Matchday 1 Piala Dunia Rusia 2018 benar-benar menyebalkan untuk negara-negara unggulan. Negoro koyok Jerman, Brasil, Portugal, dan Argentina kudu cekelan sirah gara-gara ga isok menang nang partai pembuka Piala Dunia featuring Riyoyoan kali iki.

Bayangkan saja, di antara penghuni lima besar FIFA menurut ranking terbaru 7 Juni 2018, hanya Belgia yang bisa meraih kemenangan.

Itupun menghadapi Panama yang baru merasakan Piala Dunia cinta pertama mereka.

Gol Tsubasa-esque Cristian Ronaldo

Portugal yang menghuni posisi keempat FIFA menjadi negara pertama yang merasakan gagal menang. Walaupun sesungguhnya lawan mereka adalah Spanyol yang notabene justru diunggulkan dalam pertandingan.

Portugal kudu salim karo sujud gawe Ronaldo. Menungso 33 taun iki nyelametno Portugal teko hasil minor pas tendangan ala-ala Captain Tsubasa-ne mek isok didelok karo De Gea. Serasa De Gea iki delok mantane mlaku karo sing liyo!

Beruntung, Portugal kemudian bisa menjinakkan Maroko meski dengan skor tipis 1-0 pada matchday kedua, Rabu, 20 Juni. Selanjutnya tinggal Iran yang harus dilibas.

Tapi, pasukan Fernando Santos harus waspada karena Iran masih berpeluang ke babak selanjutnya. Dengan 3 poin di tangan, mereka masih bisa tembus 16 besar kalau bisa mengalahkan Seleccao das Quinas ini.

Gagal menang, Lionel Messi bisa mutung lagi

Argentina juga macet melawan Islandia, negara yang jumlah penduduknya… halah paling 5 kecamatan nang Suroboyo! Bayangkan, Islandia penduduknya mek 300 ribuan, Suroboyo peng sepuluh e: 3 juta, Lur!

Memulai laga dengan baik dengan mencetak gol, Messi dkk malah kebobolan terus gaiso bongkar atine Islandia eh pertahanane Islandia. Ga kurang-kurang sing kuoso mbantu Argentina. Wes dikek’i pinalti eh Messi malah latian nendang nang kipere Islandia.

Apes! Iku sing dirasakno Argentina, khususe cak Messi, sing rasa-rasane bakalan nggondok maneh nek gagal juara taun iki.

Jerman teruskan tren gagal menang juara bertahan

Jerman menjadi tim dengan hasil paling uapes! Saat melawan Meksiko, boro-boro dapat poin, eh malah kesandung 0-1! Jerman seolah-olah meneruskan tren buruk juara bertahan yang tersingkir di Piala Dunia 2010 dan 2014, yakni Italia, Spanyol, dan Jerman yang singkatannya “Jejere Manukan”.

Mereka harus nderedeg menghadapi sisa dua laga selanjutnya melawan Swedia dan Korea Selatan. Sampek kepleset maneh, rasane pelatihe Joachim Loew kudu garuk-garuk slangkangan maneh ben hokine isok balek nang negorone.

Coutinho: R2 + kotak

Bagaimana dengan Brasil? Lah iki sing dienteni. lawane lumayan ruwet. Meski lambang negaranya mirip Palang Merah, Swiss tidak memberi kesehatan kepada Brasil, tapi justru memberi Neymar 10 kali pelanggaran dalam satu pertandingan! Akhire, Jogo Bonito kudu puas oleh 1 poin.

Padahal, gol e Coutinho iki ibarat R2+kotak nek nang PS wes ngeke’i angin seger gawe Brasil.  Eh tibakno Swiss sek isok nyolong gol ae.

Dua pertandingan selanjutnya menjadi wajib menang untuk Brasil. Kalo sunnah, siap-siap ae patung nang Rio De Janeiro nangis maneh!

VAR jadi wasit anyar

Sementara itu, tuan rumah, yakni Rusia, berjaya melawan negara minyak Arab Saudi. Gak nanggung-nanggung, skore 5-0. Mungkin Arab wedi nek menang negorone dinuklir karo Rusia.

Unggulan lainnya di Piala Dunia, yakni Prancis, cuma bisa menang tipis 2-1 lawan Australia. Setipis HR-an riyoyo taun iki.

Pertandingan itu layak dilabeli sebagai pertandingan yang dipimpin VAR (Video Assistant Referee). Bukan oleh wasit. Tiga gol yang hadir tercetak berkat bantuan dewa teknologi terbaru, VAR. Mulai gol penalti Antoine Griezmann sampek gol Paul Pogba yang ternyata gol bunuh diri pemain Australia.

Isin paling Cak Pogba. Padahal wes selebrasi. Sakjane aku ingin dosa, tapi aku takut tertawa…

Kado gol Harry Kane untuk Pangeran Harry

Pasti ngenteni kabar Inggris kan? Tenang, mereka menang melalui gol “Fergie Time” dari sundulan Harry Kane. Lumayan gawe kado pernikahane cacakku, Pangeran Harry. Namanya sama-sama Harry dan sama-sama bahagia. Cuma, sijine mlayu nang rumput sijine nang karpet abang.

Lalu bagaimana kabar tim Asia? Tenang. Jepang, seperti julukannya negara Matahari Terbit, berhasil mempecundangi tim kuda hitam Kolombia dengan skor 2-1 walaupun sedikit mendapat keberuntungan penalti dan kartu merah. Iran juga meraih kemenangan melalui gol bunuh diri pemain Maroko.

Nah, Korea Selatan iki apes. Pemaine ganteng-ganteng tapi maine koyok wong mari kenek beluk knalpot. Gaiso berkembang blas lawan Swedia sampek akhire menyerah koyok tangisan-tangisan nang drakor. Duh, Oppa!

Memasuki pertandingan kedua fase grup, tentu para tim mulai bisa membaca kemampuan lawan masing-masing. Berbekal hasil pertandingan pertama, negara-negara yang sudah meraih hasil maksimal bisa bermimpi untuk melangkah jauh di Piala Dunia kali ini.

**

Matchday pertama Piala Dunia Rusia 2018 kali ini memang sungguh mengejutkan. Tim dengan materi soto daging lengkap pun susah payah menghadapi tim dengan materi “sego sadukan”.

Bisa dibayangkan betapa banyak tim kuat yang bakal gugur di fase-fase awal Piala Dunia kali ini.

Selalu ingat Rek, alam itu tidak pernah berbohong. Siapapun yang berlatih dan bekerja keras, dia akan menuai hasilnya. Walaupun aslie nek kon kabeh berlatih keras mbujuki pacarmu, tetep ae kepek nang mburi! Wokwokwokwok.