Kopi, indie, senja. Ketiganya, dengan berdiri sendiri atau digabungkan, sempat jadi fenomena edgyness yang melanda Indonesia. Banyak nagh muda menjadikannya sebagai barometer gaya hidup.

Beberapa orang menganggap dirinya merasa lebih unggul, lebih kece, lebih ekslusif karena menjalani laku hidup kopi, indie, senja, repeat. Mimik kopi, denger Fourtwnty, Hindia, atau Sal Priadi, di temaram senja yang hangat-hangat tai.

Nah, ini kemudian melebar pada aktivitas ngopi (kongkow) di gerai kopi tengah kota, disambi posting copywriting yang eyecatching buat caption disertai dengan foto dengan tone bergenre folk di Instagram.

Kebiasaan ini tanpa disadari memunculkan patokan standar anak keren yang edgy: minimal kudu seneng kopi, denger indie, dan mabuk senja.

Lah aku seng hobi ngombe Energen, dengerin Shalawat Badar, dan nggak pernah lihat senja karena sibuk baca manga jelang Magrib, kudu piye?

Fenomena edgy ini nggak berhenti di situ, malah semakin melebar jadi pencinta hujan dan nuansa sendu yang menyertainya. Beberapa anak kekinian dalam zona “indie” acapkali menuliskan sebaris dua baris kata-kata mutiara pas lagi hujan, atau sekadar kutipan dari sastrawan yang menggetarkan hati yang tak pernah jauh dari rindu, cinta, dan kegundahan hati.

Ini seakan menunjukkan kalau mereka memiliki gaya hidup yang kelihatan tenang, bebas, down to earth, dan kalem. Memang tidak masalah, toh ini adalah pilihan hidup. Tapi di tahun 2020 ini, saya kira kopi indie senja bakalan nggak usum dan relevan lagi.

Tahun ini bakalan jadi kebangkitan pecinta mistis! Nggak ada lagi kopi indie senja!

Kebutuhan duniawi dari tahun ke tahun semakin menjadi-jadi. Gaya konsumtif berubah semenjak adanya online shop. Semuanya bisa dibeli cukup dengan menjentikkan jari, ditambah lagi masih ada layanan Paylater yang semakin memanjakan konsumen.

Para pecinta senja dan kopi pun tak bisa terhindar dari gaya hidup yang konsumtif. Untuk ngopi dan berkata-kata di senja hari, mereka membutuhkan uang. Untuk mendapatkan uang, seseorang harus  berusaha.

Tuntutan hidup menye-menye ala kopi indie senja akan membuat para penikmatnya berputar pikiran. Bagaimana cara mendapatkan uang tanpa usaha berlebih? Tak lain tak bukan adalah pesugihan, dateng ke dukun!

Nah, klop kan! Inilah awal mula pergeseran gaya hidup anak senja. Yang awalnya cuma ngopi-ngopi senja sambil menikmati aroma petrichor, berubah menjadi penikmat uang haram via jalan mistis!

Yaopo artikelku, sampah banget kan? Aku ancen kemeroh!