Sebuah penelitian mengatakan, jika pertemanan sudah berlangsung lebih dari lima tahun, bisa dikatakan pertemanan itu bisa langgeng sampai tua. Nah, pertemanan ini biasanya terjadi antara sesama jenis. Langgengnya pertemanan mereka disatukan oleh faktor lingkungan, kesamaan pandangan, dan hobi.

Tapi, bagaimana dengan pertemanan antara perempuan dan laki-laki?

Meski sering dipertanyakan, pertemanan antara lawan jenis itu memang ada. Tapi apakah itu murni sebatas pertemanan atau hanya modus dari salah satunya untuk melakukan pendekatan? Ini perlu digali lebih lanjut.

Kita sering mendengar ungkapan sahabat jadi cinta. Saking nyamannya, dua lawan jenis yang dulunya sahabat, bisa berujung ke pacaran. Lalu, ada pula pertemanan antar lawan jenis yang memang pure, tanpa tendensi apapun, yang tak berujung hubungan yang lebih lanjut.

Ini berarti, ada banyak faktor yang memicu pertemanan panjang antara perempuan dan laki-laki. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

Ingin Mengenal Karakter Satu Sama Lain

Di awal bertemu, sepasang lawan jenis pasti belum mengerti satu sama lain. Nah, pertemanan adalah salah satu jalan untuk mengetahui bagaimana karakter manusia. Hal ini bisa dijadikan sebuah eksperimen kecil bagi keduanya untuk memahami sifat satu sama lain.

Pertemanan ini tujuannya bukan untuk mendapatkan hati si teman, namun dipakai untuk mengerti pikiran lawan jenis lain yang benar-benar diinginkan inginkan. Apalagi, kamu bisa tanya-tanya deh ke teman lawan jenis, apa sih yang dipikirkan kaum lawan jenis.

Nah, banyak teman lawan jenis ini membuatmu nggak salah langkah dalam bertindak ke gebetan, lur. ¬†Enak kan jadi bisa lebih memahami…

Simbiosis Mutualisme

Karena sama-sama saling membutuhkan, kedua lawan jenis bisa memutuskan berteman. Pertemanan itu menguntungkan. Apalagi, nggak semua hal bisa dilakukan oleh keduanya. Meski sudah punya pacar masing-masing, ujung-ujungnya kalau ada masalah atau perlu curhat, kamu pasti nggoleki konco kan!

Contohnya sih ketika nggak bisa ngerjain tugas kuliah. Temen cowok yang tahu dirinya goblok pasti minta bantuan ke cewek. Sebaliknya, ketika cewek lagi butuh dijemput dan apesnya si yayang lagi futsal, temen deket cowok lah sing disuruh nyamperin.

Begitulah faktanya, nggak ada yang dirugikan! Simbisosis mutualisme! Cuman pasti ada sedikit cemburu sih dari si pacar!

Takut Nembak dan Ditolak

Inilah penyebab munculnya istilah taek bernama friendzone. Ketika kamu ragu untuk menyatakan perasaan, takut ditolak lalu dijauhi, kamu berpura-pura menjadi sahabatnya.

Padahal aslinya, kamu menyimpan rasa dalam dada. Entah pujaan hatimu sadar atau nggak, kamu cuma pengen selalu berada di dekatnya walau sebatas teman. Pokoknya nggak harus disuruh menjauh ae. Ngenes se, tapi yaopo maneh! Hiks!

Pernah Naksir

Walau jarang, tapi ada lho sahabat yang berawal dari orang yang pernah naksir duluan. Mereka ini walau sudah ditolak, tapi masih bisa berhubungan baik sama mantan gebetanya. Kasih tepuk tangan dulu nih!

Akhinya, dapat disimpulkan bahwa pertemanan antara lelaki dan perempuan itu nggak mustahil, tapi ya jumlahnya minim. Seringnya sih karena ada simbiosis mutualisme saling membutuhkan, bukan karena saling suka yo, rek.

Ya masiyo ada juga yang bilang bahwa prinsip pertemanan antara laki-perempuan itu kemungkinannya cuma tiga: Kalau nggak salah satu naksir, dua-duanya naksir terus jadian, atau dua-duanya naksir tapi waktunya nggak pas. Mateeek!

Mangkane tah, mending langsung cari teman hidup ae yo, langsung los nggak atek rewel. Wkwkkwkwkw!