Ini rekornya di musim perdana bersama Liverpool: 44 gol dalam 52 pertandingan, 32 gol di antaranya dalam kompetisi sepak bola Liga Primer Inggris 2017-2018 dan 10 gol dalam Liga Champions Eropa di luar babak kualifikasi.

Jumlah golnya di Liga Primer lebih banyak daripada West Bromwich Albion (31 gol), Swansea, dan Huddersfield (masing-masing 28 gol). Sebanyak 17 dari 19 klub Liga Primer Inggris harus memungut bola dari jala gawang mereka saat berhadapan dengannya.

Rekor golnya terbanyak sepanjang Liga Primer Inggris memainkan 38 pertandingan per klub. Berkat ketajamannya, dia meraih Sepatu Emas, Professional Footballers Association Award, dan Football Writers Association Award. 

Salah adalah dewa kidal yang bermain di posisi sayap kanan. Dia adalah seorang inverted winger. Namun, selama karirnya, dia memainkan lima posisi yang semuanya menghasilkan gol: sayap kanan, sayap kiri, striker, second striker, dan gelandang serang.

Dia juga seorang pekerja keras dan tak egois. Sebanyak 16 assist dibuatnya selama musim pertamanya di Liga Primer bersama Liverpool dengan rata-rata 1,7 operan kunci.

Pertanyaannya: bisakah Salah mempertahankan performanya pada musim 2018-2019. Sebagian kalangan meragukannya dan melihatnya sebagai kejutan semusim saja. Dengan kata lain dia pemain numpang lewat yang kebetulan saja sukses.

Apalagi pemain bertahan lawan tentu mulai mempelajari kelemahan Salah. Ada dua klub Liga Inggris yang sukses menahan Salah mencetak gol musim 2017-2018: Manchester United dan Swansea.

Salah lemah dalam bola-bola udara. Dia sudah mencetak 100 gol sepanjang karirnya, namun hanya tiga gol yang berasal dari tandukan.

 

Salah bukan manusia sempurna. Selama musim sebelumnya dia melewatkan kesempatan besar mencetak gol 23 kali, tertinggi di Liga Primer. Mayoritas gol Salah dicetak di dalam kotak penalti (29 gol) dan hanya tiga kali dicetak dari luar kotak penalti.

Ini artinya jika ingin menyumbat aliran gol Salah, cegah dia masuk ke kotak penalti. Butuh pengawalan ekstra ketat setiap kali Salah menerima bola. Jangan biarkan dia menari dengan bola, menerabas kotak penalti.

Salah lemah dalam bola-bola udara. Dia sudah mencetak 100 gol sepanjang karirnya, namun hanya tiga gol yang berasal dari tandukan. Salah satu kebiasaan Liverpool adalah mengirimkan bola-bola silang dari sisi kiri dan kanan.

Kesempatan terbesar bagi Salah adalah jika bola sudah mendarat dan bukannya saat berada di udara. Maka para pemain belakang harus mewaspadai bola-bola silang dari Andrew Robertson di kiri dan Trent-Alexander Arnold di kanan.

Salah sangat handal mencetak gol dengan kaki kiri. Sebanyak 25 gol di Liga Primer 2017-2018 dicetak dengan kaki kiri, lima dengan kaki kanan, dan dua dengan kepala. Kebiasaan menggunakan kaki kiri berpengaruh pada cara menggiring bola.

Pemain belakang harus mempelajari betul bagaimana gaya Salah menggiring bola, termasuk cara menekuk gerakan tubuh untuk menipu lawan, untuk menghadangnya. Ashley Young berhasil melakukan itu saat Manchester United menghadapi Liverpool dua kali musim lalu.

Kelemahan lainnya (yang mungkin juga kekuatannya sehingga disukai banyak orang) adalah keluguannya bermain. Sepanjang 52 pertandingan musim lalu di semua kompetisi, ia hanya terkena satu kartu kuning. Berbeda dengan kebanyakan penyerang, terutama Luis Suarez, Salah tidak pandai menyelam (diving). Ia akan berupaya tetap berdiri kendati sudah dihajar bek lawan dan mencetak gol sebisa mungkin.

Namun entah apa yang ada di benak para wasit Inggris: Salah 29 kali dilanggar selama Liga Primer, sebagian dalam kotak penalti, namun peluit pelanggaran minim berbunyi. Perlakuan yang diterima Salah sangat berbeda dengan striker kebanggaan Inggris Harry Kane.

Tentu saja itu semua perhitungan di atas kertas. Faktanya, sulit menghentikan Salah. Akurasi tembakannya mencapai 47,71 persen di semua kompetisi (94 dari 197 tembakan akurat) musim lalu. Ia juga terhitung efektif: 44 tembakan dari 94 tembakan akurat berbuah gol.

Dia juga 114 kali melakukan drible sukses. Ini artinya dalam setiap pertandingan, setidaknya Salah melakukan 2,19 aksi drible yang mengandalkan kecepatan kakinya.

Lagi pula, saat menghadapi Liverpool, tim lawan menelan simalakama. Menempatkan satu atau dua pemain untuk menjaga Salah saja sama halnya membiarkan dua penyerang lainnya, Sadio Mane dan Roberto Firmino, berkeliaran semaunya.

Ini musim kedua mereka bermain bersama. Kesepahaman tentu semakin kuat. Apalagi musim 2018-2019 ini Liverpool kedatangan Naby Keita, seorang gelandang sentral nan lincah dan bisa dirotasi di sejumlah posisi.

Salah sudah membuka rekening golnya di Liga Primer saat pertandingan perdana Liverpool melawan West Ham United di Stadion Anfield, Minggu (12/8/2018). Dia mencetak gol pertama dari empat gol yang disarangkan Liverpool pada menit 19 ke gawang anak asuhan Manuel Pellegrini itu.

Keita memiliki andil besar dalam terciptanya gol itu. Dia bisa membaca pergerakan Robertson dan menyorongkan bola ke kiri, yang kemudian diayunkan ke arah Salah yang berlari kencang tanpa pengawalan untuk mencetak gol.

Gol perdana dan tentu semua fans Liverpool mengharapkan itu bukan yang terakhir. Mereka yakin, Mo Salah tak akan pernah hanya numpang lewat.