SEA Games 2019 di Filipina akan digelar dua hari lagi. Nah tapi nih, belum juga resmi dibuka, sejumlah keluhan dari berbagai pihak sudah ramai. Mereka menggeruduk Filipina sebagai tuan rumah tahun ini.

Berbagai permasalahan SEA Games 2019 seperti akreditasi wartawan yang ruwet, transportasi yang amburadul, akomodasi yang emboh, hingga ketidakmampuan panitia menyediakan makanan halal jadi bulan-bulan.

Yang terakhir, bahkan panitia sempat dikabarkan mendapat kecaman karena menyuguhkan hidangan daging babi pada kontingen yang beragama Islam seperti Indonesia, Malaysia, Brunei dan Malaysia. Ckckck!

Tagar #SeaGames2019Fail pun ramai dicuitkan warga Twitter dalam sepekan terakhir. Bahkan sempat menempati trending topic. Desas-desus yang beredar sampai menyebut, Presiden Duterte berang karena hal ini.

Ia memerintahkan pada pihak terkait, menyelidiki penyebab kacaunya SEA Games 2019. Yang harusnya membuat Filipina dipandang bagus di mata dunia, malah jadi bahan guyonan global.

Dilansir dari CNBC, Duterte dan jajarannya dikabarkan akan melakukan penyelidikan dugaan korupsi pada semua penyelenggara, termasuk Ketua DPR yang juga Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina, Alan Cayetano.

Tapi saya kok malah ragu kalo kegagalan disebabkan adanya korupsi. Saya menduga, Filipina sengaja melakukan banyak fail di SEA Games tahun ini.

14 tahun lalu, Filipina juga pernah jadi tuan rumah. Logikanya, mosok iyo se, wong wes pernah dadi tuan rumah, kok saiki malah ngowos!

Jadi saya kira, Filipina mungkin lagi melakukan prank pada para peserta SEA Games. Mereka berencana membuat para peserta tak nyaman dan membuat media memberitakan buruk soal SEA Games.

Setelah semua pihak merasa SEA Games tahun ini paling buruk sepanjang sejarah, baru deh para panitia keluar sambil bawa action cam, keluar sambil ketawa-ketiwi di depan para kontingen.

Mungkin lho, ya. Barangkali Bung Duterte lagi terinspirasi SAAI HALILINTAR.

Mereka akan membuat SEA Games tahun ini jadi yang paling gokil sepanjang sejarah. Sekaligus paling unik dengan surprise-surprise ala prank YouTuber yang akhir-akhir ini lagi rame.

Bisa juga ini meniru prank ojek online yang sampe bikin nangis. Bedanya, panitia SEA Games ingin membuat para kontingen sangat tersiksa hingga mereka emosi, lantas endingnya ada hadiah yang tak ternilai.

Lagian nggak mungkinlah negara segagah Filipina bisa gagal melaksanakan SEA Games. Wong dulu aja, ketika Indonesia jadi tuan rumah SEA games 2011, Filipina melontarkan kritikan paling keras.

Iya, mereka menyebut bahwa SEA Games dengan tuan rumah Indonesia saat itu merupakan event terburuk sepanjang sejarah SEA Games.

Lho, mereka berani ngomong gitu pasti bukan tanpa alasan. Mereka pasti amat percaya diri sama negara mereka. Dulu nih, Official Olahraga Filipina sampai menyatakan bahwa SEA Games XXVI 2011 merupakan penyelenggaraan “paling kacau” sepanjang sejarah!

Tak cukup sampai di situ, media Filipina Daily Inquirer juga menyinggung penginapan dan transportasi yang mereka bilang “sangat parah”.

Dulu, waktu di Sea Games 2011 di Indonesia, memang ada kasus beberapa kontingen yang sakit perut karena makanan basi. Nah, di tahun 2019, Filipina jelas sudah lebih profesional dari Indonesia. Mereka menyediakan makanan nggak basi, ya meskipun hampir nggak ada yang halal sih.

Selain itu, Modo-Modi sebagai maskot SEA Games 2011 lalu juga disorot karena tak seperti komodo, malah dianggap menyerupai seekor cicak. Jelas beda sama maskot SEA Games Filipina. Sangar lho! Bulet-bulet kayak dorokdok yang penuh filosofi.

Nggak jadi masalah sih kalo Filipina niru prank ala YouTuber, siapa tahu juga Filipina mau bikin channel negara official buat bisa dijadiin sumber pendapatan baru. Ya kaaan..

Tapi sekadar mengingatkan sih, Indonesia kan dikenal sebagai salah satu negara yang memproduksi netizen bar-bar paling banyak. Yang saya takutkan, kalau Filipina nggak segera menyelesaikan prank mereka, bisa-bisa panitia nggak cuma digeruduk sama netizen Indonesia, tapi juga netizen se-Asia Tenggara!

Ehm, tapi nggak tau lagi sih kalau itu semua bukan prank..