Ada beberapa hal di dunia ini ada yang nggak bisa ditunda untuk dilakukan. Misalnya saja nembak areknya keburu ilang, ngisi perut sebelum maag, sampai buang air kecil sebelum ginjal meledak. Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan perkara yang terakhir disebut.

Alasannya sih, jauh dari kakus, WC yang jorok minta ampun, sampai nggak ada air.

Walaupun ada pula manusia garis keras yang nggak dilatih nahan pipis selama hidupnya, kemudian mencari semak, tembok kosong, atau pohon besar. Nggak peduli kalau ternyata ada penunggu di pohon atau tulisan tanda dilarang kencing kecuali anjing yang gedenya ngaudubilah.

Tapi kek opo maneh, kadang apa yang kamu harapkan tak selalu mudah untuk diraih. Alhasil, kamu jadi kebiasaan ngempet nguyuh karena berbagai alasan. Misal ngenteni kerjoan mari, nanggung, nguyu is wasting time, dan lain sebagainya.

Padahal lho, kebiasaan ngempet iki nggak apik gawe ketahesanmu. Berikut di antara bahaya kesehatan yang bakalan mengintai kalau kamu doyan nahan pipis. Santai, informasi ini diambil dari sumber terpercaya, kok.

Batu Ginjal

Sisa metabolisme tubuh yang tak bisa diolah ginjal bakal dibuang lewat saluran kencing. Namun, karena manusia-manusia ndableg yang doyan nahan kencing ini, penumpukan sisa metabolisme tersebut lama-kelamaan memicu pengkristalan yang berujung pada pembentukan batu dalam ginjal.

Adanya sisa-sisa zat di dalam ginjal akhirnya memicu pembentukan batu. Batu ginjal merupakan endapan dari natrium dan kalsium yang tidak dikeluarkan secara teratur melalui urin. Mineral ini lama-kelamaan menjadi keras dan menghambat jalannya kencing, kamu pun seperti merasa ada yang menghambat jalan legamu.

Mangkane tah beseroo..

Gagal Ginjal

Sama mengerikannya seperti batu ginjal, menahan kencing berisiko mengancam organ ginjal untuk diambil. Ginjal yang gagal menyaring racun dan limbah dari darah akibat ngempet kencing terlalu sering, bisa menmbulkan infeksi. Ginjal yang sudah tak berfungsi guna membersihkan aliran darah mengakibatkan tubuh terganggu lho, lur.

Gejalanya beragam, bisa seperti mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, perasaan lemah dan lesu, sampai pembekakan kaki atau tangan. Akibatnya pasien pun harus cuci darah karena ginjal yang tak bisa berfungsi. Guna membuang racun yang tidak bisa dikeluarkan tubuh, alhasil pilihan terakhir pasien harus mencari donor ginjal baru yang sehat.

Ancuk nemene cuuk gara-gara nggak nguyuh isok sampek ekstrem ngene.

Kandung Kemih Sensitif

Kandung kemih tiap manusia bermacam-macam, bergantung dari apa yang ia makan atau minum. Namun kebiasaan menahan kencing memicu kandung kemih jadi jauh lebih sensitif. Urin yang tidak dikeluarkan membuat kandung kemih melebar sak pole.

Sensor kencing pun menjadi terlalu aktif dan membuat kalean kencing lebih sering dari biasanya. Sing haruse kamu pengen nahan kencing, dadi malah sering kencing pada waktu bersamaan. Hal ini kalau dibiarkan berbahaya bagi kesehatan jiwamu.

Kamu pun hanya bisa misuh-misuh dan tertekan nggolek toilet!

Infeksi

Air seni yang harusnya dibuang tapi malah disimpan sedemikian lama, membuat bakteri yang ada di sekitar pembukaan uretra—tabung pembawa urin dari dalam kandung kemih ke luar—cenderung masuk ke dalam.

Bakteri jadi punya kesempatan untuk berkembang biak dan menimbulkan rasa sakit seperti nyeri saat buang air kecil. Untuk kasus yang lebih parah, bahkan sampai muncul darah dalam urin, sakit perut dan panggul, hingga demam. Hmmm medeni..

Nah, setelah pemaparan sejumlah dampak buruk tadi, ente-ente semua masih mikir buat nahan kebelet pipis? Kalau saya sih mending dikeluarin, toh bagus bagi kesehatan badan. Asal ojok brutal ae nguyuh pinggir dalan. Lebih baik cari toilet lurd!

Sek sek aku dewe yo kebelet, tak nguyuh chookk!