Cryptocurrency
atau mata uang digital merupakan “hal yang tidak sengaja” ditemukan
dari Internet. Awalnya ada seseorang di luar sana yang berpikir, “bagaimana
jika kita dapat membuat sistem di mana uang tidak terikat pada suatu wilayah
atau negara, seperti halnya internet.”

Dan.. BOOM! Jadilah fenomena ini—dimana sudah ada lebih dari
tiga ribuan cryptocurrency saat ini.

Tidak semua cryptocurrency
diciptakan sama. Beberapa di antaranya punya fitur menakjubkan dengan
teknologi blockchain yang menjadi
dasar di balik penciptaannya. Namun, tak jarang pula yang tercipta karena
guyonan saja.

Dilansir dari Coingecko, terdapat 100 koin teratas
Berdasarkan kapitalisasi pasar hingga saat ini. 10 besar berdasarkan yang
paling tinggi di antaranya adalah; Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP (XRP),
EOS (EOS), Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCH), Binance Coin (BNC), Stellar
(XLM), Tether (USDT) dan Cardano (ADA).

Sama halnya investasi lainnya (seperti saham atau properti),
nilai tukar cryptocurrency bisa naik
dan turun dengan cepat. Hal ini menjadikannya investasi yang sangat volatile dan berisiko.

Masuknya cryptocurrency
ke pasaran menjadikannya salah satu teknologi yang paling berpengaruh dalam
kehidupan saat ini. Selain itu, koin ajaib ini juga mengajari kita mengubah
cara berinvestasi masa depan.

Mulai dari membayar belanjaan, sampai dengan mentransfer
uang dengan pinjaman peer-to-peer.

Bisa dibilang, ini adalah keuntungan token digital yang bisa
menjadi alasan menjadi investasi yang paling dicari dan digemari. Namun kon
perlu ngerti beberapa hal sebelum mulai menaruh investasi di sini.

Berikut
beberapa hal yang perlu diperhatikan demi memuluskan obsesi sugihmu.

Bersifat Sangat
Fluktuatif

Mata uang digital dapat berubah-ubah dari hari ke hari,
bahkan perubahan nilai harga per-jam dengan lonjakan sangat tinggi sangat
mungkin terjadi. Alasannya, tak lain karena koin-koin tersebut dibeli dan
dijual di berbagai bursa.

Sejak awal tahun, kapitalisasi pasar untuk semua koin ini
meningkat lebih dari 3000%. Namun, Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency paling populer di dunia, mengalami 4 koreksi harga
yang parah sebesar 20% dari nilainya selama 6 bulan terakhir.

Tidak Mendapat
Dukungan Cukup

Berbeda dari dolar yang kalian simpan di dompet atau
rekening bank, cryptocurrencies tidak
didukung ataupun diatur oleh bank sentral. Koin-koin ini juga tidak berwujud,
yang berarti mereka tidak punya faktor fundamental yang mempengaruhi
penilaiannya.

Meskipun ada pihak yang mungkin dapat melihat penghasilan
dari saham tertentu karena diperdagangkan untuk memperkirakan nilainya, cryptocurrency
tidak memiliki ikatan fisik. Ini membuat proses mengevaluasi nilai koin ini
sulit, bahkan hampir tidak mungkin.

Penambang Berperan
Penting

Tiap transaksi pada blockchain
punya syarat harus terverifikasi dulu agar jaringannya dapat beroperasi dengan
baik. Selain itu, ini demi memastikan setiap transaksi dicatat dan ditangani
oleh tim yang dikenal sebagai penambang atau miners cryptocurrency.

Para miners
nantinya akan dihargai dengan token virtual untuk menyelesaikan setiap
transaksi dan mencatat history transaksi yang dilakukan.

Menambang dan memverifikasi transaksi di blockchain memakan
cukup besar daya listrik dan sumber daya lainnya. Menyadari akan kebutuhan ini
di pasar, produsen seperti NVIDIA telah merilis Advanced Micro Devices yang dapat membantu proses mining dan memproses
transaksi lebih cepat. Mantul!

Jumlah Cryptocurrency
Saat Ini Ada Lebih dari 1300

Untuk yang mengikuti perkembangan cryptocurrency, kamu pasti sering membaca dan mendengar berbagai
hal tentang Bitcoin. Bitcoin adalah cryptocurrency
pertama yang di perdagangkan di pasaran.

Hal itu menjadi langkah start yang besar. Saat ini, koin
membentuk 54% dari kapitalisasi pasar sebesar $500bn dari semua mata uang digital.

Namun, Bitcoin hanyalah salah satu dari sekian banyak mata
uang virtual yang tersedia untuk dibeli. Ada lebih dari 1.300 koin lain di
pasar. Semuanya dapat dibeli dan dijual oleh para customer. Sebanyak 24 dari
koin itu memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1 miliar dolar.

Modyaro cuk!

Cryptocurrency
Bersifat Desentralisasi

Penyebab mengapa Blockchain adalah ide yang menarik tak lain
karena kenyataannya, ia bersifat terdesentralisasi. Yang berarti, tidak ada
titik kegagalan pada penyimpanan informasi dan tidak ada pusat data di mana hacker dapat mencuri dan menguasai
informasi pribadi dari pengguna.

Ini lebih unggul dibanding mengandalkan server individu atau banyak
server yang dapat mengakibatkan informasi tersebut akan tersebar keseluruh
dunia dengan mudah. Belum lagi, sistem sentralisasi memungkinkan untuk jatuh ke tangan yang salah.

Inilah yang membuat blockchain aman dan diminati banyak
perusahaan besar maupun masyarakat seng belajar sugih. Jadi yaopo gaes, wes siap sugih durung?