvestasi di saham, properti, reksadana, emas dan lain sebagainya. Selain itu, kalian juga bisa berinvestasi untuk diri kalian sendiri, memulai bisnis kalian sendiri, atau minimal memiliki bisnis sampingan untuk investasimu sendiri.

Menggandakan Uang

Jangan salah paham dulu. Ini bukan model menggandakan uang seperti Kanjeng Dimas atau MLM yang rame-rame kemarin itu.

Dengan kalian menginvestasikan uang gaji kalian, sebenarnya kalian sudah menggandakan uang tersebut. Menggandakan uang yang dimaksud disini adalah menginvestasikan kembali keuntungan.

Pada tahapan ini, kalian akan mampu membangun beberapa sumber penghasilan dari keuntungan-keuntungan investasi tersebut. Dan secara perlahan, kalian bisa mulai diversifikasi.

Kalian juga bisa menginvestasikan kembali ke investasi awal, investasi ke bisnis kalian yang baru, atau investasi jangka panjang seperti properti.

Mempertahankan Keuangan

Langkah terakhir yang bisa kami berikan agar kalian dapat mengelola keuanganmu dengan bijak adalah jangan jadi orang yang menghancurkan segalanya. Ini bisa mengakibatkan kalian harus memulai ulang perjalanan dari awal lagi. Tanpa pengelolaan keuangan yang bijak dan kurang disiplin, usaha kalian dalam membangun keuangan yang stabil hancur dalam sehari.

Ingat, sangat mudah untuk menghasilkan uang tapi sangat sulit untuk menyimpannya. Itulah kenapa banyak orang yang penghasilannya meningkat, akan tetapi pengeluarannya juga ikut meningkat.

Hanya karena kalian memiliki peningkatan penghasilan 50 juta per bulan, bukan berarti pengeluaranmu juga harus meningkat. Penghasilan yang meningkat memang harus disyukuri, tapi jangan sampai membuatmu lupa diri.

Bahkan dengan pengeluaran ketika kalian masih menerima gaji tiga juta pun bisa dipertahankan saat kalian sudah mencapai pendapatan 50 juta. Kalian harus dapat membiasakan agar selalu berada di  tahap satu dan dua agar keuanganmu tidak labil. Sip ta?