Balap Tamiya sangat populer bagi sebagian generasi, terutama yang menghabiskan masa kecilnya di akhir tahun 90-an dan awal 2000-an. Di masa itu, hampir selalu ada turnamen Tamiya.

Entah amatir maupun profesional, turnamen selalu penuh sesak dengan manusia. Baik dari kalangan anak-anak, sampai bahkan yang sudah dewasa pun ikut menjajal track dan kecepatan mobil hasil modifikasi.

Saking populernya Tamiya, bahkan ada penggemar yang rela merogoh kantongnya dalam-dalam demi merombak jagoannya dan membeli track-nya sendiri untuk dimainkan di rumah.

Meski telah berumur lebih dari satu dasawarsa, faktanya hingga kini, masih banyak penggemar Tamiya yang masih menggeluti hobinya. Ya meskipun sudah beristri dan muka udah berkumis jenggot.

Bagi para penggemar, Tamiya bukanlah mainan semata, melainkan juga kawan seperjuangan. Tamiya tak hanya sebuah kap bodi yang menutupi chassis, lengkap dengan dinamo, gear, dan kawan-kawannya.

Tamiya juga punya filosofi kehidupan di dalamnya. Nggak cuman asal ngebut. Nah, buat kalean-kalean yang masih belum paham apa saja sih filosofi dalam Tamiya, berikut beberapa di antaranya.

Kap atau Bodi

Kap atau bodi kebanyakan sudah dijual sepaket dalam kotak bersamaan sama mesin, chassis, dan lain-lainnya. Bodi atau kap mobil biasanya menjadi penentu seseorang membeli Tamiya 4WD. Bodi bukan hanya sekadar “pemanis” atau biar terlihat seperti mobil, tapi juga sebagai pelindung.

Bodi menutup sebagaian besar besar chassis dari atas, di mana di dalamnya terdapat komponen penting seperti mesin, gear, dan baterai. Bodi mobil akan menghasilkan down force akibat gaya aerodinamik yang dihasilkan. Nah, gaya ini yang akan membuat mobil tertekan ke bawah sehingga mobil lebih mencengkram track.

Tapi di balik itu semua, ada filosofi kehidupan di dalamnya. Seperti yang disebut di atas, jenis bodi selalu lebih diutamakan yang bisa menghasilkan gaya down force . Ini agar cengkeraman ban Tamiya lebih yahud.

Untuk mereka yang levelnya udah master, pasti lebih memilih bodi yang simpel, ramping, dan bahkan diamplas biar enteng. Ini biar bodi nggak menambah beban bagi mesin.

Pelajaran hidup yang mungkin bisa diambil dari sini adalah: maksimalkan fungsi, kurangi gaya. Bodi tamiya dibuat seminimalis mungkin, bahkan enteng biar nggak nambah berat mesin. Hidupmu juga harusnya gitu. Kurangi budget buat gaya, tapi banyakin budget buat rencana di masa depan. Ini biar tabunganmu nggak terbebani sama gaya hedonmu, lur!

Lilitan Kawat dalam Dinamo

Dalam sebuah Tamiya, ada dinamo yang bertugas jadi motor penggerak utama. Dinamo ini bisa dibilang ruh dari sebuah Tamiya, karena dengan benda inilah mobilmu mampu melesat hingga menembus berbagai generasi.

Umumnya dinamo bawaan menggunakan diameter berukuran 0,3mm. Tapi salah satu kawan yang lumayan lama berkecimpung dalam dunia 4WD, merekomendasikan untuk menggunakan kawat ukuran 0,6-0,63mm.

Alasannya, lilitan dapat dibuat lebih rapi tanpa harus manarik kawat yang berakibat susutnya diameter kawat.

Intinya, semakin sesuai dengan penampang, maka kawat tersebut juga mempengaruhi kecepatan Tamiya. Susutnya diameter kawat dapat menyebabkan arus listrik terhambat, dan ini berakibat pada berkurangnya kecepatan Tamiya.

Pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari teori ini adalah, semakin ruwet masalah yang menerpa kita, maka semakin kuat pula kita berpacu dalam hidup. Ketika kamu diterpa berbagai masalah, seakan dibuat mumet dan nggak ada jalan keluar, jangan pernah menyerah, jangan berhenti.

Kamu harus semakin terlatih dengan masalah-masalah itu, semakin semangat menjalani hidup, dan belajar dari tiap kesalahan.

Chassis

Chassis adalah salah satu komponen utama yang ada dalam Tamiya. Ini karena chassis jadi frame utama yang terletak pada bagian bawah mobil. Fungsinya sebagai komponen untuk menempatkan komponen-komponen Tamiya yang lain. Tanpa adanya chassis, Tamiyamu yo bakal meneng ae!

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak hidup sendiri dan selalu membutuhkan makhluk lain untuk hidup di dunia yang fana ini. Serupa dengan Tamiya yang membutuhkan chassis untuk menahan semua komponen agar tidak terpontang-panting dan senantiasa ada di tempatnya masing-masing.

Sebagai manusia, kamu juga membutuhkan chassis atau seseorang tempatmu berkeluh kesah, seseorang yang menjadi tempatmu bersandar, orang yang rela bahunya menerima semua caci makimu akan dunia yang tak berhenti memberimu cobaan yang kadang bikin pengen game over aja.

Jangan malu untuk mencari seseorang yang senantiasa bisa menguatkanmu agar selalu kembali semangat ketika kamu diterpa berbagai masalah. Carilah chassis-mu, agar kamu dan dia bisa saling menguatkan layaknya Tamiya. Tak melulu harus pasangan, kok. Ibu, Bapak, atau temanmu pun bisa menjelma menjadi chassis.

Jadi, jangan ejek orang dewasa yang masih doyan main Tamiya, karena mainan ini punya banyak nilai penting dalam hidupmu!