Meski ustad-ustad baru banyak sekali bermunculan bak jamur di musim mushroom, tapi saya tak menemukan yang seinovatif Hanan Attaki. Dia tiba-tiba saja muncul dengan sebuah teori baru. Teori yang bahkan ulama sekelas Prof. Quraisy Shihab pun belum pernah kepikiran. 

Kata bliyo, bobot tubuh perempuan solehah itu tak boleh lebih dari 55 kilogram. Teori itu didapatnya dari bertahun-tahun menelisik apa yang disebutnya sumber otentik tentang kehidupan istri Rosulullah Sholallahu alaihiwasalam, Aisyah Rodhiallohuanha. 

Sungguh beruntung umat Islam Indonesia memiliki ustad sehebat dia. Terutama para muslimahnya. Bisa jadi, dialah orang pertama di dunia yang memfokuskan studinya pada urusan bobot tubuh Siti Aisyah. Sungguh pilihan riset yang out of the box. 

Saya pikir kalau banyak perempuan yang marah dengan teori baru itu, justru merekalah yang salah. Karena sejak ada fatwa itu saya, yang cowok tulen ini, malah pingin jadi cewek. 

Lha ora bungah gimana lur? Ada alternatif baru yang bisa membawa seorang perempuan bisa masuk surga secara instan. Cukup jaga berat badanmu. Maka surga yang diperuntukkan bagi seorang wanita berkategori sholehah akan diraih. Subhanalloh. Terima kasih ustad. 

Memang ini tidak segampang fatwa lama dimana hanya dengan mengklik, share, dan menerusakan status Islami dirimu akan otomatis masuk surga. Tapi setidaknya fatwa baru ini mengonfirmasi bahwa tidak hanya menuju Roma yang memiliki seribu jalan, ke surga pun demikian. 

Banyak ukhti-ukhti patah hati lalu berpikir: kok bisa ya ada seorang ustad melakukan body shaming kaya gitu? He mbak jangan heran ah, ada lebih banyak lagi ustad yang menganggap bahwa dengan cukup bermodal jenggot panjang dan celana cingkrang saja seorang cowok sudah mirip seperti Rasulullah. 

Aku seh seneng-seneng ae. Kapan maneh bisa meniru manusia terbaik yang pernah lahir di dunia ini hanya dengan modal permak celana dan minyak Wak Doyok? 

Kalau saya perempuan yang sudah bersuami, saya akan segera mengirimkan video ustad Hanan itu ke WA pasangan saya. Sekalian di bawahnya saya lampirkan program pelangsingan tubuh plus biayanya.

 

Ingat lho! Neraka, kata ustad-ustad itu, bakal lebih banyak diisi kaum perempuan. Ngeri nggak? Kayaknya dia lupa kalau ibunya sendiri juga perempuan. Tapi ya nggak apa-apa, selama berat tubuhmu nggak lebih dari 55 kilogram, kamu tetap sholehah kok. 

Memang kepada siapa lagi kita mesti menaruh kepercayaan selain kepada ustad-ustad yang setiap kali menyampaikan wejangan selalu mengandung hikmah-hikmah itu?

Kalau saya perempuan yang sudah bersuami, saya akan segera mengirimkan video ustad Hanan itu ke WA pasangan saya. Sekalian di bawahnya saya lampirkan program pelangsingan tubuh plus biayanya: Ongkos nge-gym sebulan, yoga seminggu tiga kali, pilates enam kali sebulan.

Kira-kira 3,5 juta ya, Pa… Itu udah diskon jadi member lho.. 

Kalau tiga bulan belum ada hasil, saya akan mengajukan proposal liposuction, tanam benang, operasi plastik. Tentu dengan catatan: ini demi membentuk tubuh ideal seorang istri sholehah. 

“Nih aku gemuk gara-gara ngelahirin dua anakmu. Badanku melembung karena hormon yang muncul akibat alat kontrasepsi yang aku pakai sekarang. Emang kamu ngerasain itu semuanya tad? Eh pa.. Papa!” 

Wah seneng banget. Jadi ada kesempatan untuk minta uang belanja lebih dengan nomenklatur: diet kecantikan. 

Lalu kalau suami nggak ngasih, saya akan sedikit ngancam: Kalau aku masuk neraka karena tidak tergolong wanita sholehah, aku pasti ngajak kamu nanti! 

Tapi tetap diiringi kata-kata bijak dong: Dear, suami. Perempuan mengalami fase menstruasi dan fase melahirkan yang tidak dilewati oleh kaum Adam, seperti kamu. Iya kamu.. 

Dan ketika Islam mengaturnya sedemikian rupa, itu pertanda bahwa sebegitu pentingnya peran wanita dalan agama. Bukan semata-mata karena keturunan hawa, maka secara kuantitas akan lebih banyak wanita yang menghuni neraka.

Sejak munculnya fatwa tentang bobot badan wanita sholehah, kini setidaknya muncul dua kategori perempuan muslimah. 

Pertama, mereka yang meyakini fatwa ustad tersebut sebut sehingga pusat kebugaran ramai dengan kelas khusus perempuan. Ada yang menjajal segala variasi diet. Jadi anak Keto. 

Sementara ada pula ukhti-ukhti sholehah yang tetap meyakini bahwa air wudhu adalah sumber utama terangnya wajah tetap memegang teguh prinsip bahwa kecantikan berasal dari hati bukan dari bentuk fisik. 

Mereka menganggap bahwa perkara kecantikan cuma perihal keduniawian yang fana. Apalagi bobot. 

Tapi yang belum saya tahu sampai sekarang, Ustad Hanan ini uda pernah menguji teorinya di depan Mamah Dedeh belum ya? Saya pingin tahu jawabannya. Mamaah. Diet Curhat dong!