DNK

Lezatnya Kuliner Sincia Ala Surabaya

Lezatnya Kuliner Sincia Ala Surabaya

Ngomongin soal angpao, buat kalian yang belum tau, angpao yang jadi salah satu ciri khas Imlek ini sebetulnya berasal dari kata “hong bao” (红包) yang artinya “amplop merah”.

Angpao ini berisi uang yang diberikan oleh sanak saudara yang lebih tua untuk anak-anak atau yang usianya lebih muda. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk berbagi, atau bentuk mengayomi yang lebih muda, dan juga berisi harapan agar rezeki bisa lebih lancar di tahun baru.

Ya sama dengan kepercayaan umum bahwa semakin banyak berbagi, akan semakin banyak rezeki yang datang juga kan.

Orang yang “wajib” memberikan angpao dalam keluarga adalah orang yang sudah menikah. Jadi meskipun kalian jomblo abadi, kalian masih berhak dapet angpao. Xixixi

Sama seperti perayaan tradisional pada umumnya, Imlek juga punya elemen-elemen khas, salah satunya berupa kuliner. Kalau Lebaran identik dengan ketupat, opor ayam, atau rendang, Imlek identik dengan kue keranjang, mie, dan ikan.

Karena Imlek merupakan perayaan penuh pengharapan, semua elemen ini biasanya punya makna filosofis tersendiri.

Yang menarik, olahan makanan khas Imlek ini juga mengalami akulturasi dengan budaya lokal lho. Di Jawa Timur, makanan-makanan ini diolah dengan bumbu dan bahan pendukung yang khas.

Buat kalyan-kalyan yang mungkin nggak peka tapi berusaha perhatian, nih saya kasih contoh beberapa kuliner khas Imlek ala Suroboyoan!

Tahu Kucai

Bahan utamanya adalah tahu berwarna kuning, khas Kediri. Tahu yang teksturnya lebih padat daripada tahu jenis lainnya ini dipotong dadu, digoreng setengah matang, lalu ditumis bersama kucai dan daging cincang.

Hidangan ini juga kadang disajikan saat proses sembayang yang dilakukan sehari sebelum Sincia atau Imlek. Tahu memang jadi salah satu bahan makanan yang wajib ada, karena terbuat dari kedelai.

Biji-bijian merupakan perlambang kemakmuran karena jumlahnya yang banyak, sehingga diharapkan tahun baru nanti memberi limpahan rezeki yang banyak juga.

Bali Bandeng

Ikan, dalam Bahasa Mandarin disebut “yu” (鱼), yang pelafalannya mirip dengan “yu” (娱) yang artinya kebahagiaan. Selain kakap, bandeng juga jadi ikan favorit karena memiliki duri yang banyak. Ini juga melambangkan kemakmuran, makanya bandeng jadi pilihan terbaik.

Uniknya, jika digunakan untuk ritual sembayang, bandeng biasanya tidak dipotong, tidak dibersihkan dari sisiknya, dan hanya dikukus saja.

Saat Imlek, bandeng yang disajikan tentu sudah dibersihkan, lalu diolah dengan bumbu bali khas Jawa Timur. Warnanya yang merah sesuai dengan filosofi Imlek, yakni sebagai perlambang kebahagiaan.

Kue Keranjang Goreng Telur

Kue keranjang tuh bukan kue yang bentuknya kayak keranjang, Reeek! Kue ini berbentuk silinder yang padat, terbuat dari ketan, gula, dan air. Biasanya ada dua varian yang ada di pasaran, yang berwarna merah (dari gula Jawa), dan hijau (dari pandan).

Kue keranjang juga sering disebut dodol Cina, karena memang mirip sekali dengan dodol pada umumnya.

Cara penyajiannya, bisa langsung dimakan, atau diolah terlebih dahulu. Di Surabaya, biasanya kue keranjang ini dipotong-potong lalu dicelup telur dan digoreng. Bisa juga disajikan seperti kue Bugis, yaitu dikukus terlebih dahulu, lalu disiram dengan santan kental.

Kue Cang

Pernah tau kudapan bernama “bakcang”? Makanan ini biasanya dibungkus daun, dan bentuknya mudah dikenali karena berupa limas segitiga. Bakcang adalah ketan biasanya berisi daging ayam atau daging babi yang sudah dibumbui. Mirip lemper.

Nah, Kue Cang adalah bakcang tanpa isian. Hanya ketan yang dikepal dan dibungkus dengan daun lalu dikukus, tapi saat akan dimakan, dicocol dengan saus gula merah.

Hidangan lainnya banyak yang merupakan bawaan dari Cina atau merupakan sajian khas Peranakan, seperti Kue Ku atau Kue Tok, Kue Kukus atau Bolu Kukus, lumpia rebung, dan lain-lain.

Penyebaran kuliner khas Cina ini sangat luas, dan kita bisa melihatnya berpadu sempurna dengan bumbu-bumbu lokal berbagai daerah lainnya.

Imlek kini menjadi sebuah perayaan kultural, tidak lagi melulu merupakan ritus kepercayaan tertentu. Dalam momen ini, kita semua bisa ikut menikmati kemeriahannya. Paling tidak, ikut mencicipi hidangannya yang lezat tiada tara.