Kasus Marko Simic nyepik kepada Mbak Via Vallen mengusik naluri saya sebagai playboy veteran. Asal tahu saja, saya sudah menjadi playboy bahkan sebelum Simic berpikir ingin jadi playboy. Karena itu, saya bisa memaklumi model-model modus operandi playboy selevel Marko Simic.

Sebagai playboy yang sudah menapaki tingkat makrifat, saya hanya tersenyum simpul membaca strategi direct message (DM) Simic kepada Mbak Via.

Model ngene iki wes tak buak 20 tahun kepungkur, Rek. Mbribik wong istimewa iku carane yo kudu extraordinary. Bukan kampungan koyo ngono. Dasar newbie! Menurunkan martabat playboy, Cok!

Playboy itu bukan sekadar modal ganteng, postur tinggi, keren, populer, atau banyak duit. Cuiihh!! Ada hal yang lebih hakikat dari itu semua. Code of speak ethics. Etika pembribikan.

Memang ini harus dipelajari bertahun-tahun. Dan kalau gagal sekali saja, reputasimu sebagai playboy bakal hancur lebur. Ajur. Koyo Simic saiki iki, Rek. Bakal sulit untuk memulihkan reputasi pasca kesalahan fatal seperti itu. Raimu entek wes.

Opo maneh lek ketemu playboy liane nang dalan, ga didugang cengelmu wes apik Sim eh Mic.

Mangkane, kasus Simic iki yo pelajaran gawe sopo ae seng pingin dadi playboy. Iki dudu ilmu sembarangan. Belajarlah kepada guru yang punya sanad jelas sampai ke Cassanova. Iku baru top. Bahkan nek ga kuat iso gendeng dewe koen.

Mangkane, ojo coba-coba lek ga ngerti ilmune.

Ilmu playboy kacangan yang dikuasai Simic tersebut bukannya gak manjur. Ada peluang-peluang di mana umpan kampungan seperti itu dimakan target. Bahkan bisa strike berkali-kali.

Tapi ya itulah. Kalau strategimu kampungan, cewek yang kamu dapat juga pasti rendahan. Gak berkelas. Gampangan. Mana ada cewek berkelas, kenal aja enggak, diajak ngamar moro-moro gelem? Heh? Mikiro Mic!

Lha yo, buat apa jadi playboy, belajar bertahun-tahun, kalau dapatnya cewek murahan. Kalau saya yo ora sudi. Apalagi kalau playboy cap kerupuk itu cuma berpikir bahwa cewek yang berpakaian terbuka, mau bergoyang di depan umum, pasti gampangan. Duh kah! Belajaro seng bener sek dadi playboy. Kurang mempeng belajarmu.

Kalau keahlianmu bal-balan, wes talah bal-balan ae. Ga usah dadi playboy. Karena playboy sejati juga perlu bakat. Perlu insting dalam memilih target. Butuh strategi jitu.

Lhaa nek karo cewek model mbak Via iki, cara bribike kudu akurat. Presisi. Pelajari dulu perjalanan hidupnya. Cara berpikirnya. Seleranya. Baru tentukan strategi. Ingat!  Playboy code of ethics.

Andai saya jadi Simic, DM ke Mbak Via akan begini:

Dear Via,

I’ve been listening to your song ”Tempered Husband” many-many times. I even asked my friend to translate the lyrics so that i can comprehend the meaning.

Honestly, I surprised with what the lyrics tell about. I wish you will never ever-ever experience this things of life in the future. Because you deserve more than that.

And this is me. Marko Simic not that kind of a guy. Never be a “Tempered Husband”.  Keep my words. And hope, I see you soon..

Ngono lho, Rek. Yo opo jos kan? Saya menulis ini juga mempertaruhkan kredibilitas sebagai playboy makrifat lho. Wes. Tak kirim DM sek nang Mbak Via.