Ada dua jenis manusia dalam investasi. Tipe yang pertama adalah orang yang berinvestasi sedikit demi sedikit setiap minggu. Sementara tipe kedua adalah orang yang menabung selama beberapa waktu, untuk kemudian menginvestasikannya pada waktu yang bersamaan.

Memang sekilas tampak sama, tapi dalam investasi, sebaiknya kamu jadi orang tipe pertama. Mengapa begitu?

Ibarat kata mbah-mbah terdahulu, “Bertemanlah dengan waktu, maka ia akan memberimu timbal balik.” Yha, Semakin lama kalian berinvestasi, hasil yang akan kalian dapat juga akan semakin baik, alias berbanding lurus dengan waktu penantian kalian. Inget kata mbahmu: “Wong sabar rejekine jembar!”

Salah satu contoh investasi berprinsip kesabaran yakni reksadana. Kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih setelah satu tahun. Tapi ingat, lebih baik ini dilakukan secara teratur. Ini bisa membantu melindungi kamu dari pasang surut pasar saham sehingga kamu bisa memperoleh harga rata-rata saham terbaik.

Gini contohnya, seandainya kamu berinvestasi Rp1.000.000,- pada akhir tahun, maka harga pembelian rata-rata kamu untuk tahun itu adalah berapa pun harga yang terjadi pada hari itu.

Tetapi jika kamu berinvestasi Rp100.000,- per minggu, harga rata-rata kamu mungkin lebih rendah karena kamu akan mengambil beberapa saham ketika harganya lebih murah. Nah, dengan harga yang lebih terjangkau namun pengembalian yang jauh lebih tinggi dalam dompetmu, jelas akan memberimu lebih banyak keuntungan!

Investasi secara rutin juga akan membantu kamu membentuk habit yang baik. Apa itu habit? Kebiasaan yang dengan alasan saking terbiasanya kita, sampai-sampai kita tak perlu lagi memikirkannya. Dalam dunia keuangan, habit investasi berarti tindakan investasi yang dilakukan seseorang tanpa berpikir dua kali karena sudah mempercayai apa yang dilakukannya.

Semakin sering kamu melakukan sesuatu, semakin mudah untuk terus melakukannya. Sip to?

Keuntungan lain dari berinvestasi dalam jumlah kecil secara rutin adalah membangun kebiasaan yang lebih teratur, yang berarti lebih mudah untuk diingat dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi gini, baik mengeluarkan Rp100.000,- per minggu atau Rp1.000.000,- setiap 10 minggu, keduanya adalah jumlah uang yang sama. Itu menurut ilmu matematika, tapi tidak dengan investasi.

Bagi pribadi seperti saya yang gajinya di bawah dua digit, jelas jauh lebih mudah untuk mengeluarkan uang Rp100.000,- dalam satu minggu daripada menggelontorkan uang Rp1.000.000 dalam satu waktu.

Menyisihkan Rp100.000 untuk investasi tak berat bukan, selain itu juga tidak memberatkan neraca simpanan untuk kehidupan sehari-hari.

Berinvestasi dalam jumlah kecil secara kontinyu membuat kita dengan mudah menganggapnya sebagai pengeluaran yang tak berat dan akan terus terakumulasi sepanjang waktu.

Tapi ingat, jangan terbiasa berinvestasi karena gaya-gayaan atau sekedar ikut-ikutan tren. Sangat penting untuk mempelajari pola hidupmu sehingga dapat menemukan serta menyesuaikan dalam mengambil keputusan investasi.

Itulah kenapa investasi tak kalah penting dengan cinta, karena keduanya membentuk masa depan. Kalian jelas tak ingin memiliki masa depan terlunta-lunta bukan?