Cinta pada pandangan pertama sering terdengar nggak masuk akal. Love at the first sight dengan si dia lebih identik dengan film romantis. Kesannya kayak drama dan nggak benar-benar ada. Padahal sih, emang nggak semua orang bisa merasakan cinta pada pandangan pertama.

Benarkah itu beneran cinta? Atau cuman kagum semata lantas baper? Logiskah kamu langsung cinta pada seseorang saat pertama kali menatapnya. Semuanya bisa dijelaskan dengan tanda. Dan kalau kamu mengalami tanda-tanda berikut ini, selamat, mungkin kamu sudah jatuh cinta pada pandang pertama. Kayak lagunya Glenn Fredly..

Di Matamu Dia Menarik

Syarat jatuh cinta pada pandangan pertama memang harus bener-bener baru pertama bertemu. Nggak setiap orang yang kamu temui untuk pertama kali tampak menarik. Kadang biasa aja, nggak membuat kamu baper, kayak angin lalu semata. Lain cerita dengan si love interest ini. Kamu berasa langsung onok something yang menghubungkanmu.

Padahal, kamu dan doi belum kenalan, tapi wis ada gejolak yang membuncah di dada. Padahal, doi bukan orang pertama yang pernah hadir di hidupmu, bukan cinta pertama pula. Tapi di matamu, dia begitu spesial dan semua orang terlihat kayak sampah. Wah iku wes tanda-tanda, tanda-tanda kiamat maksudnya..

Mendadak Euforia

Biasanya kamu menjalani hari dengan normal dan sewajarnya. Nggak ada yang menarik, semuanya membosankan. Seperti rutinitas makan minum, kamu melakukannya karena butuh, bukan karena menyukainya. Hal ini kemudian berubah ketika dia tiba-tiba datang di hidupmu.

Kamu lebih semangat berangkat kerja atau kuliah demi bisa melihatnya. Walaupun hanya ngobrol bentar, itu bisa sedikit mengobati rasa rindumu. Kamu pun seperti kehilangan ketika dia nggak ada. Padahal cuma sehari, tapi rasane koyok lali nggak nggowo dompet nang minimarket. Sedih banget cuk!

Otak Jadi Positif

Perasaan cinta kadang bikin orang jadi gila. Namun efeknya, kamu memandang dunia jadi serba positif. Walaupun nggak onok harapan, tapi perasaan bahagia ketemu doi menutupi itu semua.

Kamu masih saja berharap bisa deket karo dia, paling nggak metu pisan ae. Meski kenyataane dia bisa jadi wis duwe pacar. Di kamusmu, “sebelum janur melengkung, sik isok onok kesempatan.” Gas terus, taik kucing rasa terang bulan! Pait-pait rasane seneng!

Kepikiran Terus

Yang terakhir, kamu bakal sering mikirin doi, walaupun belum tentu doi mikirno kamu. Pingin rasane ndang ganti dino ta jam biar bisa langsung ketemu lagi sama dia. Kamu pun membayangkan berbagai kemungkinan untuk bisa lebih dekat dengannya, bukan hanya sekadar bertukar sapa atau senyuman.

Kamu pun mulai mencari alasan untuk bisa mendapatkan celah biar bisa datang ke rumahnya atau ngajak dia pergi. Anggap saja kencan meski doi belum tentu menganggap gitu. Langkah pertama sih biasa ngechat, duluan nanyain sedang di mana. Sok baper lah, sok asyik, sok kepedean! Cinta itu buta bos!

Intinya sih, kalau kamu wis yakin dia orangnya, mau cinta pandangan pertama atau nggak,  jangan tunggu lama-lama untuk berjuang buat doi. Ojok ngenteni disamber orang lain baru kemudian nyadar kalau dia orangnya. Yo bosok wesan su!