Aaah.. Kan aku jadi terharu lihat Mas Dani Pedrosa yang lucu dan setia itu. Walaupun sudah sering disia-sia sama timnya Repsol Honda, eh dia memilih tetap setia. Padahal, biasanya yang sering kejadian itu ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.

Duh, melting aku Mz Dani. Mz Dani yang ini kok beda ya. Nggak suka ninggalin Bunda biar bisa sama pelakor yang itu tuh…

Keputusan Dani Pedrosa untuk pensiun dini dari MotoGP musim depan sekaligus membuat pinangan Yamaha bertepuk sebelah tangan. Pembalap 32 tahun itu jadi salah satu kandidat paling kuat menduduki kursi balap tim satelit Yamaha Petronas musim depan.

Yamaha bisa memanfaatkan pengalaman itu untuk membangun YZR-M1 yang tangguh untuk bertarung dengan RCV mulai musim depan.

 

Padahal, Yamaha sudah merancang skenario penaklukkan besar-besaran untuk menumbangkan dominasi Honda, jika berhasil mendatangkan rider mungil itu.

Begini skenarionya.

Andai sepakat, Pedrosa akan dipasangkan dengan Franco Morbidelli di tim SIC (Sepang International Circuit) Petronas Yamaha. Dengan berstatus pembalap satelit, Pedrosa akan ikut berperan mengembangkan Yamaha YZR-M1 yang nantinya juga bakal dipakai dua pembalap tim pabrikan utama Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Nantinya, Pedrosa akan diplot membantu pengembangan motor untuk Vinales. Kedekatan sesama Spanyol akan sangat membantu komunikasi antara keduanya. Sampai pertengahan musim ini, frustasi Vinales terhadap arah pengembangan M1 semakin parah. Apalagi, semakin kemari, pengembangan motor lebih berpihak kepada Rossi.

Dengan 13 tahun pengalaman bersama Honda, Pedrosa paham luar dalam kelebihan dan kekurangan RC213V. Pemahaman ini yang mahal harganya. Yamaha bisa memanfaatkan pengalaman itu untuk membangun YZR-M1 yang tangguh untuk bertarung dengan RCV mulai musim depan.

Strategi bajak-membajak pembalap seperti ini wes biasa di dunia olahraga profesional apapun. Rossi pernah dibajak dari Honda pada 2004 dan langsung juara bersama Yamaha di musim debutnya.

Casey Stoner juga pernah dibajak Honda dari Ducati pada 2011 dan juga langsung juara di musim pertamanya.

Jangan lupa, kemajuan pesat Ducati dua musim terakhir tidak lepas dari peran Stoner yang didaulat menjadi pembalap uji. Sebelumnya, setelah pensiun, rider Australia itu sangat lama menjadi test rider Honda.

Jadi, kamu-kamu gaes jangan baper dulu melihat aksi bajak-membajak ini. Berebut pembalap orang lain itu sah-sah saja kok. Asal cuan-nya masuk. Kalau merebut laki orang? Duh, aing gak ikut-ikut ah a a a a Aisyah.

Lanjut!

Memang, tak selamanya proyek membajak pembalap terus sukses. Ada pula proyek yang gagal. Misal Rossi ke Ducati pada 2011-2012. Lalu Jorge Lorenzo, juga ke Ducati, pada 2017-2018. Semuanya layu sebelum berkembang. Semacam belum jadian sudah disikat orang.

Nah, jika Pedrosa diplot membantu Vinales, maka Morbidelli akan dipasangkan dengan Rossi dalam urusan pengembangan motor. Keduanya sudah sangat dekat secara personal. Rookie tim Marc VDS itu adalah jebolan akademi balap VR46.

Dan, di tahun pertamanya di MotoGP musim ini, dia menunggangi Honda RC213V seri 2017. Belum lama memang. Tapi sudah cukup tahu kelebihan dan kekurangannya.

Nah, skenario ideal itu kini gagal sudah terbentur kesetiaan Pedrosa. Padahal, dia sudah dipinggirkan karena kedatangan Lorenzo. Dia juga cukup lama menerima nasib sebagai pembalap kedua. Iya yang kedua. Sanggupkah kamu seperti itu dan tetap setia?

Pedrosa seperti tahu rasanya berterima kasih. Honda sudah membesarkannya sejak memulai karir balapnya di usia 13 tahun. Saat banyak pembalap lain lebih cepat darinya, Honda juatru melihat potensinya yang terpendam. Hasilnya, tiga gelar juara dunia (125 cc dan dua gelar di kelas 250 cc).

Honda kini membuka pintu baginya untuk menjadi pembalap uji. Setelah pembalap nomor dua, kini jadi nomor tiga. Dan, jika melihat gelagatnya, kemungkinan besar Si Samurai Kecil akan menerimanya. Tidak dendam dalam hatinya, yang ada hanya kesetiaan.

Jika kesetiaan dan ketabahan tokoh Sabbari di novel Sang Ayah-nya Andrea Hirata itu adalah fiksi, maka kesetiaan Pedrosa adalah nyata. Kesetiaan, yang seperti dijanjikan Bos Dorna Carmelo Ezpeletta, akan diganjar gelar legenda MotoGP di akhir musim ini.