Apa hubungannya Prabowo Subianto, Perairan Natuna, dan teori ayam masuk halaman? Hmm.. Mari saya jelaskeun!

Poin pertama yang wajib kamu tahu: China nyatanya memang benar-benar getol nyolong ikan di perairan Indonesia, terutama di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Ekspansi yang terus dilakukan nelayan China di titik tersebut, bahkan dikawal kapal patroli keamanan China.

Banyak yang menganggap, pelanggaran yang dilakukan pelaut China ini adalah salah satu sikap seenak udel Negeri Tirai Bambu. Tingkah terbuka yang dilakukan mereka di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia itu, jelas sudah menginjak-injak harga diri Indonesia.

China, sekali lagi menunjukkan diri pada dunia bahwa mereka tak takut dengan siapapun. Amerika saja ditantang balik, apalagi Indonesia. Mungkin menurut China, kita ini cuma dianggap negara yang bisanya senyam-senyum sambil monggo-monggo waktu ada sumber dayanya dicolong habis-habisan.

Indonesia memang dikenal sebagai negara paling ramah, Menurut Expat Insider 2019 lalu, Indonesia menduduki negara nomor 8 paling ramah sedunia. Mungkin saking ramahnya, China bisa sliwar-sliwer di laut kita sambil njupuki iwak sak karepe dewe!

Poin kedua: Pak Prabs alias Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan musim ini, juga dinilai tak segarang dulu, terutama pas masa-masa pra-pilpres. Di YouTube, kamu bakal nemu banyak sekali video Pak Prabs yang lagi gebrak-gebrak meja sambil ngomong tentang begitu antinya beliau dengan antek aseng.

Sekarang, bukannya ngegas sama aseng aka China, beliau justru ngomong, “Saya kira ada solusi baik. Kita selesaikan dengan baik, ya. Bagaimanapun, China negara sahabat.”

Maaf, Pak, kalo punya sahabat dibiarin nyolong ke rumah kita terus, lama-lama juga tekor kitanya. Lagipula, nggak ada yang namanya sahabat tapi kelakuannya kayak setan gitu. Udah dikasih tahu kalo bukan wilayahnya, kok masih aja kekeuh!

Kata Pak Prabs, Bapak lebih TNI dari TNI sendiri. Lha ini kok melempem. Gimana se, Pak? Apa Pak Prabs melunak gara-gara kekuatan militer kita masih kalah sama China? Atau… ada hal lain?

Edhy Prabowo, sodara Prabowo yang jadi menteri juga, udah bilang kalo doi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan udah memperketat pengawasan di lokasi yang terindikasi sering jadi masuknya kapal ikan asing secara ilegal, termasuk Perairan Natuna.

“Yang penting tetap¬†cool, tidak telalu terpancing, yang penting kita semua kompak di seluruh stakeholder, seluruh kementerian dan lembaga,” ujarnya, dilansir Tempo.

Cool sih cool, tapi Bapak rela kalau halaman rumah Bapak dijamek-jemek sama tetangga? Dicolongi sumber dayanya?

Ini kan lucu ya, Pak. Belum lama ini, sempet rame perihal RUU baru dalam peraturan Gangguan terhadap Tanah, Benih, Tanaman dan Pekarangan (Pasal 278 dan 279 RUU KUHP).

Pasal 278 menyebutkan, setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain, bisa dipidana dengan pidana denda paling banyak 10 juta rupiah.

Kemudian dalam Pasal 279 Ayat 1 disebutkan, “Setiap orang yang membiarkan ternaknya berjalan di kebun, tanah perumputan, tanah yang ditaburi benih atau penanaman, atau tanah yang disiapkan untuk ditaburi benih atau ditanami dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II.”

Nah, di dalam negara sendiri aja jelas, ketika ada ayam masuk ke pekarangan rumah, kalo nggak didenda ya disita. Lah, ini ada kapal nyelonong ke dalam halaman milik negara, plus nyolong pula, dibiarin aja sambil nyuruh stay cool!

Hmm. Mungkin Pak Prabs ini udah mulai menyadari bahwa jati diri Indonesia bukanlah gebrak-gebrak meja, melainkan ramah tamah kepada tetangga. Sekalipun tetangga tersebut berniat nyolong.

Hidup Indonesia! Hidup Ramah Tamah! Eits, nggak boleh ngegas, anjing!