Pernah dengar yang namanya tim kreatif? Ini adalah sebuah pekerjaan dalam sebuah acara televisi yang memberi sumbangan ide atau gagasan untuk mengembangkan apa yang ingin ditampilkan. Pekerjaan mereka menyusun konsep acara yang menarik agar penonton tambah banyak dan acara direspon baik.

Nah, selain dengan mereka, para pekerja kreatif biasanya juga diidentikkan dengan seniman yang dituntut untuk selalu menciptakan hal baru demi memuaskan para penikmat seni. Kadang mereka harus merenung berhari-hari atau ngopi sambil ngudud seng akeh demi menemukan sebuah ilham yang akhirnya beralih rupa menjadi suatu karya.

Maka dari itu, menjadi pekerja kreatif atau seniman sering dipandang sebagai pekerjaan eksklusif. Jarang ada orang yang melakukannya. Masih banyak orang, terutama orang tua, memandang pekerjaan ini belum bisa jadi gantungan hidup. Pekerjaan favorit orang-orang itu ya yang ajeg jam kerjanya, kantornya jelas, dan punya dana pensiun.

Meski begitu, orang-orang kreatif nggak akan pernah mati. Mereka berada di antara kita dan berperan penting dalam dunia hiburan atau teknologi. Lalu, seperti apakah hidup yang mereka rasakan?

Segalanya pasti punya plus-minus. Berikut hal yang pasti dialami oleh insan kreatif, yang juga bekerja di ranah kreatif.

Mudah Bosan

Manusia kreatif selalu punya cara untuk membuat hidupnya berwarna. Tak monoton dan itu-itu saja. Mereka biasanya memancing otaknya supaya bekerja lebih keras dari orang normal. Mereka bisa melewati jalan berbeda untuk berangkat atau pulang kerja, bukan karena jauh atau lebih dekat, namun butuh suasana baru dan variatif.

Ini yang menyebabkan mereka tidak cocok pada kegiatan yang terjadwal, misal berangkat dan pulang dengan jam yang sama atau mengerjakan sesuatu yang monoton selamanya. Misalnya saja, menjadi penulis, namun apa yang doi tulis bukan hal yang stagnan. Selalu ada perubahan dan suatu kebaruan.

Maka dari itu, harus ada perubahan atau perkembangan dalam hidup orang kreatif sehingga mereka nggak jenuh atau bosan.

Rentan Depresi

Semua orang punya potensi untuk mengalami depresi apabila tekanan hidup sudah di luar batas wajar. Perasaan jadi nggak stabil dan cenderung sering sedih berlarut-larut, bahkan sampai putus asa nggak punya semangat hidup.

Ini juga menimpa para pekerja kreatif dalam membuat suatu karya atau pekerjaan. Selain menggunakan pikiran, mereka juga mengombinasikannya dengan perasaan atau sensitivitas terhadap hal estetis.

Dalam perjalanannya, kadang doi merasa belum sempurna dan belum puas dengan hasil pekerjaan. Hal inilah yang dipercaya banyak peneliti, menyebabkan orang kreatif cenderung punya potensi gangguan mental atau depresi. Nah lo!

Mudah Beradaptasi     

Orang kreatif tidak akan berhenti ketika menemui masalah. Mereka menganggap rintangan di depan sebagai kesempatan untuk belajar hal baru. Mereka cenderung bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Jika di sana tidak ada bambu, mereka bakal mencari rotan untuk menggantikannya.

Orang kreatif selalu punya satu pemikiran, tapi banyak kemungkinan lain bisa diciptakan. Jadi sebelum melakukan sesuatu, doi udah nyiapin rencana cadangan seumpama rencana awal nggak bisa dilakukan. Wis koyok kate perang ae, Boz!

Bayaran Mahal

Nggak semua bisa dituntut menciptakan hal baru atau menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bernilai jual tinggi. Maka dari itu, ketika orang-orang kreatif meluncurkan suatu produk ke masyarakat kemudian hasilnya amat diminati, maka dampaknya begitu besar.

Kamu tahu berapa kekayaan penulis sekelas J.K. Rowling? Konon, kekayaan penulis Harry Potter itu mengalahkan kekayaan Ratu Elisabeth, cuk!

Tentu hal ini bukan suatu omong kosong mengingat dampak dari novelnya bisa dirasakan secara luas dan mendunia. Penulisnya pun kecipratan royalti yang tidak sedikit, sehingga ibarat kata, nggak perlu kerja lagi wes. Kalau wes begini, kon pengen dadi orang kreatif juga kan?

Akhir kata, mau kamu kerja di bidang kreatif atau nggak, yang terpenting dari itu semua adalah sukai apa yang kamu lakukan. Kalau kamu sudah menyukai apa yang kamu lakukan, nggak mustahil bakalan ada perkembangan.

Ojok koyok hubungan cintamu sing ngunu-ngunu ae, wis seneng tapi stagnan. Hahaha!