Syedih perasaanku! Lihat Persebaya kemarin kayak kena PHP rek. Dikirain bisa menang besar, eh kebalikannya. Takluk 0-2 lawan PS Tira.

Persebaya malah gak berdaya di kandang sendiri gaesss. Padahal, ganti pelatih sudah, ganti manajer juga sudah. Yang belum ganti hanya status kamu aja yang masih jomblo, upsss!

Minggu (16/9) Persebaya akan main lagi. Menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring. Bagi Djanur, ini merupakan laga kedua.

Apa kira-kira yang bisa dilakukan Djanur di laga tandang? Wong di kandang aja kalah, apalagi di luar?

Apalagi Mang Djanur sudah berjanji untuk menebus dosa. Menebus kekalahan kemarin dengan kemenangan di kandang lawan. “Walaupun saya tahu itu tidak mudah,” ujarnya dalam sesi konferensi pers dengan muka yang terlihat menahan amarah usai kalah dari PS Tira.

Tenang, dulur. Bola itu kan bundar. Apapun masih bisa terjadi. Sepak bola bukanlah ilmu Matematika yang penuh kepastian. Persebaya bisa saja berjaya di kandang lawan atau sebaliknya malah ajur di kandang lawan.

Semua itu bergantung pada racikan yang akan dikeluarkan Mang Djanur. Semoga tepat, hingga Persebaya gak lemes alias ngelemprek lagi kayak pertandingan sebelumnya.

Kita sebagai Bonek garis kalem ae tentu pengen Persebaya menang. Jangan kalah lagi Mang Djanur. Kalau kalahan terus bisa Back Liga 2 nanti.

Apalagi Mang Djanur sudah berjanji untuk menebus dosa. Menebus kekalahan kemarin dengan kemenangan di kandang lawan. “Walaupun saya tahu itu tidak mudah,” ujarnya dalam sesi konferensi pers dengan muka yang terlihat menahan amarah usai kalah dari PS Tira.

Alasannya, itu tidak akan mudah dilakukan karena Sriwijaya FC dianggap memiliki barisan depan yang mematikan. Trio Alberto Goncalves, Manuchekr Dhzalilov, dan Esteban Vizcarra dinilai sebagai barisan penyerang terbaik di Indonesia. ”Sriwijaya FC memiliki penyerang-penyerang terbaik di Indonesia. Kami harus menjaga mereka agar tidak leluasa di pertahanan kami,” tegas Djanur.

Meski Sriwijaya FC memiliki penyerang terbaik, Persebaya juga punya barisan depan yang maut. Ada David Da Silva yang sudah mengoleksi 11 gol dan Irfan Jaya yang sudah mengoleksi 6 gol.

Tinggal dipilih dari satu nama tersisa untuk dijadikan trio. Ada Oktafianus Fernando, Yohanes Pahabol, dan Osvaldo Haay.