Gimana sih trik nonton film horor sama gebetan bagi para gocik atau manusia penakut? Ada nggak cara biar kita tetap terlihat sempurna di mata areknya–masio keweden?

Banyak orang bodoh, tolol, nggilani, nggak mashok, goblik, di dalam bioskop. Termasuk salah satunya, orang yang udah tahu takut hantu, setan, dhemit, jin, pocong, memedi, tapi tetap memaksakan diri nonton film horor.

Tak akan ada hal yang dipaksakan tanpa maksud dan tujuan. Mereka-mereka ini biasanya maksain nonton horor demi:

1. Dipeluk teman kencan.
2. Dianggap pemberani oleh teman kencan.
3. Bisa melindungi teman kencan dari setan di layar.

Intinya, kebanyakan orang melakukan nonton horor secara terpaksa karena dipicu hadirnya teman kencan, dan akan ada 34.864.991 maksud dan tujuan lagi dari oknum-oknum seperti ini.

Mereka, sebenarnya adalah cupu kelas bawah, gocik penakut sok-sok-an, dan cuman satu hal yang saya respect dari mereka: pengorbanannya demi mendapatkan pujaan hatinya.

Atas dasar respect itulah, saya, kembali turun gunung, memberikan tips dan wejangan berkelas bagi kalian, khususnya cowok, supaya tetap terlihat cool dan calm walaupun terpaksa harus menonton film horor kepengenan gebetan.

Ini bukan artikel receh taik babi ala Mufa Rizal atau Mahmud Nurhadi, dua awak redaksi DNK.id yang gemar memberi tips receh dan nggak penting. Mereka berdua sama-sama gociknya, sama-sama nggak kredibel dalam dunia perhororan—bahkan cinta-cintaan. Sampai saat ini, saya pun masih malas bertemu dengan mereka.

Langsung saja daripada rame, dan daripada saya terus-terusan diganggu Tito Hilmawan, arek redaksi DNK.id yang sok keren taik anjing padahal hatinya cemen, lebih baik saya masuk ke poin-poinnya.

Terkhusus buat Tito yang lemah dan payah, tiruen iki trik dariku. Khusus buat Mufa dan Nurhadi, enyahlah!

Jangan Merem, Itu Goblok Luar Biasa

Ketololan dan sikap sok berani itu beda tipis. 40 ribu harga tiket bioskop, dan teman kencan yang menanti kejantananmu harus kau sodori dengan mata terpejam hanya karena ada adegan setan gudik? Bodoh!

Melek saja seperti biasa. Merem membuatmu makin takut karena saat merem, memorimu akan merekam tindak-tanduk si setan. Jangan kayak Si Tito yang jancok goblok luar biasa. Dia pakai beanie kalau nonton horor buat nutupin mata. Cowok sampah!

Latih Pola Nafas

Bukan Bruce Lee, bukan Liu Kang. Tapi kamu wajib melatih nafasmu secara rutin. Nafas perut, bukan nafas tenggorok. Inhale-exhale, mentok sampai perut. Ini bisa kamu praktekkan buat membuang segala gundah takutmu. Kalau bisa, exhale juga ke tengkuknya doi.

Kalau kamu nggak bisa ngelatih nafas, kamu bisa saja teriak, muntah, mabuk, atau pingsan. Kayak orang lagi melahirkan, nafas adalah kuncinya. Fokus pada nafasmu kalau kamu bener-bener takut. Ini bukan artikel receh goblok! Ini super serius!

Makan Sejam Sebelum Nonton

Nggak ada lagi penjelasannya. Intinya biar kamu nggak muntah. Cuman wong asu seng nonton horor terus muntah berak. Kamu jangan jadi asu juga. Makanya, makan dulu sejam sebelum nonton, atau kalau perlu, puasa. Tapi kalau puasa risikonya nafasmu jadi nggak enak. Kali aja ada momen nyosor si doi.

Kalau Kamu Nampak Ketakutan, Senyumlah

Ini cara andalan yang paling berkelas. Tak pernah salah, tak pernah gagal. Kalau raut mukamu takut, senyum saja langsung. Teman kencanmu akan menganggapmu jujur, sekaligus cool dan berwibawa. Tak perlu senyum cringe kayak topeng V for Vendetta. Senyum biasa aja sat!

Latih senyum termanismu, sesuaikan dengan perubahan ekspresi mukamu. Jadi ritmenya seperti ini: kamu lagi ekspresi takut, langsung berubah senyum, lalu wajah normal kembali. Begitu terus. Pasanganmu bakalan empati dan tetap merasa kamulah jagoannya. Intine ojok koyok Tito cemen seng macak nang WC pas adegan sundel bolong pesen sate!

Lihat ke Samping, Lihat Teman Kencanmu, Pegang

Cara bijak kedua adalah lihat ke teman kencanmu kalau ada adegan horor biar kamu agak ke-distract. Amati mukanya. Pura-puralah mengamati ekspresinya waktu takut. Ini mungkin bisa menganggu fokus doi, maka dari itu timing-nya harus pas.

Timing juga adalah kunci: kapan ente kudu megang tangannya, atau megang yang lain. Ya gitu, intinya jangan isin-isini kayak Tito. Mufa dan Nurhadi tidak saya anggap apapun di sini. Trik nonton film horor nggak berlaku buat pecundang kelas berat kayak mereka!