The Gunners akhirnya mengakhiri kerjasamanya dengan pelatih kepala mereka, Unai Emery. Ini jadi buntut dari rentetan tren buruk Arsenal dalam tujuh pertandingan terakhir, sebelum menjamu Norwich City.

Yang paling diingat sebelum itu pastinya adalah kekalahan Arsenal oleh Eintracht Frankfurt dalam lanjutan Liga Europa di Emirates Stadium, kandang mereka sendiri. Rekor tujuh pertandingan tanpa menang yang ditorehkan Unai Emery bersama Arsenal jadi yang pertama kali sejak 27 tahun lalu.

Terakhir kali The Gunners meraih kemenangan adalah dua bulan lalu, ketika Arsenal menjamu Guimaraes di penyisihan grup Liga Europa.

Sejak menukangi klub meriam london 18 bulan lalu, Unai Emery yang pernah menukangi Sevilla dan Paris Saint Germain, memang diberi ekspektasi tinggi. Apalagi Arsenal baru ditinggal  Arsene Wenger.

Arsitek berpaspor Spanyol itu memang berhasil mengantar Pierre-Emerick Aubameyang bersama tim ke Final Liga Europa di tahun pertama kiprahnya. Namun di partai final, ia membawa Arsenal dibantai Chelsea 4-1. Musim inipun, ia juga kesulitan membawa Arsenal ke empat besar papan atas klasemen.

Sejak ditahan imbang Crystal Palace akhir Oktober lalu, pasukan Emery tak pernah menang. Pasca disingkirkan Liverpool di babak 16 besar Piala Liga lewat adu tos-tosan, Arsenal hanya mampu bermain 1-1 dengan Wolves dan Guimarres di fase grup Liga Europa. Setelah itu, mereka takluk dari Leicester dan ditahan imbang Southampton.

Melalui laman resmi klub, Emery mengucapkan terima kasih pada fans yang tetap mendukungnya, bahkan setelah diberhentikan Arsenal.

Dalam surat terbukanya, Emery mengatakan, “Sebuah kehormatan bisa menjadi pelatih kepala Arsenal. Kepada seluruh fans, dari hati yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung saya untuk memahami dan merasakan kebesaran dari Arsenal,” ujarnya.

“Kepada semua yang telah mendukung kami dari berbagai sudut dunia, kepada Anda yang telah datang ke Emirates, kepada Anda yang bersedia menunggu di saat hujan dan hawa dingin hanya untuk menyalami saya usai pertandingan.”

“Saya ingin mengatakan kepada Anda, bahwa saya sudah bekerja sepenuh hati dengan segala upaya dan komitmen. Tak ada yang saya harapkan lebih dari hasil yang lebih baik untuk Anda,” lanjut Emery.

Emery juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik klub yang memberi kepercayaan dengan menunjuknya sebagai manajer tim. Begitu pula dia berterima kasih kepada jajaran direksi, eksekutif, staf, beserta asistennya.

Emery yang Hilang Arah dan Bingung Formasi

Emery memang seperti kehilangan arah ketika menahkodai Arsenal. Beberapa kali ia mengambil keputusan yang tak masuk akal dan seringkali merubah formasi tiba-tiba. Padahal, ia sudah menukangi klub selama satu setengah tahun. Namun belum juga menemukan formulasi dan taktik terbaik untuk tim.

Mengutip salah seorang sumber di Arsenal, The Telegraph menyebut Emery sudah kehilangan kepercayaan dari para pemainnya sendiri. Mereka merasa adanya ketidakcocokan dengan taktik dan formasi yang digunakan  Emery.

Emery memang sering memasang pemain tak sesuai dengan kebiasaan dan keinginan pemain. Sekedar contoh, Torreira dikabarkan tak menyukai peran barunya di bawah asuhan Emery.

Torreira yang lebih dominan dan menyukai posisi sebagai gelandang bertahan yang bergerak tengah ke belakang, dipaksa Emery agar lebih kreatif dan membantu tim mencetak gol.

Dilansir Metro, Torreira pernah mengultimatum Emery terkait penempatan posisinya dalam formasi. Torreira memang sudah tipikal gelandang yang lebih defensif. Ia adalah salah satu pemain paling vital di Timnas Uruguay.

Dia doyan menekel lawan dan melindungi barisan bek Uruguay. Energinya seakan-akan tak habis-habis untuk menjaga pemain lawan. Namun, di Arsenal, kemampuannya seperti disia-siakan Emery.

Nama-nama besar bermunculan pasca pemecatan Emery sebagai pelatih kepala Arsenal. Di antaranya Nuno Espirito, Max Allegri, Carlo Ancelloti, hingga mantan pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino.

Sementara ini, Arsenal akan dinahkodai oleh mantan pemain dan legenda mereka yang sebelumnya melatih tim junior, Freddie Ljungberg.

Pertanyaannya adalah, apakah Arsenal akan kembali menunjukkan tajinya pasca pemecatan Emery? Belum tentu.

Kesalahan tentu tak serta merta murni dituduhkan kepada Emery. Freddie, sang interim, juga tak menyuguhkan tiga poin kemenangan saat melawat ke kandang Norwich semalam. Sempat tertinggal, Arsenal diselamatkan oleh dwigol Aubameyang. Kroenke juga harus bergerak, kecuali ia ingin sekali lagi diboikot oleh Gunners sedunia.

Melihat ke belakang, Emery bukanlah sosok sembarangan. Empat tahun mengarsiteki Sevilla, ia mendaratkan tiga Piala Liga Europa ke koleksi piala Sevilla.

Emery secara tiga kali berturut-turut membawa Sevilla menjadi juara Liga Europa, yakni pada musim 2013-2014, 2014-2015, dan 2015-2016. Saat menukangi PSG, ia juga membawakan empat piala domestik selama dua tahun melatih PSG.

Sudah saatnya Arsenal berbenah. Selain juru taktik, fans The Gunners menyebut hal lain yang mesti dibenahi di tim itu adalah jajaran di dewan pengurus yang dianggap tak becus.

Banyak dewan pengurus Arsenal (yang merupakan tim sepakbola) babar blas nggak ngerti tentang sepakbola. Sebut saja Sir Chips Keswick. Pria yang awalnya bergabung sebagai Direktur Klub pada 2005 tersebut, adalah seorang bankir. Lebih dari separuh hidupnya bergelut dalam dunia perbankan, seperti Chairman of Hambros Bank dan Bank of England.

Bahkan ketika belasan tahun lalu saat Ia pertama kali masuk ke jajaran Arsenal, secara terang-terangan ia mengaku tak mengerti dan familiar dengan sepakbola.

Lah terus kepiye nasib tim kesayanganku iki suu?