Sudah sepantasnya kita ini salim tangan kalau ketemu Marc Marquez, Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, dan Alex Rins. Ya bener, salim. Cium tangan. Satu-satu. Siapa pun idola yang kita dukung di balapan MotoGP. Terutama setelah menyaksikan balapan MotoGP di Assen tadi malam.

Coba sebut kata yang pas untuk menggambarkan balapan Minggu malam itu! Keras? Lebih dari itu. Ganas? Juga lebih dari itu. Apalagi cuma ketat, sengit, seru. Jauh melebihi itu. Mungkin mati-matian? Itu mulai mendekati.

Saat kita bersorak, berteriak, memaki pembalap lawan idola kita, dan menahan napas ketika para pembalap maestro itu berduel berebut kemenangan, sejatinya mereka juga sedang bertaruh nyawa di lintasan.

Padahal kita menonton mereka dengan sesekali menyeruput kopi atau nyemil kacang. Benar-benar tidak adil. Apalagi setelah balapan selesai, gerombolan fanboy masing-masing pembalap masih sempat-sempatnya memaki rider lawan.

Coba tonton lagi tayangan ulang saat Rossi nyaris menabrak Lorenzo dalam kecepatan 200 kilometer per jam di lap 5. Lorenzo, yang memimpin lomba, sempat kehilangan traksi pada roda depannya di tikungan Meeuwenmeer.

Akibatnya, dia hampir celaka dan harus mengurangi kecepatan. Padahal di belakang Lorenzo, Rossi sedang menggeber kencang M1-nya dan berusaha merebut posisi pimpinan lomba.

Fairing depan motor Rossi menyambar ”salad box” motor Lorenzo. Ajaibnya, kedua pembalap tidak terlibat tabrakan serius. Baret di salad box motor Lorenzo menjadi saksi kengerian itu.

Marquez menyebut duelnya dengan Vinales tersebut sebagai momen paling mengerikan sepanjang balapan Minggu malam itu.

 

 

Atau momen langka lain yang sudah hampir tiga tahun ditunggu-tunggu penggila MotoGP. Akhirnya, Marquez dan Vinales terlibat pertarungan sengit di lintasan. Di Assen, baru kali pertama itu mereka berduel siku dengan siku. Kaki dengan kaki.

Marquez menyebut duelnya dengan Vinales tersebut sebagai momen paling mengerikan sepanjang balapan Minggu malam itu.

”Tuas rem depan saya sudah menyenggol (motor Vinales). Saya melepas rem tersebut karena merasa sangat licin di bagian handle bar. Lalu saya bilang ’Okay, saya pasti keluar ke gravel’. Tapi tidak tahu kenapa, saya menurunkan ke gigi satu dan motor melambat. Itu adalah momen paling berbahaya yang saya ingat,” katanya.

Sudah berapa kali Marquez mengalami momen sampai insiden berbahaya sepanjang karirnya di grand prix dunia? Sudah berapa kali dia terjungkal ? Tapi momen duel dengan Vinales disebut yang paling mengerikan. Balapan macam apa itu?

Masih kurang ganas? Simak komentar Alex Rins yang jadi runner-up di balapan itu. ”Rasanya ini adalah balapan paling sulit yang pernah saya alami sepanjang karir di grand prix,” katanya.

”Fantastis karena dua atau tiga lap sebelum menyalip Marc, saya melihatnya sangat kuat di tikungan itu. Tapi feeling saya sangat baik. Lalu saya berpikir mengapa tidak menyalip? Jadi saya melibasnya. Tapi di lap berikutnya, dia menyalip saya lagi. Jadi saya bilang, ’wow’ ini akan menjadi balapan gila. Saya juga menikmati duel dengan Maverick, Dovizioso, dan semuanya. Hebat!” ujarnya.

Lha kalau sudah begitu, kita ini yang cuma nonton masih tega-teganya menghujat pembalap rival idola kita. Kok yo kebacut!