Adanya Mola TV di awal musim 2019/2020 seakan semakin memusingkan pencinta sepakbola di Indonesia, khususnya Liga Inggris. Dari musim ke musim, awakdewe terpaksa harus berpindah-pindah platform biar bisa menikmati tayangan tim tercinta.

Rendahnya daya beli masyarakat Indonesia juga jadi faktor yang menyebabkan penikmat bola lebih memilih streaming ilegal. Mola TV sebagai pemegang hak siar Premier League—liga sepakbola domestik yang paling banyak ditonton di dunia—juga tak membuat praktik melanggar hukum ini berhenti.

Saya tak akan menyalahkan suporter-suporter garis dompet tipis alias nggak modal. Wong saya sendiri juga masih menikmati streaming ilegal, meskipun saya juga sudah berlangganan salah satu paket bola.

Ya walaupun begitu, toh tayangan sepakbolanya nggak selengkap yang ditawarkan, pun tidak memuaskan hasrat kelaparan saya akan tayangan bola.

Banyak yang beranggapan, nonton bola makin lama makin ribet. Belum lagi sekarang buat nonton aja harus bayar. Ya, untuk kaum-kaum borjouis seperti saya sih, memang yang jadi masalah tak hanya masalah uang, melainkan ribetnya langganan.

Bandingkan dengan streaming ilegal yang cukup buka web, klik, dan kita langsung bisa menikmati pertandingan tim kesayangan secara HD.

Saya sebagai penikmat setia streaming gratis khas komentator Arab, yang pas nonton bal kerasa kayak pengajian dan pas ngegolin aja komentatornya teriak, “Ya Allaaah, Ya Allaaaah!”, auto nggak jadi emosi cuk!

Memang kadang saya merasa berdosa karena streaming ilegal jelas merupakan pembajakan. Apalagi juga berisiko disalahgunakan penonton. Jadi selain pengaksesnya bisa dikriminalisasi, gawai atau perangkat yang dipakai untuk mengakses streaming ilegal juga bisa terinfeksi berbagai macam virus, malware, dan sanak saudaranya.

Perjuangan para streamer gratisan selaku pelaku pembajakan memang tak bisa dianggap remeh. Satu link di-banned, muncul link lain di web lain pula. Mati satu tumbuh 1001 web streaming gratisan.

Cukup dengan kata kunci “streaming match malam ini”, maka muncul ribuan web yang menawarkan streaming bola, entah yang bener-bener link streaming atau hanya clickbait semata. Apalagi kalau pakai VPN, wah makin banyak pula link yang bisa diakses—meski efek VPN gratisan bisa menyebabkan tayangan lebih sering buffering.

Penonton bola di Indonesia memang bisa dibilang penonton yang selalu tertantang dengan perubahan gaya menonton sepak bola. Mereka selalu bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan gaya streaming sejak dulu kala.

Tanpa bermaksud membela penonton bermental “gratisan”, realita yang kelihatan memang seperti ini: maraknya streaming ilegal bukan sepenuhnya salah penonton, melainkan susahnya media penyedia streaming legal.

Dulu, jika kalian mengetik di mesin pencari dengan kata kunci, misalnya: “Arsenal vs Tottenham Hotspur live stream”, maka yang keluar adalah situs-situs penyedia streaming ilegal seperti Yalla-shoot, TVBall, TVBall7, OnlineBallTV, dan masih banyak lagi.

Tidak adanya promosi yang dilakukan TV penyedia tayangan sepak bola juga menjadi salah satu faktor orang-orang Indonesia tak tahu harus bagaimana untuk berlangganan. Wong sudah tahu saja belum tentu mau berlangganan, apalagi nggak dikasih tahu.

Kalau kalian mengetik kata kunci yang sama saat ini, niscaya kalian akan melihat situs-situs “terpercaya” di halaman pertama, seperti grup Tribun, Kompas, dan Bola Lob. Situs-situs tersebut biasanya akan terhubung dengan halaman ori dari web tv lokal, mulai Mola TV, Vidio.com atau bahkan UseeTV sebagai web-web terpercaya.

Sampai kapanpun dan semurah apapun pemegang hak siar resmi, streaming ilegal akan terus dicari. Bagi Mola, kami menyarankan sebaiknya kalian mulai deh menggencarkan investasi pada Mola Web dan app demi kemudahan penonton. Dan kalau bisa, mungkin Mola bisa memperbanyak tayangan gratis per-pekannya demi memancing penonton via streaming.

Ini penting karena ke depannya, streaming akan menjadi ujung tombak hak siar, juga agar ke depannya masyarakat terbiasa dengan budaya yang legal. Ya meskipun mereka berarti berperang dengan streaming gratisan yang selalu menjadi primadona sebagian besar pencinta sepak bola, khususnya Liga Inggris.