Sakjane aku wes suwe feeling, kalau ada yang nggak beres dari acara Karma di ANTV. Tidak perlu ilmu setinggi Ustad Solmed untuk tahu kalau acara yang melambungkan nama cenayang Roy Kiyoshi itu unfaedah.

Lha gimana. Isinya ramal-ramalan. Dan lebay. Ada orang yang diramal sedang dipageri mantannya di masa lalu. Gara-gara mereka putus dengan sangat menyakitkan. Akibatnya, susah dapat jodoh.

Yaelah, kalo sulit jodoh bukan karena dipageri keleus. Ya kamunya aja yang gak fokus dan kebanyakan gebetan. Cantik dikit, takis! Semok dikit, ndramus. Ya pantes kamunya susah. 

Mau diapain juga syulit kalo tiap kenal cewek langsung berubah haluan. Mau pake ajian Jaran Goyang sampai Goyang Dumang juga jodohmu tetap mangap. Iya, kayak Dugong. 

“Hmmm. Saya melihat penyebab utama jomblo adalah karena tidak punya cewek, Robby.” Iyain aja deh. Biar cepet.

Belum lagi ada kisah seorang cowok yang katanya haus darah perawan. Katanya itu efek belajar ilmu hitam. Hellawww. Gaes, kalo ngiler sama perawan itu nggak harus belajar ilmu hitam. Belajar ilmu merah, kuning, hijau juga tetap di langit yang biru! 

Nganu, ya, Gaes. Plis kalo nonton televisi itu mbok ya akal sehatnya dibawa. Nggak sehat nggak apa-apa yang penting masih ada akalnya.

Makanya, Bahtsul Masail pada Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur pada 28-29 Juli lalu memfatwakan acara Karma haram. 

FYI Rek, Bahtsul Masail iku forum diskusi para ulama di bawah NU untuk merespons masalah-masalah aktuil di tengah khalayak ramai. Nah, khayalak ramai itu dalamnya juga termasuk warga NU. Aku bocahNU, mz. Makanya, ulama merasa perlu merespons fenomena tersebut. 

Bagi kamu yang sudah ancang-ancang mau daftar jadi peserta untuk diramal Roy Kiyoshi mending dibatalkan saja. Apalagi kalau cuma mau nanya soal jodoh.

 

Karena nggak semua masyarakat mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menyaring acara televisi yang bermanfaat. Banyak juga yang butuh arahan dari ulama sebagai petunjuk. Fatwanya pun tegas. Gak bertele-tele. To the point langsung menyebut nama acaranya. Bahwa penyiaran acara Karma hukumnya HARAM.

Alasannya, karena acara ini mengandung tiga unsur yang berbahaya. Pertama, menyebar luaskan aib orang lain. Kedua, mempublikasikan praktik keharaman (meramal). Terakhir merusak akidah orang lain.

Fatwa haram juga ditujukan kepada siapapun yang mengajukan diri hendak diramal. Hukumnya sama dengan mendatangi Kahin atau tukang ramal.

Sedangkan untuk yang menonton, para kiai memberikan fatwa yang lebih “ringan” . Diperbolehkan menonton dengan catatan sebatas melakukan kajian untuk kemudian membedakan haq dan batil. Selama tidak sampai memercayai ramalannya tidak mengapa.

Pihak ANTV sendiri merasa berterima kasih mendapatkan perhatian dari ulama, terutama NU Jatim. Mereka berjanji akan mengevaluasi acara tersebut demi melakukan perbaikan.

Evaluasine gimana? Mbuh. Mungkin saja nanti acaranya diganti jadi “Bukan Karma”. Terus Roy Kiyoshi diganti Roy Marten, Roy Jeconiah, atau diganti Royco. Biar Karma bisa melezatkan semua masakan.

Di sisi lain, fatwa sejatinya tidak bersifat mengikat secara hukum positif. Nurut karepmu, gak nurut ya matamu karepmu. NU juga menyampaikannya dengan elegan. Ga perlu nggruduk rame-rame nggowo pentung. Opo maneh gawe aksi bela-belaan. 

Padahal kan Tuhan tidak perlu dibela. Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil. #mulaikkk.

Dan lagi, fatwa itu hanya berlaku untuk kalangan internal saja. Tidak ada kewajiban bagi warga di luar Nahdliyin untuk sami’na wa ato’na alias taat pada fatwa ini. Meskipun bisa saja NU akan lebih tegas jika nantinya ada yang dinilai sudah kelewat batas dalam acara Karma. Itupun bakal dilakukan secara konstitusional.

Jadi bagi kamu yang sudah ancang-ancang mau daftar jadi peserta mending dibatalkan saja. Apalagi kalau cuma mau nanya soal jodoh. Padahal kita tahu kalo jodoh itu bukan untuk ditanyakan. Tapi dihalalkan…

Tak kandani yo, Mblo. Lek wes ono seng diincer, ga perlu diramal-ramal. Langsung lamar. Engkok lak DITOLAK!