Waktu Valentino Rossi memenangi balapan pertamanya di ajang grand prix dunia pada 18 Agustus 1996 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, rider Suzuki saat ini Alex Rins baru berusia 8 bulan.

Maverick Vinales, yang menjadi rekan satu timnya di Yamaha sekarang, belum genap berusia 2 tahun. Sedangkan Marc Marquez, sang jagoan pilih tanding itu, barangkali masih diceboki ibunya kalau eek.

Musim ini, 22 tahun kemudian, ketiganya berduel sengit di lintasan. Seperti tak ada perbedaan usia yang lebar di antara mereka. Ya seperti sebaya saja.

Bahkan, tahun depan Rossi membalap satu lintasan dengan salah satu murid terbaiknya yang bahkan pada 1996 doi belum lahir. Dia adalah bintang Moto2 saat ini sekaligus kandidat terkuat juara kelas intermediate, Francesco Bagnaia.

Kita bisa sangat lama berdebat tentang dimana level kompetitif Rossi di MotoGP saat ini. Tapi, rasanya akan sulit membantah jika dia tetap berada pada performa terbaiknya meski sebagian haters menyebutnya uzur, sudah saatnya pensiun, atau bahkan renta.

Padahal, yang komen begitu itu ikut lomba balap karung 17 Agustusan saja cuma juara harapan. Faktanya, saat ini Rossi bertengger di posisi dua klasemen pembalap MotoGP, terpaut 41 poin dari Marquez.

Dari mana dia bisa tetap awet sangar dan terus menghidupkan motivasinya bertahan bahkan bersaing di level atas kelas premium? Iki mesti ono jamune lur.

Dari bocah-bocah yang cepat dan ganas tersebut, Rossi tak hanya menularkan ilmu sebagai mentor, tapi juga ikut mengisap spirit-spirit belia yang membuatnya awet muda.

 

 

Yang diakui Rossi sebagai jamu paling mujarab adalah Tavullia. Di kampung halamannya itu, akademi balap VR46 berada. Ada ranch yang hampir setiap hari digunakan Rossi dan anak-anak didiknya berlatih.

Mereka lah yang membuat Rossi menganggap usia hanya sekadar angka. Di sana mereka berlatih menggunakan motor trail untuk menjaga stamina dan belajar mengendalikan ban ngepot setiap melakukan late breaking di tikungan.

Murid-murid yang sebagian besar usianya setengah dari umur Rossi itu juga membalap layaknya berkompetisi beneran di lintasan. “Di luar sana mereka (anak didik VR46) sangat menghormati Valentino. Tapi saat membalap, mereka seperti ingin ‘membunuhnya’,” kata Alessio Salucci alias Uccio, sobat kental Rossi.

Dari bocah-bocah yang cepat dan ganas tersebut, Rossi tak hanya menularkan ilmu sebagai mentor, tapi juga ikut mengisap spirit-spirit belia yang membuatnya awet muda.

Masih teringat jelas akhir Agustus tahun lalu saat dua tulang kaki kanannya patah ketika berlatih mengendarai motor enduro. Hanya butuh 19 hari buat sang maestro untuk kembali membetot gas Yamaha R1M.

Padahal, dokter memprediksi proses pemulihan tersebut minimal membutuhkan waktu 30-40 hari. Coba iling-ilingen, pirang dino seng mbok butuhno supoyo iso numpak sepeda pancal maneh pas mari sunat biyen?

MotoGP modern (era 4 tak 1000 cc) juga sangat berbeda dengan masa 500 cc atau awal MotoGP yang belum banyak melibatkan elektronik.

Pembalap tak punya waktu ekstra untuk bersenang-senang atau bersantai di sela balapan. Pengembangan motor sangat dinamis dan cepat jika tak ingin tertinggal dari rival.

Itu baru soal teknik dan semangat. Ada lagi jamu awet enome Rossi yang sebenarnya sudah lama jadi mitos di masyarakat Jawa. Yaitu, berondong. Sering dengar kan ada lelaki bangkotan atau tante-tante yang cari berondong dengan alasan obat awet muda?

Nah, sejak akhir tahun lalu, Rossi punya gandengan anyar. Cewek rek. Uayuuu.. Model pakaian dalam dan selebgram asal Milan. Francesca Sofia Novello. Umure 15 tahun luwih enom teko Rossi. Kurang berondong?

Sofia adalah tambatan hati Rossi setelah putus dari model bikini lainnya, Linda Morselli. Mbak Linda sekarang pacaran sama juara dunia dua kali Formula1, Fernando Alonso.

Linda ngaku sering cemburu dengan gadis-gadis payung nan semlohaaiii setiap balapan. Apalagi mereka berdua LDR-an waktu itu.

Yakinlah, kalau kamu lagi punya gebetan atau pacar baru dan sedang ingin menarik lebih banyak perhatian dari si dia, bisa dipastikan kamu akan punya motivasi lebih untuk melakukan hal-hal gila.

 

Sejak putus pada 2016, Rossi jarang terlihat tampil menggandeng cewek ke sirkuit. Sampai datang Dik Sofia. Beberapa kesempatan dia terlihat berada di garasi Yamaha tahun ini.

Dan hasilnya, Rossi selalu meraih podium ketika Sofia datang menonton balapan. Tiga podium itu didapat di GP Prancis, Italia, dan Spanyol.

Yakinlah, kalau kamu lagi punya gebetan atau pacar baru dan sedang ingin menarik lebih banyak perhatian dari si dia, bisa dipastikan kamu akan punya motivasi lebih untuk melakukan hal-hal gila.

Apalagi, mantan Rossi,Mbak Morselli, ditelikung seseorang yang sama-sama pembalapnya. “Bahkan untuk urusan perempuan saya juga nomor dua,” begitu seloroh Rossi saat suatu kali ditanya wartawan tentang prestasi terbaiknya yang hanya finis runner-up dua kali sejak terakhir meraih gelar juara dunia 2009.