“Kerja! Kerja! Kerja!”

Begitulah jargon yang pernah disampaikan Jokowi, presiden kita. Memang bener sih, demi memenuhi kebutuhan hidup, manusia wajib melakukan suatu kegiatan untuk menghasilkan materi. Entah itu bekerja untuk orang lain atau mempekerjakan bawahan. Semuanya demi mencukupi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Nah, asal kamu tahu, dalam dunia kerja yang keras ini, ada dua jenis manusia yang paling dominan, yakni hardworker atau pekerja keras dan smartworker atau pekerja cerdas. Pekerja keras disimbolkan sebagai pribadi yang tahan banting, bekerja sekuat tenaga nggak kenal lelah, lembur sampek larut, dan pulang ketika subuh.

Intinya, mereka doyan kerja sampek nggak ada waktu buat keluarga. Ini karena mereka lebih fokus pada kuantitas ketimbang kualitas.

Sementara itu, golongan pekerja cerdas ini yang paling jarang kelihatan. Mungkin karena belum ada budaya untuk bekerja secara cerdas di negara kita. Padahal, dengan memanfaatkan sikap pekerja cerdas, kita bisa meraup keuntungan yang sama atau bahkan lebih banyak dibanding pekerja keras.

Maka dari itu, artikel ini bakal membahas lebih jauh, gimana sih cara supaya orang bisa kerja tanpa harus sampek pegel kabeh. Ingat, memanfaatkan otak jauh lebih berfaedah dibandingkan kerja modal dengkul semata.

Sadar Bahwa Uang Bukan Segalanya

Semua orang tahu bahwa uang adalah hal yang paling banyak dicari manusia di belahan bumi manapun. Tak jarang, orang sampai mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga demi uang yang tak seberapa.

Kalaupun banyak, maka ia harus memberikan stamina dan daya tahan untuk bekerja lebih keras, lantas kemudian jatuh sakit.

Tak mengherankan, banyak orang yang giat bekerja di masa mudanya tapi di masa tuanya uangnya habis untuk biaya berobat. Lantas buat apa bekerja kalau ujung-ujungnya tidak bisa menikmati jerih payah itu?

Nah, orang yang punya prinsip kerja cerdas lebih memilih pekerjaan yang sedikit dan tak membebani tubuh, tapi gajinya pun bisa sama atau melebihi pekerja keras. Mereka paham uang bukan segalanya, dan ada yang tidak bisa dibeli uang, yakni waktu. Sip ta?

Berani Berkata “Tidak” Pada Kerjaan

Manusia tidak tahu berapa rezeki yang bakal diberikan Tuhan padanya. Selama ada tawaran atau proyek besar, kadang manusia menjadi serakah. Kita tahu bahwa penghasilan tiap bulan tetap segini dan nggak cukup untuk memanjakan keinginan hedon. Nah, ketika ada peluang untuk mendapat penghasilan lebih, biasanya kita nggak mikir dulu, malah udah kepincut sama honornya.

Ini biasa terjadi dengan berbagai macam kasus, seperti tawaran lembur dengan bayaran lumayan atau join bisnis sama temen. Padahal, tubuhmu juga butuh istirahat, jangan diforsir untuk bekerja lebih banyak dari sewajarnya.

Mereka yang paham hal itu pasti bakal segera menolak jika dirasa awak wes nggak kuat, apalagi bayarane kecil. Toh, Tuhan wis ngatur rezeki. Jadi nggak usah serakah cuk!

Tahu Apa yang Diinginkan

Kebanyakan dari mereka yang bekerja cerdas, sudah menyusun gambaran masa depannya. Jadi mereka nggak ngawang saat menjalani hidup, tidak masuk golongan ikut-ikutan tren, lalu kemudian menyesal di akhir bulan.

Mereka punya prinsip memenuhi kebutuhan lebih dulu ketimbang keinginan karena hal yang diingini kerap membuat seseorang jadi pekerja keras.

Para smart worker selalu punya daftar impian yang ingin digapai, bukan keinginan seperti punya mobil atau beli barang branded. Hal-hal ini tidak bisa dibeli uang, contohnya punya karya, travelling, dan bermanfaat bagi orang lain.

Intinya, mereka nggak egois mikir dirinya sendiri, tapi pengen berkontribusi buat masyarakat sekitar.

Investasi

Yang terakhir, para pekerja cerdas tahu bahwa mereka pasti nggak akan selamanya terus bekerja untuk orang lain. Sedari dini, mereka sudah menyiapkan usaha atau investasi biar nggak mikirin uang melulu. Malah ketika tidur, uang mereka terus bertambah jumlahnya. Sementara, para pekerja keras mesti banting tulang biar bisa kaya. Yo aboot!

Walaupun mereka punya uang pensiun, itu nggak membuat mereka jumawa dan tidak memikirkan upaya untuk mengamankan finansial. Apalagi uang pensiun nggak menjamin semua kebutuhan di masa tua.

Kamu tahu kan, inflasi akan terus naik dari tahun ke tahun. Maka dari itu, para pekerja cerdas sudah memiliki investasi jangka panjang demi bisa merasakan kebebasan finansial. Joss!

Konklusi dari itu semua adalah, para pekerja cerdas tahu diri dan punya batasan. Cara mengakalinya adalah kerja dengan energi minim tapi hasilnya maksimal. Tapi sing lebih penting, ojok lali liburan. Mosok kerja terus nggak menikmati hidup, cuk!