Di saat perhatian publik sepak bola tersedot pada Piala Dunia, tak banyak yang sadar bahwa awal Juli ini bursa transfer resmi dibuka. Dan tim-tim besar pun langsung los gak athek rewel mencari karyawan baru untuk mencapai target masing-masing.

Ketika ajang empat tahunan yang kali ini digelar di Rusia, bumi Kremlin itu terlalu jahat untuk pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Negeri terbesar bangsa Slavik itu memulangkan mereka terlalu dini.

Tapi, situasi ini dimanfaatkan Juventus. Raksasa Italia itu menguping internal Real. “Krungu-krungu Ronaldo bosen sayang karo pean, Drid, Madrid?”

Pancingan itu langsung disambar agen Ronaldo, Jorge Mendes. “Lapo Ve Juve kon takok klienku, ape nowo piro kon? Ndue duwek gak?”

Membeli Ronaldo bagi mereka setara kita membeli gorengan pinggir jalan yang dibungkus koran. Enteng!

 

Ternyata Mendes lupa bahwa sang presiden Juve Andrea Agnelli adalah orang yang sangat kaya dan berpengaruh di Italia. Sudah seperti Don Vito Corleone di film The Godfather.

Tidak hanya memiliki klub terbesar di Italia itu, keluarga Agnelli adalah owner Ferarri dan saham di raksasa otomotif dunia, Jeep. Membeli Ronaldo bagi mereka setara kita membeli gorengan pinggir jalan yang dibungkus koran. Enteng!

“Ganok seng luweh larang ta, Rek?”

Upaya Juve itu awalnya dianggap cuma rumor. Hoaks. Iya, hoaks. Berita palsu yang bisa jadi pabriknya di dunia ini paling banyak dari Indonesia itu!

Beberapa pihak menyebut bahwa kepindahan Ronaldo ke Juve cuma pencitraan. Terutama bagi haters Ronaldo yang kebanyakan fans Barcelona. Mereka menganggap isu kepindahan itu digunakan untuk menaikkan gaji babang ganteng dari Portugal itu agar menyamai Neymar dan Messi, yakni Rp 500 miliar setahun!

Rp 500 miliar, cuk! Bayangno, digawe ngingoni wedus isok ngebek’i sak kabupaten.

Sori ya, Rek. Juve bukan klub misqueen seperti klub kakean kreditan pemain seperti AC Milan.

 

Seperti selayaknya gosip, digosok makin sip, rumor kepindahan Ronaldo semakin hari semakin kencang. Apalagi, anak Ronaldo, Cristiano Ronaldo Jr, memamerkan hasil belajaran photoshop-nya. Dengan olah digital yang memang belum setara Agan Harahap, foto Ronaldo dibikin mengenakan jersey Juve.

Sontak gambar itu bertebaran. Para pembenci Juve, umumnya adalah fans AC Milan atau Inter Milan yang merda, kebakaran jenglot.

Bahkan, mantan CEO Milan Adriano Galliani mengatakan isu itu cuma lelucon, gak bakal terjadi, sembari memamerkan bahwa dirinya adalah CS plek Presiden Real Florentino Perez.

Yaelah, Pak Adriano. Cupu banget. Jangankan CS plek, wong konco akrab turu sak bantal ae isok tikung-tikungan soal gendakan. Opo maneh politik sepak bola.  

Selasa (10/7) menjadi hari bersejarah buat Juve. Wabil khusus wong-wong sing ngeremehno Juve ga bakal mampu tuku Ronaldo. Sori ya, Rek. Juve bukan klub misqueen seperti klub kakean kreditan pemain seperti AC Milan.

Mahar Ronaldo sebesar 100 juta euro atau setara Rp 1,68 triliun enteng. Ronaldo pun jadi pemuda hijrah ke Turin, Italia, dengan bayaran Rp 30 juta euro per tahun atau setara Rp 500 miliar.

Sek, sek. Nek dibagi sampe per detik berarti Rp 15.000. Bayangno, Ronaldo ngeseng tok 10 menit de’e oleh Rp 9.000.000! Fantastis.

Tapi uang segitu bukan masalah besar. Secara marketing, kedatangan Ronaldo ini membuat penjualan merkendis eh mercendais Juve meningkat drastis.

Bahkan, kepindahan Ronaldo masih berupa rumor saja saham Juve melesat Rp 1,7 triliun. Ndaniyo Ronaldo pindah dadi warga negara Indonesia. Isok lunas utang luar negeri Indonesia. Termasuk utang bon-bonanmu seng ngerenteng nuk warkop giras pinggir gang.

