Novi berlari tegopoh-gopoh di tengah kerumunan manusia yang mulai memenuhi pintu utama Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat, (11/8). Perempuan itu berusaha mengimbangi kawan-kawan Bonek lain yang mulai mempercepat langkahnya.

Sementara itu, jam digital di smartphone saya sudah menunjukkan angka 6 lebih 48 menit. Agenda “Pemkot Bareng Bonek Resik-resik GBT” pagi ini dilaksanakan tepat waktu. Bahkan ada beberapa orang yang sudah berada di lokasi sebelum pukul enam. Sangar cik, opo nggak kriyep-kriyep iku matane…

Nah, salah satu yang datang paling pagi adalah Novi beserta dan rombongan. Bonita pendukung setia Persebaya ini datang bersama lima temannya. Ia mengaku berangkat dari Lontar hanya untuk mengikuti kerja bakti yang diinisiasi Pemkot Surabaya bareng Bonek.

“Kita ikut nyapu tadi udah dari halaman Tribun Timur, ikut ngecat juga,” ujarnya.

Novi mengaku senang bisa ikut membantu Pemkot Surabaya sebagai salah satu kota yang dipercaya menjadi venue World Cup U-20 2021.

“Sebagai Bonita, aku jelas seneng, Mas. Terpilihnya GBT kan berarti membuktikan nggak hanya Surabaya yang hebat, tapi Persebaya, Bonek, dan Bonita. Semua warga Surabaya juga ikut bangga. Piala dunia lho ini, Mas!” ujarnya sambil terengah-engah. Noto ambekan mari ngewangi ngeresiki GBT.

Meski terlihat lelah, Novi mengaku bahagia karena bisa ikut kerja bakti di GBT. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang wani merangkul Bonek Bonita untuk ikut berpartisipasi dalam kerja bakti kali ini.

Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi langkah positif pasca citra negatif akibat aksi rusuh beberapa waktu lalu, setelah Bajul Ijo kalah 2-3 dari PSS Sleman di GBT (29/10).

“Iya selama ini kan banyak yang mencitrakan negatif tentang Bonek, apalagi pasca kerusuhan. Jadi saya sendiri berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena sudah menyatukan kita kembali,” ujarnya.

Memang sih, kekecewaan para Bonek punya alasan. Dari lima pertandingan terakhir, klub kebanggaan Kota Pahlawan itu hanya membawa pulang satu poin. Ini ditanggapi salah satu Bonek yang datang dari Gresik, Maarif. Ia mengakui bahwa performa tim kesayangannya memang sedang tidak baik.

“Ya jelas kita sebagai Bonek ingin yang terbaik buat Persebaya. Harapan kami, semoga saja setelah kerja bakti ini, Persebaya makin nggacor, makin jos mainnya!” ujarnya yang juga diamini rombongan Bonek yang lain.

Eri Cahyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya, juga langsung turun tangan pada kerja bakti kali ini. Selain ikut membenahi, Eri juga menjelaskan detail renovasi kandang Persebaya tersebut.

Salah satu yang disoroti adalah pembenahan jalur penonton menuju tribun.

“Kita akan ganti dengan tabir yang dipasang dari atas. Penonton tetap akan aman saat menaiki tangga menuju tribun karena sudah ada besi pengaman di tangga dan semua balkon,” ujar Eri.

Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa untuk renovasi GBT, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan anggaran sekitar 100 miliar rupiah. Eri akan segera mengusahakan supaya dana itu segera diketok di Rapat APBD.

Tujuan perbaikan itu sih, kata Eri, agar standar stadion yang ditentukan FIFA melalui PSSI bisa terpenuhi. Untuk itu, pihaknya juga akan membangun tiga fasilitas lapangan penunjang latihan tambahan di sekitar stadion GBT.

Sementara itu, Azrul Ananda, Presiden Persebaya yang juga sempat berbincang dengan Eri, mengaku sangat mengapresiasi inisiatif Pemkot menggandeng Bonek untuk kerja bakti di GBT. Azrul bahkan mendukung agar kerja bakti ini lebih sering dilakukan di lingkungan GBT.

Azrul menambahkan, GBT sebagai salah satu stadion penyelenggara Piala Dunia U-20 2021 nanti, tentu wajib berstandar FIFA.

“GBT akan naik kelas. Berarti timnya, penontonnya, dan semua yang ada di dalamnya juga harus naik levelnya!” ungkapnya.

Yaopo rek, wani tok wes GBT dadi venue piala dunia!