Apa sih yang membuat saya anti motor matic dan tetep keukeuh pakai motor bebek? 

Urusan motor, dewasa ini memang makin banyak pilihan jenisnya. Nah, suatu hari, saya ingin ganti motor bebek lama saya dengan yang baru. Namun bapak sebagai investor utama hidup saya, menyarankan untuk membeli model matic, dan bukan bebek seperti keinginan saya.

Ini membuat saya bertanya-tanya: Emang kenapa sih dengan motor bebek?

Saya, yang memang dari SMA sudah akrab dengan Supra, memilih tetap setia dengan motor bebek. Walaupun beberapa teman kebanyakan sudah beralih motor matic, urusan motor saya nggak bakal beralih. Saklek, selamanya tetap bebek!

Matic mah motor cemen! Nih beberapa keunggulan motor bebek yang nggak dipunya motor matic! Lek misal aku mbok anggep kemeroh, ayo antem-anteman kunci patbelas!

Bebek Lebih Irit Bensin

Motor matic jelas lebih boros dibanding dengan motor bebek karena punya sistem power loss saat pemindahan tenaga dari mesin ke transmisi CVT. Pengendara juga perlu menarik gas lebih dalam saat berakselerasi.

Selain itu, perputaran transmisinya otomatis dan kerja mesin seperti dipaksakan untuk mendapatkan dorongan langsung.

Berbeda dengan motor bebek. Jika tarikan dirasa kurang, pengendara dapat menurunkan atau mengoper gigi, sesuai dengan jalan yang menanjak atau menurun. Perpaduan antara sistem percepatan (gigi) manual dengan kopling semi otomatis bikin motor bebek paling irit di antara motor lain.

Harga Beli Murah

Dilihat dari segi harga, jenis motor bebek masih jadi pilihan bagi banyak masyarakat untuk moda tranportasi. Namun perlu kamu tahu, motor bebek dibagi menjadi dua:

Lower Underbone yang hanya digunakan untuk kebutuhan transportasi sehingga lebih murah dan menjadi prioritas utama pengguna sepeda motor.

Yang kedua, Hyper Underbone yang memiliki penambahan pada fitur atau teknologi lain sehingga bisa memberikan penambahan performa. Motor bebek ini biasanya lebih mahal dari jenis konvensional. Apalagi desain dan performanya lebih baik.

Sebagai gambaran murahnya harga motor bebek, contoh perbandingannya: motor matic CW FI dibandrol di harga 14,4 juta, sedangkan motor bebek ada di kisaran harga 13,1 juta. Kalau beli bebek, bisa menghemat sejuta dong!

Gampang Dirumat

Motor bebek lebih gampang dirawat karena komposisi mesin lebih sederhana daripada matic. Kerusakan mudah terdeteksi, tinggal melepas beberapa bagian penutup. Lain halnya dengan motor matic yang bongsor, akan sedikit sulit memeriksa mesin tersembunyi di balik dek motor.

Apalagi, ketahanan motor matic setelah dilakukan perbaikan juga biasanya lebih pendek jika dibandingkan dengan motor bebek. Belum lagi sparepart motor matic lebih mahal, meskipun jumlahnya juga banyak tersedia.

Lebih Aman

Motor bebek memiliki engine brake, sementara motor matic nggak ada. Saat ketemu jalan turunan curam dan panjang, motor manual bisa dijaga pada gigi rendah sehingga pengendara mudah mengendalikan laju motor.

Bagi kamu pengguna motor matic, kudu was-was jika melewati medan turunan tak berujung yang cuma bisa ngandelin rem untuk jaga keselamatan. Kalau rem sampe overheat, ya alamat bakal ngelos dan pilihan akhir adalah rem sikil.

Selain itu, motor bebek tidak bisa langsung maen ngegas, baru bisa jalan pas udah berpindah gigi. Ini mencegah bila ada anak kecil tetiba narik gas tanpa sengaja. Kalau motor matic ya wes mblayu, lurd!

Weslah, aku tetep anti motor matic. Bebek ae, menangan!