“Gunung iku kerajaane jin, panggone setan kumpul!”

Mungkin beberapa dari kalian sudah akrab dengan pesan di atas. Benar atau tidaknya memang merupakan misteri. Meski begitu, pesan ini biasanya terus-menerus disampaikan pada seorang pendaki yang akan naik gunung.

Dulu, saat belum begitu banyak orang mendaki, gunung adalah tempat sakral yang menyimpan sejuta misteri. Rimbunnya pepohonan dan kabut yang menyelimuti, seolah menjadi halaman pembuka cerita yang menakutkan.

Kini, gunung sudah seperti pasar malam yang kian ramai dikunjungi manusia. Meski begitu, gunung-toh tetap menunjukkan nuansa angkernya. Sampai sekarang, entah sudah berapa banyak orang yang mengaku mengalami cerita misteri saat mendaki.

Bagi kamu yang suka naik gunung, kebiasaan, tingkah, dan polahmu mungkin bisa mengganggu penghuni yang tak kasat mata. Jadi ada baiknya, kalau memang tak ingin memancing masalah dengan penghuni setempat, hindari hal-hal di bawah ini.

Mendaki di Waktu Surup

Sudah menjadi rahasia umum kalau di waktu surup alias pertemuan antara sore dengan malam hari adalah waktu yang paling disukai bangsa jin untuk take action. Konon, warna merah senja punya spektrum cahaya yang sama dengan setan dan jin

Nah kebetulan, para penikmat senja itu juga suka kopi, tingwe, sama senja, sebelas-dua belas lah yaw sama bangsa jin..

Bacot dan Misuh

Patut kalian tahu, setan dan jin juga memiliki kesamaan dengan manusia dalam masalah kebanggaan. Mereka ini ya mudah tersinggung, jadi kalau kalian punya niat tawuran sama mereka, monggo silahkan mbengok-mbengok, mbacot, plus misah-misuh di gunung.

Minimal kalo nggak diganggu ya kesurupan..

Melamun

Yang satu ini memang tidak mengganggu ketentraman bangsa jin di gunung sih. Tapi yah namanya juga jin, ada yang cuek, ada yang usil juga.

Melamun memang menyenangkan. Apalagi ngelamunin dia sepenuhnya jadi milik kita. Tapi, melamun adalah penyebab utama orang kesurupan. Hindari melamun deh kalau bisa, ojok ndelomong sisan!

Buang Hajat Sembarangan

Gunung adalah tempatnya para dedemit dan makhluk halus. So, kita nggak boleh sembarangan saat berhajat di sana. Dikhawatirkan bisa bikin kotor markas mereka.

Untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan, kamu harus permisi dulu sebelum pipis/ngeseng di gunung. Carilah lokasi buang air yang aman. Jangan malah nyoba-nyoba poop di pohon atau pipis sambil nantangin mereka cuk, ludes kowe!

Ngerasani

Nggak cuma manusia, bangsa dhemit juga eneg kalo ada yang lagi ngomongin mereka. Saat kalian lagi rasan-rasan setan di gunung, otomatis mereka juga mendengarkan. Emang sih, mereka nggak langsung njedul di hadapanmu, tapi secara perlahan, mereka akan mulai mengganggu ketenanganmu. Hii..

Mau coba-coba julidin syaithon?

Buang Pembalut Sembarangan

Kalau tak mau dikejar  jin selama pendakian, sebaiknya bawa pulang pembalutmu saat pendakian. Jangan dibuang sembarangan! Selain mengotori gunung, hal ini juga punya dampak serius!

Jin sangat menyukai darah, baik darah hewan, manusia, atau darah haid kaum wanita. Ibaratnya ini makanan favorit lah. Jadi ojok bertindak ngawur!

Bawa Oleh-oleh

Membawa batu atau tumbuhan dari gunung saat turun pendakian kadang bisa membawa petaka. Saat kalian membawanya, siapa tahu ada makhluk yang ngikut. Makhluk ini bisa saja membawa mimpi buruk dan bahkan, membuatmu sakit. Hmm..

Westalah, seng lumrah-lumrah ae. Munggah gunung iku nggak sedrama film 5cm, jadi kalau kalian naik cuman buat gaya-gayaan, yo mending turu ae nang omah!k