Di berbagai belahan dunia manapun, fenomena mobile urban legend maupun cerita rakyat mengenai hantu selalu mengundang rasa penasaran. Di Surabaya, beberapa cerita mistis di kampus yang beredar pada artikel sebelumnya cukup mendapat respons yang beragam. Kali ini kisah hantu kampus melipir ke UNESA Ketintang.

Kampus ini memiliki kisah hantu perempuan yang tersohor di dalam ingatan alumni UNESA periode 80 hingga 90-an. Sosoknya bernama Maria, mahasiswi cantik yang hamil di luar nikah. Ia dikisahkan gantung diri di salah satu toilet gedung G8 fakultas ilmu sosial dan hukum (FISH) ketika usia kehamilannya masih muda.

Sementara itu, keberadaan seorang pria yang seharusnya bertanggung jawab terhadap calon jabang bayi tersebut hingga sekarang masih misterius. Kemungkinan ini terjadi sekitar tahun 70-an. Saat itu, tempat tersebut masih bernama FKIS (fakultas keguruan ilmu sosial).

Perempuan itu tidak lagi ada di dunia ini. Tubuhnya sudah mati bertahun silam. Tapi, arwahnya masih berseliweran. Narasi kemunculannya cukup membuat ngeri dalam ingatan yang pernah melihat wujudnya yang cantik.

Seorang alumnus 1992 dari kampus ini pernah menceritakan pengalamannya. Saat itu, kampus tersebut sedang memperingati acara Kartinian. Seluruh warga kampus diwajibkan memakai baju adat daerah. Kebetulan, saat itu dia membantu merias wajah teman-teman perempuan sebaya.

Ada satu orang terakhir yang minta dirias. Parasnya begitu cantik tapi sedikit pucat. Wajahnya asing dan baru dijumpai saat itu. Alumnus tersebut mengira bahwa perempuan itu mungkin salah satu kolega dosen atau staf kampus.

Selama dirias, perempuan itu diam saja. Tidak menunjukkan reaksi apa pun walaupun si perias mengajak ngobrol ngalor ngidul. Begitu selesai, perempuan tadi segera beranjak pergi. Dari tempatnya, si perias mencium bau anyir khas darah. Saat dilihat di lantai, ada darah kental yang mengucur dari kedua betis perempuan itu.

Si perias mencoba mengejar perempuan tersebut yang baru sampai pintu keluar. Sayang, hanya berjarak kurang dari 20 detik, perempuan itu lenyap entah ke mana.

Konon dari beberapa gedung di UNESA Ketintang yang direnovasi, hanya gedung ini yang tak pernah tersentuh dan dibiarkan sesuai bentuk aslinya.

Dua puluh dua tahun semenjak kejadian itu, seorang mahasiswa pernah mendapat pengalaman serta mimpi buruk. Hari itu adalah masa orientasi mahasiswa (ospek). Kegiatan berlangsung hingga malam. Karena kebelet poop tapi ada perasaan takut yang teramat sangat, mahasiswa tersebut mengajak temannya ke toilet G8. Lokasi yang diduga tempat Maria gantung diri bersama jabang bayinya.

Didorong oleh keinginan iseng, teman mahasiswa itu memainkan lampu toilet. Hingga akhirnya, lampu dibiarkan mati dan dia meninggalkan mahasiswa tersebut. Sendirian di dalam toilet yang terkenal angker. Rasa panik dan takut pun mulai menghampiri.

Diambil-lah handphone untuk menyalakan senter. Dia mempercepat geraknya mengambil gayung untuk menyiram. Di sinilah keanehan itu muncul. Agar lebih yakin, dia menyenterai lantai kamar mandi. Air keruh mengental dan berbuih pun mengalir.

Kemudian, dia melongok ke dalam bak mandi. Di dalam sana, ada sesuatu yang mengambang. Sebongkah janin manusia dan ari-ari yang masih segar beraroma darah. Ketakutan itu sudah di ubun-ubun. Dia semakin panik dan mencoba membuka pintu. Malangnya, pintu tak mau terbuka. Dia terjebak dan meringkuk di sana seorang diri. Di dalam ruang gelap nan angker.

Beredar kabar bahwa pintu itu baru bisa dibuka keesokan paginya. Mahasiswa tersebut ditemukan lemas dalam posisi duduk memeluk kedua kakinya. Tubuhnya gemetar hebat.

Beberapa bulan sejak peristiwa tersebut, pak sekuriti yang dikenal tidak percaya hal mistis, karena baginya itu hanya kisah takhayul, hari itu harus menelan ludah sendiri. Saat malam, dia sengaja mendatangi toilet tersebut.

Ia memeriksa setiap sudut toilet dengan lampu senter. Dia hanya ingin membuktikan bahwa rumor keangkeran toilet itu hanya gosip belaka. Tidak ditemukan apa pun di sana. Tapi, pak sekuriti seperti terus mengitari area itu, seolah terjebak dalam labirin. Dia tak menemukan pagar teralis yang menjadi pintu masuk utama toilet. Karena lelah, dia berhenti sejenak di salah satu sudut ruangan.

Sejenak ia memejamkan mata dan menenangkan pikiran. Saat dia membuka mata, sosok wajah yang tertutupi oleh juntaian rambut tak beraturan sudah menghadap mukanya. Jaraknya hanya beberapa sentimeter. Bau wangi khas melati sungguh menusuk hidung. Dengan suara lirih, si cantik bertanya, “Percaya?”

Konon, dari beberapa gedung UNESA Ketintang yang direnovasi, hanya gedung tersebut yang tak tersentuh. Bentuknya dibiarkan seperti aslinya. Sebab, dulu saat akan direnovasi, hal-hal ganjil pasti terjadi. Misalnya, beberapa alat yang tiba-tiba rusak. Kontraktor yang mendadak sakit serta hal lain di luar nalar dan logika.

Hantu tak pernah mengenal waktu. Semakin kau takut, energi mereka untuk menampakkan wujud akan semakin jelas. Mereka menghimpun rasa takutmu menjadi energi.

Jangan lupa memeriksa setiap sudut toilet gedung G8 jika nanti kalian ke sana. Siapa tahu dia sedang memperhatikanmu dari sudut tertentu. Periksa bak mandi, pastikan air tak keruh berwarna darah. Pastikan juga tidak ada sebongkah daging manusia beserta organ segarnya di sana.