Suti sumringah. Ia berjalan dengan gagah. Saat ini, hatinya sedang berbunga-bunga. Yang ia tahu, saat ini dirinya adalah manusia paling bahagia di dunia. Bagaimana tidak, hari ini dia dilantik jadi anggota DPR dari fraksi Partai Warga negara Indonesia Pilihan Demokrasi—disingkat Partai Wani Piro.

Kebayanya baru, asli buatan desainer ternama nasional. Tatanan rambutnya pun khusus ia datangkan dari perias model internasyenel. Pokoknya dari ujung kaki sampi ujung rambut, dijamin bisa membuat pria manapun terpesona. Meskipun ia tak lagi gadis, pesonanya tak kalah dibandingkan gadis belia.

“Pletok.. pletok..” suara khas heels dari sepatu yang ia kenakan memancing semua orang yang dilaluinya untuk menoleh padanya.

“Duh gusti, widodari tenan iki,” bisik salah seorang wartawan yang mengambil gambar dari kejauhan.

Suti mendengar bisik-bisik di sekitarnya tersebut. Jumawa dalam hatinya menggebu-gebu. Ia tersenyum sinis,

“Dasar orang-orang kere!” batinnya.

Saat sedang berjalan menuju gedung megah kantor perwakilan rakyat, Suti berpapasan dengan Manto, kawannya yang juga mantan wakil ketua wakil rakyat sebelumnya. Keduanya bersalaman dengan senyum canggung. Ngobrol basa-basi, ngalor ngidul kesana kemari.

“Mbak Suti cantik banget hari ini, aku jadi kesengsem nih,” timpal Manto.

“Pak Manto bisa aja. Makasih lho, Pak,” jawab Suti.

“Udah cantik, pinter, jadi wakil rakyat pula. Sempurna sekali. Btw, Mbak mungkin mau gabung farewell party kita nanti malem?” tanya Manto.

“Wah, pesta perpisahan ex-anggota ya, Pak? Boleh tuh. Tapi sayangnya saya udah ada agenda sendiri. Nanti WA saya aja ya, Pak,” ujar Suti sambil berlalu. Meninggalkan Manto di belakang.

Manto tak menjawab lambaian Suti. Matanya menyorot dua daging binal yang berlenggak-lenggok di bawah punggung Suti. Manto menelan ludah, berkhayal menghabiskan satu malam bersamanya. Sayang sungguh sayang, ia tak lagi terpilih lagi sebagai wakil rakyat. Padahal dia sudah menyiapkan modal yang besar.

“Anjing! Harusnya dia berterima kasih padaku. Gak popo wes, yang penting punya uang pensiun seumur hidup!” umpatnya.

Wait! Uang pensiun seumur hidup? Ciyus? WTF!

Cerita di atas hanyalah pemanis belaka. Kamu tak perlu bertanya itu benar-benar terjadi atau tidak. Intinya: wakil rakyat memang seglamor itu. Sementara masih ada rakyat indonesia yang bahkan tak bisa makan, wakilnya makin menjadi-jadi. Sistem macam apa ini?

Tapi asal kalian tahu, gaji wong DPR iku nggak akeh rek. Yo kiro-kiro Rp4.200.000an lah. Hampir podo lah ambek UMR wulananmu.

Eh tapi, jangan salah, selain mendapat gaji pokok, anggota juga mendapat sejumlah tunjangan, yakni tunjangan istri (Rp420.000,-), tunjangan anak (Rp168.000,-), uang sidang/paket (Rp2.000.000,-), tunjangan jabatan (Rp9.700.000,-), tunjangan beras (Rp 198.000,-), dan tunjangan PPH (Rp1.729.608,-).

Sek, iki durung bar. Tunjangane sek akeh! Nggak nanggung-nanggung, ada juga tunjangan di bawah ini—yang juga mundak sisan. Berikut rinciannya mentah-mentah.

Tunjangan Kehormatan

Ketua Badan/Komisi, dari Rp4.460.000,- naik jadi Rp6.690.000,-
Wakil Ketua Badan/Komisi, dari Rp4.300.000,- naik jadi Rp6.450.000,-
Anggota, dari Rp3.720.000,- naik jadi Rp5.580.000,-

Tunjangan Komunikasi Intensif

Ketua Badan/Komisi, dari Rp14.140.000,- naik jadi Rp16.468.000,-
Wakil ketua, dari Rp14.140.000,- naik jadi Rp16.009.000,-
Anggota, dari Rp 14.140.000,- naik jadi Rp15.554.000,-

Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran

Ketua Badan/Komisi, dari Rp3.500.000,- naik jadi Rp 5.250.000,-
Wakil Ketua, Rp3.000.000,- naik jadi Rp4.500.000,-
Anggota, Rp2.500.000,-  naik jadi Rp 3.750.000,-

Bantuan Langganan Listrik dan Telepon, dari Rp5.500.000,- naik jadi Rp7.700.000,-

Rincian nang nduwur iku durung termasuk biaya-biaya lain. Misale lek onok tamasya, eh maksude, kunjungan nang luar negeri. Wenak to? Sing tak tulis nang nduwur iku sing aku ngerti tok lho rek, lek misale onok tambahan-tambahan duit liyane aku yo nggak eroh.

Nggak cukup hanya pendapatan fantastis, anggota DPR juga dapet THT alias Tunjangan Hari Tua alias uang pensiun. Tambah wenak meneh iki. Kerjone turu nang ruang rapat, gajian per akhir bulan isok buat tuku mobil, masa tuanya isok sante-sante karo dolanan manuk!

Pemberian gaji pensiun buta tersebut akan diberikan melalui PT Taspen (Persero), yang akan menyerahkan dokumen pembayaran THT pada mantan anggota DPR setelah masa jabatannya usai.

Dilansir Detik, untuk periode 2014-2019 ini saja, anggota DPR mendapatkan THT dengan total Rp6,2 miliar. Dana ini diberikan untuk 556 orang anggota DPR RI. Artinya, setiap anggota DPR akan mendapat tabungan hari tua sebesar Rp11,18 juta per orang. Joh!

Sedangkan untuk uang pensiun, setiap mantan anggota DPR akan mendapat tunjangan sebesar Rp3,2 juta hingga Rp3,8 juta per bulannya. Uang pensiun tersebut akan diberikan sampai mantan anggota DPR tersebut meninggal. Kalau dia memiliki istri yang ditinggalkan, maka dana pensiun akan dilanjutkan ke istrinya.

Pantes ae kabeh podo gelem modal akeh biar bisa dadi DPR, wong pancen panggone duit! Tapi lek nggak dadi, yo iso-iso langsung edan se..