Omongan tentang gaji mesti menarik buat bahan julid di manapun, baik di obrolan dunia nyata ataupun obrolan sobat misqueen media sosial, terutama di Twitter. Ngomongin gaji yang dulu tabu, sekarang jadi bahan julid yang selalu membuat ingin tahu.

Beberapa waktu lalu, masalah gaji sempat rame karena ada selebtwit perempuan menyebutkan gaji 30 juta adalah standar minimal untuk lelaki idamannya.

Baru-baru ini juga, tagar #gaji8juta menjadi trending karena sebuah akun Instagram yang mengaku fresh graduate Universitas Indonesia mengunggah sebuah Instastory yang menceritakan bagaimana dia menolak pekerjaan gara-gara gaji yang ditawarkan “cuma” 8 juta rupiah per bulan.

Tagar #gaji8juta jadi rame di media sosial dengan berbagai macam uneg-uneg. Mulai dari mereka yang mbully si lulusan UI sampai mereka yang menangisi diri sendiri karena nasib tidak memberi kesempatan mereka untuk menikmati gaji 8 juta meskipun sudah bertahun-tahun kerja ngoyo-ngoyo berteman senja, kopi, dan GERD.

Pertama, kita ndak bisa membandingkan Jakarta dan Surabaya layaknya apel dan apel. DKI Jakarta itu provinsi, Surabaya itu kota. Bagi arek Suroboyo, 8 juta itu wes bukan main lho yo. Dibandingkan UMR 2019 yang nilainya Rp3.871.052,61, 8 juta berarti 2 kali lipat dari gaji UMR di Surabaya.

Gaji 2 kali UMR untuk fresh graduate? Iku wis iso gawe maskeran serpihan emas, Ndeng.

Saya lulus dan mulai kerja pertama kali di tahun 2012, lulusan salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya, dengan IPK yang cumlaude dan punya pengalaman yang cukup dalam organisasi dan kerja sampingan. Gak opo-opo kan saya pamer dulu sebelum lanjut? Ben ketok meyakinkan ngono lho.

Saya dapat kerja pertama di salah satu perusahaan di kawasan industri di Kabupetan Mojokerto, kurang lebih 1,5 kali UMR pada masa itu. Waktu itu, selisih UMR Surabaya dan Kabupaten Mojokerto nggak sampai 100ribu. Cukup kok, nabung buat sangu rabi juga bisa.

Gaji 2 kali lipat UMR untuk fresh graduate? Layak atau nggak yo tergantung kemampuan dan keterampilan yang dimilikilah. Ya masa skill standar, nggak punya pengalaman organisasi, nggak punya pengalaman kerja sampingan, nek kuliah cuma nongkrong, kok minta gaji 2 kali UMR. Ngoco sik talah Rek, deloken rupamu.

Gaji UMR memang sebenarnya ditujukan untuk lulusan SMA/SMK, jadi yo kalau mau minta gaji jauh di atas UMR, kemampuanmu ya harus di atas mereka. Minimal bisa nulis e-mail lamaran pekerjaan dengan baik, pakai subject sing bener, nggak asal attach dokumen terus dikirim tanpa body e-mail. Mbok kiro HRD-ne dukun a, iso moco kepentinganmu kirim e-mail ki opo?

Janganlah sok minta gaji 2 kali UMR kalau misalkan nulis “di” yang dipisah atau digabung masih salah. Isin aku, cik.

Minta gaji 2 kali UMR, yo harus bisa menceritakan dan membuktikan kelebihanmu untuk perusahaan. Lha kalau cuma bisa sithik-sithik sambat sambil pasang story galau, opo onok perusahaan mau merekrut?

Gaji 2 kali UMR iku yo harus punya kemampuan leadership, teamwork, dan problem solving dasar. Ya emanlah perusahaan nggaji 2 kali UMR kalau kalian cuma pah-poh dan klemar-klemer di kerjaan.

Masalah gaji cukup atau tidak itu juga tergantung cara kita mengatur keuangan to. Di Surabaya, 2 kali UMR untuk level fresh graduate itu sudah amat cukup, apalagi kalau belum punya tanggungan keluarga.

Yo asalkan gak sak mbendino blonjo mutar-muter Tunjungan Plaza 1-6, ngopa-ngopi nang kofihaus. Terus maneh, nggak usahlah ikut-ikutan langsung DP mobil LCGC kekinian di dealer begitu dapat gaji pertama biar terkesan naik gengsi.

Naik gengsi ndasmu, Suroboyo wis mulai macet parah iki lho gara-gara podo seneng tuku mobil anyar demi gengsi.

Jadi, bagaimana kita tahu seharusnya kita digaji berapa? Ojok lumuh-lumuh ta Rek, smartphone-mu iku gak cuma iso digawe selfie ambek nyetatus.

Sudah banyak situs-situs pencari kerja sing memberikan informasi rata-rata nominal gaji di perusahaan tertentu, mulai dari level staf sampai direktur. Dari situ kan kita bisa mengukur kira-kira kalau kita masih tingkat fresh graduate akan masuk staf dengan kisaran gaji berapa yang masuk akal.

Nah, kalau caranya tahu gaji kita akan cukup atau tidak untuk membiayai hidup? Ya kudu mulai belajar mengatur keuangan. Dihitung kasaran dulu, pengeluaran buat kebutuhan rutin berapa normalnya. Pengeluaran rutin ini termasuk pengeluaran buat makan, transportasi ke kantor, pulsa, kos atau kontrakan.

Ya kalau bisa pilih yang gajinya bisa menutupi pengeluaran rutin tersebut. Kalau sudah bisa dapat gaji di atas pengeluaran rutin, tentu jangan lupa mikir nabung buat beli rumah, sangu rabi, ataupun investasi buat masa depan nanti.

Menerima tawaran kerja juga jangan cuma mikirin gajinya saja. Cek juga benefit pekerja yang lain, termasuk jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Yo eman Rek, nek misale gajimu gede tapi kantormu ga bertanggung jawab atas kesehatan maupun kejadian buruk yang (amit-amit) menimpamu nanti pas kerja.

Value perusahaan itu nggak cuma dari gaji yang ditawarkan aja lho.

Siji maneh. Nek wes gajian pertama, ojo lali sedekah yo, Gaes. Ben rezekimu tambah lancar car car.