***

Menilik transfer bersejarah ini, sesungguhnya pada 2002 Luciano Moggi, direktur Juve saat itu, sudah mencium aroma lezat bakat Ronaldo. Waktu itu dia masih memperkuat klub Portugal, Sporting.

Tapi, pas wayahe duwek-duwekan, Moggi lali nek duweke nang celengan ayam geprek gorong dipecah. Akhire keselat karo Manchester United. “Yoweslah, nek ngunu aku Manutd pean ae,” kata Moggi pasrah yang merupakan salah satu alat pertukangan itu.

Drama “hampir pacaran” itu pun dipendam dalam-dalam dan dilupakan.

Para women yang sebelumnya cuma dukung Barca atau Real akan hijrah ke Juve dengan sepenuhnya keimanan.

 

Tapi, selayaknya cinta sejati, cinta itu akhirnya datang juga di Turin 16 tahun kemudian. Ditambah dengan cinta Ronaldo kepada Juve semasa kecilnya, klub tersukses di Italia itu dipilih sebagai klub keempatnya.

Uniknya, belum lama Ronaldo menorehkan luka bagi Juve. Dalam laga away Real ke Turin pada April lalu, Ronaldo mencetak gol spektakuler ke gawang Juve. Raksasa Spanyol itu membantai Juve 3-0 di kandang dewe!

Karena proses golnya yang indah melalui gol sepeda ontel ngetril, seketika amarah Ronaldo saat berselebrasi berubah dadi sungkan. Sak stadion tepuk tangan bahkan sampek onok sing geleng-geleng. Termasuk aku sing nobar. Maringunu bareng-bareng nyacat.

“Jancuk menungso opo iki isok ngegolno koyok ngono.”

Ronaldo pun menunjukkan gestur permintaan maaf dan memeluk Buffon di akhir laga. Sebab, laga tersebut ternyata menjadi laga terakhir Buffon di Turin bersama Juventus di ajang Liga Champions. “Wes do Ronaldo kon iku wong ta alien se kok isok mbobol aku sampek ping 10,” ungkap Buffon dalam hatinya.

Apa efek lanjutan dari kehadiran Ronaldo?

Jelas para Juventini karbitan bakal bermunculan. Ingat, Rek. Ronaldo iku followers-e nang instagram 34juta! Iku meh sak penduduke Jawa Timur!

Mungkin setelah ini kita melihat para women yang sebelumnya cuma dukung Barca atau Real akan hijrah ke Juve dengan sepenuhnya keimanan.

Kalau Messi mau, dia juga bisa pindah ke Italia menisan. Agar leg-leg-an maneh karo Ronaldo. Namun sepertinya tidak akan ada klub di Italia yang mempunyai neraca keuangan sestabil Juve. Sori Juve duwe stadion dewe. Gak ngontrak pemkot.

Di balik kedatangan Ronaldo tentu ada ambisi khusus dari Juve. Ya, semua pecinta judi dan sepakbola pun sudah mengetahui bahwa Juventus sangat ingin memburu gelar Liga Champions. Sudah 22 tahun Juve puasa gelar ini. Kali terakhir mereka meraihnya pada 1996. Setelah itu mereka kalah 5 kali di final tahun 1997, 1998, 2003, 2015 dan 2017.

Kalo cuma juara liga lagi ngapain datangin Ronaldo. Mending datangin Otavio Dutra yang spesialis juara di liga Indonesia.

Bayangno, Rek. Cek apese Juve nang Liga Champions sampek banyak omongan kalau Juve apes gara-gara Buffon. Nah, saiki Buffon wes mecethat nang PGS Pasar Turi eh PSG ding.

Dengan kehadiran Ronaldo, siapa tahu Liga Champions 2018-2019 jadi milik Juve. Tapi kalau masih apes lagi, ya harus diakui Juve memang seperti Belanda: raja final tanpa mahkota.

Atau mungkin sebenarnya Juve mendatangkannya cuma agar gawangnya tidak dibobol lagi di Liga Champions?

Kalau itu sih ngapain sampai harus dibeli. Ditunggu maksimal 3-4 tahun lagi juga dia pangsiun. Wong kapan hari aku ketemu Ronaldo di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Waktu itu aku ngeterno mantan calon mertuo seng ganti calon besan gak kondo-kondo. :’(