Para bonek tengah berduka. Salah satu pentolannya, Jhonerly Simanjuntak, telah berpulang Kamis, 11 Juli 2019 kemarin.

Laki-laki yang akrab dipanggil Cak Joner itu sempat mengalami serangan jantung di dalam Rutan Medaeng, sebelum meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jelas saja kematian yang begitu mendadak itu membuat ribuan bonek kaget dan berduka cita.

Cak Joner dikenal sebagai pendukung Persebaya yang sangat kereng dan total berjuang demi klub sepak bola kesayangannya itu. Maka wajar jika Cak Joner sering terlihat bersama para bonek lainnya baik di saat pertandingan atau di luar pertandingan. Itulah yang membuat pria ini juga dekat dengan sesama penggemar Persebaya.

Akun Instagram @satunyalicom bahkan pernah menyebutkan bahwa Cak Joner adalah orang yang berprinsip, “Sederhana tak perlu mewah, yang penting kumpul dan sambang sedulur.”

Memang keakraban antar sesama bonek begitu dijaga oleh laki-laki ini. Pribadinya yang keras namun gemar bercanda itulah yang membuat teman-temannya merasa senang bercengkerama dengan beliau.

Di hari ulang tahunnya tahun lalu, berbagai ucapan doa juga dipanjatkan untuk Cak Joner yang dijuluki panutan kesayangan siswa-siswi Triyasa. Salah satu doanya adalah agar Cak Joner bisa segera kembali ke ‘lapangan’.

Memang, sejak Maret 2018 lalu, Jhonerly Simanjuntak harus mendekam di Rutan Medaeng karena kasus ujaran kebencian di Facebook sesaat sebelum bentrokan antara bonek dengan anggota perguruan silat PSHT terjadi.

Peristiwa itu menyebabkan kematian dua orang anggota PSHT, sehingga akhirnya memasuki ranah pidana. Cak Joner dan Slamet Riyadi kemudian dijerat karena pelanggaran Peraturan IT terkait unggahan di Facebook yang ‘mengajak’ para bonek untuk ikut turun menghadapi para ‘pendekar PSHT’.

Persidangan Cak Joner dan Slamet Riyadi itu bahkan menyedot perhatian ribuan bonek dari dalam maupun luar Surabaya yang turut mengawal di area pengadilan. Vonis penjara 3 tahun pun dijatuhkan untuk Cak Joner. Putusan itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntun Umum yang mengajukan 4 tahun 6 bulan kurungan.

Selama berada di dalam tahanan, simpati dan dukungan untuk Cak Joner tetap tak terputus. Para bonek lainnya berharap agar Cak Joner dapat terus diberi kesehatan supaya bisa kembali lagi bersama mereka dalam membela Persebaya. Sayangnya, harapan itu kini harus dikubur bersama jenazah Cak Joner.

Selamat jalan, Cak Joner. Terima kasih telah mengajarkan pada kami tentang makna solidaritas. Rest in pride, Komandan…