Emas, (bukan mas-mas), merupakan salah satu opsi investasi yang bisa kalian coba. Selain termasuk instrumen investasi yang menarik, harga jual-belinya juga mengikuti nilai pasar yang begitu dinamis.

Untuk investasi emas murni batangan (99%), di Indonesia setahu saya terdapat dua pilihan. Yang pertama yang dikeluarkan perusahaan plat merah, Antam. Yang kedua dari swasta, yaitu UBS (Untung Bersama Sejahtera).

Investasi emas lebih disarankan untuk kalian yang ingin berinvestasi jangka panjang. Kenapa? Ya, karena harga emas cenderung fluktuatif. Selain itu, kenaikan harga emas relatif tidak terlalu agresif.

Jadi, kalau kamu mencari opsi investasi dengan jangka waktu pendek, disarankan untuk memilih investasi lain selain emas.

Nah, selain jangan berinvestasi emas dengan jangka pendek, masih banyak hal-hal yang seharusnya kalian hindari ketika kalian memilih jalan sebagai investor emas.

Berikut di antaranyaaa…

Jangan Berinvestasi dengan Takaran Kecil

Pokoknya hindari membeli emas batangan dengan gram kecil! Biasanya seseorang dengan keuangan yang belum mencukupi, lantas memaksakan investasi emas, biasanya akan mampu membeli emas Antam seberat 2 sampai 5 gram.

Ini bukan investasi, sedulur sekaliaan! Wajib kalian ketahui, membeli emas batangan dalam gram kecil justru membuat harga emas yang kamu beli menjadi lebih mahal!

Untuk berinvestasi emas batangan, kamu disarankan membeli emas setidaknya 100 gram. Harganya akan jauh lebih murah dibandingkan emas pecahan kecil.

Jika kalian belum punya cukup uang untuk membeli emas, sebaiknya tunda dulu niat kalian untuk membelinya. Mending tabung dulu sampai cukup untuk membeli yang 100 gram.

Atau, sekarang kan udah banyak yang menawarkan tabung emas, tuh. Salah satunya adalah Pegadaian. Gimana, pikirin dulu yo lek mau investasi cilik-cilikan…

Jangan Investasi di Perhiasan

Kalau emak-emak nih, pasti seneng lah punya perhiasan kalung, cincin, gelang giwang, atau kutang yang bahannya dari emas. Tapi tahukah kalian, meskipun terbuat dari emas, perhiasan kurang cocok untuk dijadikan investasi.

Kenapa bisa gitu?

Jika tujuanmu membeli emas adalah untuk investasi, hindari investasi dengan emas perhiasan. Biasanya, toko emas akan menambah harganya. Bukan dari berat dan kemurnian emasnya saja, melainkan dari kerumitan bentuknya pula.

Makin rumit bentuk perhiasan, makin mahal pula harganya. Repot to, wes kadar emasnya belum pasti 99%, eh malah nambah biaya buat model perhiasan. Hadeh!

Nggak Update Harga Terkini

Biasakan tidak tergesa-gesa dalam membeli emas. Sebelum membeli, entah secara offline di butik Antam maupun secara online, ada baiknya kalian memeriksa terlebih dahulu harga emas terkini.

Jangan lupa untuk membandingkan harga emas antar penjual (bagi yang membeli di luar butik). Jangan sampai kalian tertipu karena ngasal beli, padahal si pedagang sengaja naikin harga emas di tokonya. Remok jum!

Tak Punya Penyimpanan

Bukannya mendoakan sing elek yo. Emas batangan iki kan gampang digowo, simpel, alias gampang diembat juga. Jadi, resiko dicuri juga tinggi.

Disarankan, sebelum kalian membeli emas batangan untuk investasi, pastikan punya tempat penyimpanan yang aman. Atau, kalau kalian kesulitan untuk menyimpan, bisa disimpan di Pegadaian, di bank yang memang menyediakan fasilitas penyimpanan emas, ataaau… dititipno aku. Hehe…

Utang Buat Beli Emas

Yang terakhir inilah yang paling nggak boleh dilakukan untuk investasi emas. Yang namanya investasi kan untuk masa depan, jangan sampai demi masa depan, kalian malah berutang. Percuma cok!

Usahakan membeli emas dengan tunai. Apalagi, emas adalah jenis investasi jangka panjang. Kalian akan kesulitan membayar utang kalau keuanganmu sendiri aja ngadat-ngadat. Hadeeh!

Sekian dulu tips investasi emas dari kami. Ketemu lagi ya di tips investasi yang lain. Jangan lupa juga buat share pengalaman kalian!